Dihujat Karena Tudingan Pro LGBT, Jeremy Teti Beri Pengertian ke Keluarga

Kamis, 18 Januari 2018 06:14 Penulis: Ferry Sanjaya
Dihujat Karena Tudingan Pro LGBT, Jeremy Teti Beri Pengertian ke Keluarga Jeremy Teti © Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Saat ini Jeremy Teti tengah menjadi perbincangan khalayak ramai. Hal itu terkait viralnya video lawas berisi pendapat pria tersebut yang dituding mendukung gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Indonesia.

Karena video itu, kolom komentar Instagram Jeremy langsung dihujani hujatan tiada henti. Sampai ia memblokir akun-akun yang berbicara sudah kelewat batas.

“Saya selalu berpikir positif terhadap siapa pun yang komentar tentang saya. Tapi mohon maaf ya, banyak yang saya blokir di Instagram. Kalau yang menyayangi saya, komentarnya masih sopan-sopan, wajar, masih bisa ditoleransi. Kalau sudah kata-kata kebun binatang, lubang kubur dikeluarin, ya mohon maaf saja, saya tidak bisa (menerima), siapa pun di dunia ini tidak bisa toleransi dengan hal-hal yang kayak gitu,” kata Jeremy ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).

Jeremy Teti © Kapanlagi/Muhammad Akrom SukaryaJeremy Teti © Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya

Komentar negatif itu pun akhirnya dibaca oleh keluarga dari mantan presenter program berita Liputan 6 ini. Meski susah, ia akhirnya bisa menjelaskan bila hal tersebut merupakan konsekuensi dari menjari public figure.

“Kalau keluarga saya sudah mengerti. Cuma yang kasihan itu ponakan-ponakan saya yang kecil-kecil, mereka kan berteman dengan saya di Instagram. Yang masih SD sampai pada bertanya, ‘Om, Pakde, Paklek... itu banyak hujatan’. Saya jawab iya itu sudah resiko. Jadi nanti kalau kalian sudah gede, memilih profesi menjadi public figure, harus siap dengan mental dan fisik untuk dihujat. Itu adalah sebuah konsekuensi,” terang pria yang sempat mencicipi dunia wartawan ini.

Video yang ramai itu merupakan potongan sebuah program debat di salah satu televisi medio 2015 silam. Di situ Jeremy memberi statement bahwa tidak masalah seseorang menyukai sesama jenis.

(kpl/abs/frs)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING