Ibunda Terry Putri Minta Ditutup Kerudung Kesayangan Saat Tiada

Senin, 06 Februari 2017 09:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Ibunda Terry Putri Minta Ditutup Kerudung Kesayangan Saat Tiada Terry Putri/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Terry Putri berusaha tegar menerima kepergian sang ibunda, Hj Tini Yusrip yang meninggal dunia usai gagal menjalani operasi bypass jantung. Hj Tini meninggal di usia 70 tahun pada Sabtu pukul 14.25 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Selatan. 

Rupanya sang ibunda dan keluarga besar Terry sudah mempersiapkan diri akan resiko besar, yaitu kematian, yang bisa saja terjadi dalam pelaksanaan operasi bypass ini. Terry pun menceritakan detik-detik ketika sang ibu akan melakukan operasi yang memakan waktu hingga 12 jam itu.

"Prosesnya udah panjang, menuju bypass kan udah berbulan-bulan. Kalo bypass harus ikhlas keluarganya. Sebelum masuk ruang operasi, foto-foto udah, diajak selfie berdua mau. Biasanya gak mau, kita udah maaf-maafan, lahir batin. Pesennya banyak banget, cuma namanya anak-anak kan begitu," tutur Terry saat ditemui usai pemakaman sang ibu di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/2).

Terry berusaha tegar meski merasa terpukul/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoTerry berusaha tegar meski merasa terpukul/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Sebelum masuk ruang operasi pula, Hj Tini berpesan kepada anak-anaknya jika meninggal nanti, beliau ingin wajahnya ditutup menggunakan kerudung pilihannya. Rasa shock pun tiba menghampiri Terry kala mendengar pesan sang bunda.

"Dia bilang, 'Kerudung di rumah banyak banget, kalo udah gak ada (meninggal) mau mukanya ditutup kerudung ini'. Kita yang, 'Udah lah mama gak usah ngomong begitu.' Jadi memang bukan firasat atau apa sih. Mama udah tenang, anak udah dewasa, kita pas denger mama ngomong gitu, udah nyess (shock), tapi kita yang, 'Udah lah mama jangan ngomong gitu'," ungkap Terry.

Terry antar sang ibu hingga pemakaman/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoTerry antar sang ibu hingga pemakaman/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Terry lebih shock lagi melihat kondisi sang mama pasca operasi. "Lihat badannya mama shock dan histeris, karena operasi bypass itu kan ada lubangnya ya. Cuma aku lihatnya jiwa. Dia udah mempersiapkan jiwanya, salat dan amal ibadahnya. Lihat jiwanya in sha Allah udah cukuplah untuk bekal di sana (akhirat)," ujarnya.

Bicara tentang keinginan almarhumah yang belum tercapai, Terry merasa tak akan pernah cukup untuk menceritakannya. "Kita aja waktu mama gak sadar, kita bisikin dulu sambil bangunin dengan kata-kata semangat. 'Mama belum ajarin bikin rendang, ayo bangun.' Itu mungkin secara tidak langsung yang belum tercapai. Kalo ditanya, belum cukup bahagiakan orangtua, itu betul banget," jelasnya.

Terakhir, sang ibu juga berpesan agar Terry menjaga sang adik yang tengah hamil. "Aku yang antar terakhir ke ruang operasi dan sempat bicara banyak dengan mama. Dia kasih masukan ke aku, aku pun kasih masukan ke dia. Tapi mungkin lebih ke masukan dia yang selalu aku ingat, dia juga titip adikku yang lagi hamil," tandasnya.

(kpl/pur/tch)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING