Eko Patrio Bersama Pelawak Senior Jenguk Mandra di Rutan Cipinang

Kamis, 24 Desember 2015 19:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Eko Patrio Bersama Pelawak Senior Jenguk Mandra di Rutan Cipinang Punggawa Paski © KapanLagi.com®/Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Eko Patrio bersama pelawak senior lainnya seperti Indro Warkop, Tarzan, Miing, Didin, Derry 4 Sekawan dan Jarwo Kuat terlihat mendatangi Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur pada hari Kamis (24/12). Rupanya kedatangan Eko dan kawan-kawan hari ini dalam rangka  menjenguk sahabat mereka, Mandra yang saat ini tengah tertimpa musibah.

Ini merupakan bentuk kepedulian mereka yang tergabung dalam PaSKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia) terhadap salah satu anggotanya, yakni Mandra. Diakui Eko dan yang lainnya jika kondisi Mandra saat ini sangat baik dan sehat.

"Tadi Mas Mandra alhamdulillah sehat, semangat lagi kita bisa berkumpul. Mudah-mudahan Mas Mandra kuat dan masalahnya cepat selesai. Inilah (kepedulian) PaSKI ketika anggotanya mendapat ujian. Kenapa kita baru sekarang ngumpul? Karena menyatukan teman-teman agak sulit juga, tapi atas prakasa Mas Eko yang koordinasi sama teman-teman," ujar Derry selaku ketua PaSKI.

Teman-teman dengarkan kisah Mandra © KapanLagi.com®/Akrom SukaryaTeman-teman dengarkan kisah Mandra © KapanLagi.com®/Akrom Sukarya

Meski awalnya sulit menyatukan para teman-teman yang tergabung dalam PaSKI, tapi akhirnya di hari baik yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW mereka bisa berkumpul dan menjenguk pemeran sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu. Tak mau ketinggalan, Indro juga ikut mendoakan supaya Mandra bisa memetik pelajaran dari kasus ini.

"Ini hari baik maulid nabi kita merayakannya jumpa dengan teman kita beri semangat, mudah-mudahan semuanya ada hikmahnya buat Mandra dan buat kita semua," tandas Indro.

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Mandra selaku PT Viandra Production 1 tahun pidana dan 2 bulan subsider, plus denda Rp 50 juta. Dia terbukti lalai hingga dimanfaatkan oleh orang lain dan merugikan keuangan negara hingga angka 12 miliar rupiah.

(kpl/rhm/gtr)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING