Kapanlagi.com - SIDOARJO – Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah selama sepekan ini tidak masuk kerja. Dia dituduh telah ngelencer ke negeri China. Tuduhan itu dibantah, karena bupati Kota Udang ini mengaku hanya ke Shanghai.
Diskusikan di FORUM KAPANLAGI.COM‘’Ah tidak benar berita itu. Saya ini ke Shanghai, bukan ke China,” kata Saiful Ilah, setelah dikonfirmasi dalam acara penutupan ekspose hasil monitoring dan evaluasi pembangunan Kabupaten Sidoarjo selama tahun 2011.Sebagaimana diketahui, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau agar Bupati atau Wali Kota serta Gubernur tidak bepergian ke luar negeri. Namun, himbauan itu ternyata hanya didengar telinga kanan, lalu keluar telinga kiri.Buktinya masih banyak Bupati atau Wali Kota yang tetap ngelencer ke luar negeri. Di antaranya, Bupati Saiful Ilah yang dituduh keluyuran ke Negara China, tapi mengaku ke Shanghai. Menurut dia, selama 1 minggu terakhir berkunjung ke Shanghai untuk menarik investor dari negeri Tirai Bambu itu. Dia mengaku cukup lega dengan kunjungannya itu. Sebab, dia merasa dengan lawatannya ke Shanghai membuahkan hasil positif.Saiful Ilah berkoar akan mendatangkan investor Shanghai guna membangun sektor pariwisata dan ekonomi lokal Kabupaten Sidoarjo. Sayang ketika ditanya jumlah investor yang berhasil digaet, Saiful enggan merinci. Alasannya, Pemkab masih butuh waktu untuk menyamakan persepsi dengan investor Shanghai. Dalam paparan ekspose hasil monitoring dan evaluasi Pemkab, program kerja sebagian besar SKPD di bawah pemerintahan Bupati Saiful Ilah selama tahun 2011 ini kurang terencana dengan matang. Yang menjadi sorotan utama adalah pendanaan beberapa proyek yang terancam tidak terserap tahun ini. Bahkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2011 diprediksi sebesar Rp 126 miliar. Rendahnya kinerja SKPD bisa di ukur dari kemampuan menyerap anggaran yang disediakan dalam APBD 2011.Sulaksono Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo mengakui beberapa SKPD masih lemah dalam menyerap anggaran. Dia menilai, kemampuan menyerap anggaran belum menyentuh 90 persen. Hal ini merupakan gambaran kurangnya SDM Pemkab dalam pengawasan pembangunan yang telah direncanakan. Akibatnya aspek sarana dan prasarana masyarakat terbengkalai.”Kita keterbatasan SDM yang mumpuni, jadi ya seperti ini. Banyak anggaran yang belum terserap, yang dirugikan tentu masyarakat,” ucapnya.Untuk memperbaiki kinerja SKPD tahun 2012, diwacanakan penggabungan beberapa SKPD yang kinerjanya dianggap di bawah standar. Namun, lanjut Sulaksono, hal ini masih butuh perhitungan lebih matang karena untuk menggabung SKPD perlu kajian lebih lanjut.Sementara mulai awal tahun 2012, site plan pembangunan akan di bawah kendali Dinas PU Cipta Karya. Sayang Sulaksono enggan membuka alasan kenapa site plan beralih tangan ke PU Cipta Karya. Namun dia memastikan, hal ini untuk kepentingan pembangunan yang lebih baik bagi
Sumber : surabayapost