Garin Nugroho Persiapkan 'SINTA OBONG'

Kapanlagi.com - Sineas Garin Nugroho menyiapkan sebuah film baru yang diberi judul REQUIEM DARI JAWA ATAU SINTA OBONG, para pemain film opera itu adalah tokoh-tokoh tari kenamaan dan diperkuat Artika Sari Devi, Putri Indonesia 2005.

Mengambil judul REQUIEM DARI JAWA ATAU SINTA OBONG, ini ingin mengingatkan terjadinya fanatisme dan sikap ekstrem masyarakat, kata Garin Nugroho kepada wartawan di Solo, Rabu malam.

Produser eksekutif film itu adalah sutradara kenamaan dari Amerika Serikat (AS), Peter Sellars. Pemutaran perdana akan dilakukan pada perayaan mengenang 250 tahun komponis Mozart di Wina, Austria, tahun 2006.

"Lima negara diminta membuat karya film, salah satunya Indonesia. Untuk Indonesia kebetulan yang diminta kami," ujarnya.

Seperti yang dipaparkan Garin, film garapannya kali ini lebih tepat disebut opera. Tidak ada dialog verbal dan semu cakapan dilakukan lewat media tembang (lagu Jawa). Garin Nugroho menyebutnya sebagai kolaborasi antara gerak, visual, ekspresi, seni rupa, instalasi dan garapan musik yang dipadukan secara tepat dengan garapan yang detail.

Para pendukungnya juga bukan sembarang orang, seperti Retno Maruti (penari kenamaan yang juga pimpinan sanggar tari Padneswara Jakarta), Miroto (penari dan koreografer dari Yogyakarta), Eko Supriyanto (penari dan koreografer dari Solo), Nyoman Sura (penari), Jecko Siompo (penari modern) hingga Slamet Gundono (dalang) dilibatkan sebagai pemain.

Meskipun demikian juga ada nama pemain yang bukan penari yaitu Artika Sari Devi, Putri Indonesia, sosok kontorversial karena keikursertaannya dalam kontes Miss Universe beberapa bulan lalu. Tentang pelibatan Artika, Garin mengatakan bahwa "casting" didasarkan pada kebutuhan peran.

"Penentunya bukan saya pribadi. Saya melakukan sharing secara intensif dengan para pemain yang saya pilih, terutama dengan Eko dan Miroto. Setelah melakukan beberapa kali pembicaraan akhirnya kami memilih Artika. Syukur bahwa ahirnya yang bersangkutan bersedia untuk kami ajak bermain," papar Garin.

Artika membenarkan yang dikatakan Garin. "Saya sungguh berbahagia. Saya harus belajar secara intensif kepada sejumlah penari yang disiapkan tim produksi. Karena saya miskin referensi dan benar-benar pengalaman baru di dunia film, tari dan opera," tuturnya.

(*/erl)

Rekomendasi

Trending