Kesal, Kuasa Hukum Aa Gatot Sebut Saksi di Persidangan 'Asal-Asalan'

Rabu, 06 Desember 2017 12:00 Penulis: Tyssa Madelina
Kesal, Kuasa Hukum Aa Gatot Sebut Saksi di Persidangan 'Asal-Asalan' Gatot Brajamusti. © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Persidangan kasus keterlibatan Gatot Brajamusti dengan senjata api dan satwa ilegal kembali digelar pada hari Selasa (5/12/2017) lalu. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum mengundang beberapa saksi terkait kasus Gatot. Saksi yang hadir antara lain Nadine Chandrawinata dan Dedi Setiadi, keduanya sama-sama terlibat dalam proses film AZRAX. Nadine sebagai aktris, sedangkan Dedi adalah sang sutradara.

Achmad Rifai selaku kuasa hukum Aa Gatot menjelaskan bahwa dalam sidang tersebut, Nadine tidak tahu sama sekali perihal keberadaan senjata api dan satwa ilegal. "Saya menanyakan beberapa kali kepada Nadine dan dia mengatakan tidak tahu sama sekali tentang senjata tersebut sehingga demikian, saksi ini tidak tahu tentang proses hukum. Tentu mereka tidak layak sebagai saksi," ungkap Achmad Rifai saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (5/12).

Kuasa hukum Gatot pun menyebutkan bahwa sebagaimana tercantum di KUHP, saksi yang tidak mengetahui secara langsung tidak bisa disebut dengan saksi. Dia menambahkan, dalam sidang tersebut, saksi kedua, yakni Dedi Setiadi juga tidak mengetahui keberadaan senjata api yang dimaksud.

Kuasa Hukum menilai saksi yang dihadirkan dalam persidangan tidak kompeten. © KapanLagi.com/Budy SantosoKuasa Hukum menilai saksi yang dihadirkan dalam persidangan tidak kompeten. © KapanLagi.com/Budy Santoso

"Sutradara juga tidak mengetahui padahal ini sidang tentang senjata api. Bagaimana seorang jaksa menghadirkan saksi yang tidak ada kaitannya, saksi yang tidak tahu apa-apa?" sesal Achmad. Tak hanya itu, Achmad juga menyayangkan ketidakhadiran Ustadz Guntur Bumi sebagai saksi, padahal kehadirannya disebut bisa membongkar kasus tersebut.

"Orang yang mengetahui, orang yang melihat, itulah yang dihadirkan sebagai saksi. Bukan saksi asal-asalan. Ini saksi asal-asalan malah dihadirkan di persidangan," ujarnya.

Keputusan Hadiman, selaku Jaksa Penuntut Umum yang menghadirkan beberapa saksi tersebut turut disayangkan oleh Achmad. Menurut Achmad, seharusnya JPU bisa menghadirkan saksi yang lebih kompeten guna melancarkan jalannya persidangan. "Ketika mendakwa seseorang yang profesional, artinya hadirkanlah saksi yang tahu jangan yang asal-asalan dan tidak tahu sama sekali," tandas Achmad.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING