SELEBRITI

Dorce Gamalama Dimakamkan Sebagai Laki-Laki, Cerita Lengkap Soal Awal Operasi Kelamin - Pernah Menikah dengan Seorang Pria di Usia 23 Tahun

Rabu, 16 Februari 2022 15:21

Dorce Gamalama credit: istimewa

Kapanlagi.com - Dorce Gamalama adalah salah satu sosok transeksual terpopuler di Indonesia, karirnya di dunia entertainment Tanah Air memang sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Bernama Dedi Yuliardi, Dorce meninggal dunia hari ini Rabu (16/2/2022) pukul 08.00 WIB di RSPP Simprug di usia 58 tahun dengan vonis Covid.

KapanLagi.com pernah secara langsung melakukan wawancara langsung dengan mendiang semasa hidupnya mengenai kehidupannya sebagai seorang transeksual. Dorce atau yang akrab disapa dengan nama Bunda oleh sahabat artis maupun anak-anaknya tersebut pun bercerita bagaimana sampai memutuskan untuk operasi kelamin, hingga proses sah di mata negara, hingga kehidupan pribadinya yang pernah menikah dengan pria normal dan juga dimakamkan sebagai perempuan.

1. Kapan Memutuskan Berganti Kelamin

Dorce kecil berusia 7 tahun merasa ada sesuatu yang berbeda di mana perasaanya lebih lembut dan perasa dibandingkan anak laki-laki seumurannya. Di umur 10 tahun di mana ia melakukan pentas memerankan seorang nenek yang mengharuskannya memakai rok, ia pun merasa senang.

Di usia 15 tahun, Dorce merasakan cinta pertamanya. Ia jatuh hati pada seorang pria asal Padang yang tinggal di Jakarta. Sudah harus bekerja keras untuk menyambung hidupnya sejak kecil, di usia 23 tahun lah ia berhasil mengumpulkan uang untuk melakukan operasi kelamin dan setelah proses panjang seperti research dan lainnya, ia ditangani oleh Prof. Dr. Johan Marzuki, dokter ahli bedah plastik di Rumah Sakit Soetomo, Surabaya.

2. Sah Sebagai Seorang Wanita

Dorce memutuskan untuk melakukan operasi kelamin di tahun 1986. Proses operasi pun dilakukan selama empat jam. Sukses dengan operasinya, Dorce yang saat itu berusia 23 tahun masih harus mengurus identitas baru.

Baru di tahun 1988 lah semua berkas-berkas yang menyatakan kalau nama Dedi Yuliardi berubah menjadi Dorce Ashadi.

3. Perjuangannya Go Publik Soal Transeksual

Saat mengungkap ke publik kalau dirinya adalah transeksual, tentunya tidak langsung diterima begitu saja dengan mudah. Kala itu banyak yang mempertanyakan moral dan juga akhlak dari Dorce atas keputusannya melakukan operasi kelamin.

Dorce tetap memeluk agama Islam dan ia mendapatkan gelar Hajjah pada tahun 1990 silam setelah menunaikan ibadah Haji. Dorce yang menjadi orangtua bagi 600 anak yatim mengaku nggak masalah jika anak-anaknya tidak memanggilnya dengan bunda.

"Dia malu punya emak kayak kita? Ya kita jadi bapak, gampang. Gue mah orangnya simpel, lu mau panggil gue bapak, boleh, bapak Dorce, om Dorce, ibu Dorce. Sorry, gue nggak pernah nyuruh orang manggil gue bunda, mau panggil ses kek, apa juga nggak masalah, apalah arti sebuah nama?" ujar Dorce saat wawancara eksklusif bersama Kapanlagi.com pada tahun 2018 silam.

4. Menikah di Usia 23 Tahun

Setelah menjadi transeksual, Dorce pernah menikah dengan seorang pria. Ia menceritakan hal ini pada bukunya yang berjudul, Aku Perempuan. Pernikahannya tersebut bertahan selama dua tahun sebelum akhirnya berakhir. Setelah berpisah, Dorce juga sempat dekat dengan beberapa pria lain.

Sosok yang konsisten berkerudung ini sendiri hanya menceritakan ringkas bagaimana hubungannya dengan beberapa pria yang pernah dicintainya. Namun Dorce tetap memilih untuk tidak mengungkap identitas mereka.

"Ada empat pria yang aku cintai. Aku kasih inisial aja, aku nggak mau (nama lengkap), dia mungkin sudah berbahagia pasangan masing-masing. Yang pertama baru aja punya cucu. Selamat ya B! Terus yang kedua namanya D, selamat ya D. Yang ketiga A, ini nggak tahu udah nikah apa belum. Terus yang keempat saya nggak mau cerita karena beda dengan yang tiga ini, tapi sudahlah ini menjadi perjalanan hidup saya. Saya berterima kasih pada mereka yang pernah ngisi perjalanan kehidupan saya," cerita Dorce yang mengaku tak mau dendam dengan para pria tersebut masih dalam wawancara eksklusif bersama Kapanlagi.com pada tahun 2018 silam.

5. Hanya Operasi Untuk Jadi Wanita

Dalam perbincangannya, Dorce Gamalama menjelaskan kalau dirinya tidak melakukan operasi selain untuk mengubahnya menjadi wanita. Ia pun menjelaskan kalau keputusannya berjilbab sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.

"Masalah operasi, jujur saya tidak ada operasi yang lain selain kebutuhan saya sebagai wanita. Muka asli, hidung asli, mata asli, jakun nggak ada, kaki mulus, saya nggak buka karena aurat, jadi saya akan bersyukur karena Allah berikan kenikmatan pada saya, biarlah ini menjadi tanggung jawab saya pada Allah, saya mau mati seperti apa, pastinya saya ingin mati khusnul khotimah. Saya juga sering tanya-tanya sama Ustaz Abdul Somad, malah Ustad soulmate saya. Saya tidak fanatik, ini pakaian saya sehari-hari, kalau orang bayar saya, saya harus beauty dong," jelasnya kala itu.

6. Ingin Dimakamkan Sebagai Perempuan

Baru-baru ini publik ramai membahas keinginan Dorce Gamalama yang berharap dimakamkan sebagai perempuan. Pasalnya, banyak yang tidak setuju lantaran mengetahui kalau sosok yang sering dipanggil Bunda tersebut terlahir sebagai seorang laki-laki. Tentu saja hal tersebut mengundang pro-kontra di berbagai kalangan.

7. Sudah Memberikan Wasiat

Mendiang Dorce seolah tahu jika akan segera berpulang, lewat wawancara bareng Denny Sumargo, ia mengaku sudah menyiapkan kain kafan. Ia juga bercerita kalau sudah memiliki makam di dekat Masjid yang dibangunnya.

Sedangkan di videonya bersama Sule, Dorce juga bahkan mengatakan pada anak-anak adopsinya kalau mungkin usianya sudah nggak panjang. "Saya juga bilang sama anak-anak. Saya bilang, 'Kamu jangan sakiti Mamak karena umur Mamak enggak panjang'," pungkasnya.

8. Dimakamkan Sebagai Laki-Laki

Sebelum melakukan proses pemakaman, pihak keluarga telah berdiskusi dulu dan Dorce akhirnya dimakamkan sebagai laki-laki. Sebelum dimakamkan, Anan Muhajir di Masjid Al Hayyu, Lubang Buaya, mengatakan, Dorce disalatkan di masjid tersebut. Masjid yang dibangun Dorce sejak tahun 2008 silam.

"Biar bunda Dorce senang bisa disalatkan di masjid yang ia bangun sejak tahun 2008 ini," katanya.

"Dimakamkan secara perempuan itu kita serahkan semua kepada Allah. Itu kan cuma keinginan beliau, yang ngurusin kan kita semua. Kita semua tahu beliau dilahirkan seperti apa ya kita kembalikan lagi ke asal. Karena yang penting kita lihat keimanan dia ke Allah SWT, saya nggak lihat yang lain-lain dulu," kata Anan.


REKOMENDASI
TRENDING