Kisah Anggun Jadi Wanita Jawa 'Palsu' Selama Berkarir di Tanah Eropa

Selasa, 05 September 2017 21:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Kisah Anggun Jadi Wanita Jawa 'Palsu' Selama Berkarir di Tanah Eropa Anggun © KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Tahun 90an silam, Anggun adalah penyanyi yang namanya meroket di Tanah Air, terutama di kalangan pecinta musik. Kala tu Ia sempat merilis 4 studio album dengan beberapa single hits seperti Mimpi dan Tua-Tua Keladi. Namun kesuksesan di Tanah Air tak membuatnya cepat puas. Ia ingin melebarkan sayapnya ke Ranah Eropa.

Tahun 1994, ketika usianya 20 tahun, Anggun membuat sebuah perjudian. Ya, Ia menjual recording label-nya untuk membiayai 'petualangan' barunya di Eropa. Kala itu, penyanyi bersuara emas ini memilih London sebagai destinasi awalnya.

Anggun lakukan perjudian untuk berkarir di Tanah Eropa © KapanLagi.com®Anggun lakukan perjudian untuk berkarir di Tanah Eropa © KapanLagi.com®

Anggun mengaku kesulitan menembus persaingan industri musik di Eropa pada awalnya. Bahkan, ibu satu anak itu sempat mengalami krisis keuangan selama berada di London. Uang hasil dari penjualan studionya habis dipakai untuk biaya hidupnya.

"Aku punya mimpi untuk berkarir Internasional, tapi produser (musik) tak akan datang ke Indonesia untuk mencari talenta, karen banyak sekali di negara mereka juga banyak yang bertalenta. Aku harus ke sana. Aku penasaran, dan aku pikir ini waktu yang tepat untuk berubah. Di Indonesia, kita tidak punya banyak informasi masuk, hanya dari satu atau dua sumber saja. Dan Internet dulu masih belum sebesar sekarang," ungkap Anggun di sebuah interview bersama Billboard Magazine.

Anggun tak lantas menyerah begitu saja. Meski harus naik bis untuk ke mana-mana demi menghemat uang, Ia tetap mencoba dan berusaha demi meniti karirnya di Tanah Eropa. Bahkan saking desperate-nya, wanita yang kini berusia 43 tahun itu juga sempat ke club-club, mempromosikan diri sebagai penyanyi.

Anggun sempat kesulitan berkarir di London © KapanLagi.com®/Bambang E RosAnggun sempat kesulitan berkarir di London © KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Dari sana, Anggun merasa jika dirinya harus berubah. Seperti diketahui, Ia memiliki darah Jawa yang kental, yang membuatnya punya sifat malu-malu atau sungkanan. Anggun lalu membuang jauh sifat kolotnya itu dan berubah jadi sosok yang lebih berani dan pede, meski sebenarnya 'palsu' alias bukan dirinya sendiri, seperti dikutip dalam salah satu interview-nya bersama majalah Trax tahun 2006 silam.

Sayangnya, sample-sample lagu yang dikirimkan Anggun ke beberapa studio rekaman di Inggris selalu dikembalikan dan mendapat respon negatif. Anggun lalu mulai mempertimbangkan untuk mencoba peruntungan di negara lain, di mana pilihannya jatuh pada Prancis.

Karir Anggun mulai naik pada tahun 1996 © KapanLagi.com®/Bambang E RosKarir Anggun mulai naik pada tahun 1996 © KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Tahun 1996, karir Internasional Anggun mulai menunjukkan progress yang signifikan, terutama setelah dirinya bertemu dengan produser musik bernama Erick Benzi yang merupakan sosok yang pernah menangani artis-artis besar seperti Celine Dion. Selama beberapa tahun berkarir di Prancis, Anggun telah mendapatkan banyak sekali pernghargaan, dan total ada 5 album Berbahasa Inggris hingga 6 album Berbahasa Prancis yang telah Ia rilis sepanjang karir Internasionalnya.

Anggun bahkan sudah menjalani beberapa tour Eropa untuk mempromosikan karyanya. Dan tak cuma sampai situ saja, Anggun juga sering ditunjuk untuk jadi juri dari ajang-ajang pencarian bakat, seperti Miss France 2009 dan 2016, lalu X Factor Indonesia, Asia's Got Talent dan masih banyak lainnya.

Di atas prestasi gemilangnya, Anggun masih cinta Indonesia meski Ia juga tak jarang dihujat karena keputusannya untuk pindah jadi kewarganegaraan Prancis. Selain sering menyebutnya dalam setiap interview atau postingan di media sosial, pemerhati musik kondang Tanah Air, Bens Leo juga pernah menegaskan kecintaan Anggun pada Indonesia.

Anggun tetap cinta Indonesia © Twitter/anggun_ciptaAnggun tetap cinta Indonesia © Twitter/anggun_cipta

"Saya sempat tanya ke Anggun soal pindah warga negara. Sambil meneteskan air mata, dia bilang terpaksa mengganti kewarganegaraan Perancis. Meski menangis pindah menjadi warga asing, Anggun bilang hatinya tetap merah putih," ujar Bens pada salah satu interviewnya tahun 2015 silam.

Apapun itu, Anggun tetap melakukan pekerjaan yang Ia cintai sambil membuktikan jika dirinya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Eropa. And that... is something to be proud of!

(kpl/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING