SELEBRITI

Dituntut Hukuman 4 Tahun Penjara, Kriss Hatta: Luar Biasa

Senin, 17 Juni 2019 19:45 Penulis: Guntur Merdekawan

Kriss Hatta © KapanLagi/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kriss dan kuasa hukumnya, Zein usai sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (17/6/2019).

Kasus hukum Kriss Hatta terkait dugaan pemalsuan dokumen nikah hingga kini masih terus bergulir. Yang terbaru, presenter Uang Kaget itu dituntut hukuman 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kriss pun lantas memberikan reaksi keras terhadap tuntutan tersebut. Meskipun begitu, pria berusia 30 tahun ini begitu yakin jika semua yang disampaikan pihak JPU itu sangat berbeda jauh dari fakta-fakta persidangan yang ada.

"Saya dituntut 4 tahun penjara. Luar biasa. Semua saksi yang dihadirkan JPU tidak ada yang memberatkan satu pun bahkan dari pelapor, saksi pelapor, sahabat pelapor, semuanya memberikan keterangan palsu, keterangan yang berbeda dari BAP kepolisian dan fakta persidangan. Lalu untuk bisa bilang dokumen (nikah) ini palsu harus ada dilakukan uji lab, sedangkan di BAP polisi tidak ada keterangan uji lab," ujar Kriss usai sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (17/6).

1. Penjelasan Tentang Dokumen Nikah

Kriss bersikukuh jika telah terjadi pernikahan antara dirinya dan Hilda Vitria. Dokumen nikah aslinya pun sudah diterbitkan secara sah. Karenanya Ia bingung atas tudingan pemalsuan dokumen nikah yang dipermasalahkan.

"Terkait dengan buku nikah, perlu kami jelaskan kalau buku nikah dua-duanya diterbitkan oleh Pengadilan Agama Bekasi, bukan hasil produk dari Kriss Hatta, tapi itu produk lembaga negara. Artinya bahwa itu sah bsecara hukum. Kalau itu palsu, berarti harus ada dulu bukti palsunya di mana. Apakah dia secara utuh palsu atau sebagian palsu, dengan itu yang perlu kami jelaskan," sambung Zein, kuasa hukum Kriss.

"Di periode 2015 dan 2017 itu kan emang ada kode yang dinamakan kode korporasi. Nah itu bentuk angka, kodenya terdaftar di Kementerian Agama, ini bukan semata saya buat di pasar Senen, lalu saya taruh foto saya berdua sama dia, bukan seperti itu," tegas Kriss.

2. Cacat Hukum

Kriss sudah merasa banyak kejanggalan sejak awal persidangan bergulir. Apapun itu, Ia dan tim kuasa hukumnya siap menghadapi kasus ini hingga akhir dan kebenaran benar-benar terungkap.

"Terus tambahan ya, tuntutan ini bersifat prematur, kenapa? Karna wajib hukum bagi jaksa memberhentikan penuntutan bilamana di sebuah perkara pidana sudah ada perkara perdata. Di PA bekasi dan di PT Bandung saya sudah menang mutlak, pembatalan pernikahan ditolak, jadi perkawinan sempat terjadi. Di dalam perkara perdata tidak ditemukan letak kepalsuannya. Yang cukup unik penyidik diperiksa oleh PN Bekasi, ini udah cacat hukum dari awal. Harusnya tidak ada penuntutan atau sebagainya, kita lihat aja vonisnya bagaimana, biar kita lihat bareng-bareng, nanti kita buktikan di nota pembelaan," pungkas Kriss.


REKOMENDASI
TRENDING