Dengan Budget Seadanya, Rio Dewanto Bangun Kedai Kopi

Rabu, 09 September 2015 13:15 Penulis: Ahmat Effendi
Dengan Budget Seadanya, Rio Dewanto Bangun Kedai Kopi Rio Dewanto ©KapanLagi.com/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Berkat kesuksesan film FILOSOFI KOPI (FILKOP), Rio Dewanto bersama tim FilKop lainnya yakni Chicco Jericho, Dewi Lestari, sutradara Angga Sasongko, produser Handoko Hendrayono dan Anggia Kharisma memutuskan untuk membangun sebuah kedai kopi. Konsep kedai FilKop ini sebenarnya memang sudah dirancang oleh sang sutradara Angga Sasongko ketika membuat filmnya.

"Sebenarnya sudah dari awal terpikir (membuat kedai kopi). Tapi ide awalnya sama Mas Angga, terus saya diajak juga. Mulai berkembang seperti sekarang," ujar Rio saat ditemui di kedai FilKop di kawasan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan pada (8/9).

Saat membangun sebuah kedai kopi FilKop ini pun Rio mengaku menggunakan budget yang seadanya. Terlihat dari bangunannya yang tidak begitu luas, interior yang sederhana tapi juga unik. Namun, sangat nyaman untuk bersantai. Rio pun tidak berniat untuk memperluas bangunan kedai kopinya, karena tidak mau mengubah imej yang sudah dibangun sejak awal.

Berawal dari budget seadanya, kedai kopi yang dibangun Rio Dewanto mulai berkembang. ©KapanLagi.com/Agus ApriyantoBerawal dari budget seadanya, kedai kopi yang dibangun Rio Dewanto mulai berkembang. ©KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Budget-nya nggak besar lah, dari uang seadanya membuat kedai ini. Kalian juga bisa lihat pemilihan furniture-nya, kedai yang dibangun atas kreatifitas anak muda dengan uang seadanya," papar Rio.

"Kita membuat kedai kopi ini dari pertama awal tumbuh dan berjalan seperti sekarang ya begini, nggak mau besarin (tempatnya) lagi. Takutnya esensinya jadi berbeda. Di film kan juga sama kayak gini. Tapi kalau ekspansi sih pengen ke luar daerah," tambahnya.

Rio pun berharap usaha kedai kopinya ini tidak hanya sukses dipenuhi pengunjung tapi juga mampu membuat perkebunan kopi Indonesia menjadi lebih berkembang.

"Saya akan lebih bangga ketika hasil membuat kopi menjadi commodity yang membanggakan di Indonesia. Kita punya potensi itu, tapi harus perlu sabar, perlu waktu untuk kopi kita berkembang. Bukan hanya kedai kopinya, tapi perkebunan kopinya. Saya pengen tahu proses yang terjadi di perkebunan kopi dan ternyata banyak sekali," pungkasnya.

(kpl/rhm/sjw)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING