Five Vi: Kalau Perlu Hukuman Mati Ditetapkan Untuk Koruptor

Senin, 19 Januari 2015 13:25 Penulis: Arai Amelya
Five Vi: Kalau Perlu Hukuman Mati Ditetapkan Untuk Koruptor Five Vi ©Bambang E Ros/KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Penetapan hukuman mati kepada enam tersangka narkoba di LP Nusakambangan pada Minggu (18/1) dini hari lalu memang menyedot perhatian masa. Tak mau tertinggal dengan hingar bingar itu, selebritis seksi Five Vi pun angkat bicara.

"Kalau menurut pikiranku sih, nggak ada hukuman mati untuk narapidana Indonesia. Kalaupun ada, harus dipertimbangkan tingkat kejahatannya. Penetapan hukuman mati itu kalau terbukti sebagai penjahat internasional seperti teroris ya. Kalau pembunuhan, tingkat satu seperti direncanakan atau berantai juga harus diselidiki sampai tuntas," ungkap Five.

Wanita bernama asli Fivey Rachmawati inipun menambahkan jika kejahatan sebelum pembunuhan berlipat-lipat seperti memperkosa bisa pula dijatuhi hukuman mati. Dan untuk tersangka narkoba, Five setuju yang pengedar internasional memang wajib dihukum setimpal karena merusak generasi bangsa.

Bagi Five Vi, hukuman mati harus setimpal dengan aksi kejahatan tersangka ©Bambang E RosBagi Five Vi, hukuman mati harus setimpal dengan aksi kejahatan tersangka ©Bambang E Ros

"Tapi kalau pengguna narkoba, lebih baik direhab saja ya. Agar adil kalau perlu hukuman mati diterapkan untuk koruptor seperti di China sana. Tapi belum tahu sih hukuman mati yang baik itu seperti apa. Kalau di Eropa, kawasan barat, Asia atau Timur Tengah kan sering di hadapan publik ya? Biar jera tapi juga bisa bikin orang jadi tega. Harus diteliti psikologisnya lah," papar Five.

Wanita berusia 35 tahun yang terakhir tampil di DRAKULA CINTA tahun 2014 ini pun berpendapat jika hukuman mati bisa diterapkan kepada siapapun tanpa memandang ras dan suku asal demi keadlian bangsa. Dengan setiap negara punya kebijakan sendiri, hukuman mati menurut Five dibilang adil jika setimpal dengan kejahatannya.

"Kalau buat saya sih hukuman mati itu tetap saja kejam entah bagaimanapun caranya. Makanya itu ilmu pengetahuan harus meneliti cara apa yang paling cepat membunuh seseorang tanpa rasa sakit berkepanjangan," tutup Five.

(kpl/aal/aia)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING