Kapanlagi.com - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat meyakini juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan menjadi salah satu korban tewas akibat muntahan awan panas gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (26/10) petang."Jenazah itu memang benar Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi," kata Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) Prabukusumo yang merupakan adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Yogyakarta, Rabu (27/10).Menurut dia, kepastian itu salah satunya dapat dilihat dari ciri fisik jenazah yaitu jempol tangan kanan bengkok ditambah keterangan dari keluarga yang dipanggil ke rumah sakit.
Ia mengatakan kematian pria kelahiran 1927 tersebut telah disampaikan kepada Raja Keraton Ngayogyakarta dan Sri Sultan HB X berencana menelepon Menteri Pemuda dan Olahraga untuk menyampaikan kabar tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Juru Kunci Gunung Merapi
Ki Surakso Hargo atau
Mbah Maridjan menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore.Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan.Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon."Biasanya di dalam rumah
Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh
Mbah Maridjan sendiri," katanya.Ia mengatakan, kondisi di dusun sekitar tempat tinggal
Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh."Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava," katanya.