Kisah Perjalanan: April Jasmine Sukses Lawan Vonis Mandul

Jum'at, 26 Juli 2013 13:01 Penulis: Darmadi Sasongko
Kisah Perjalanan: April Jasmine Sukses Lawan Vonis Mandul Ustaz Solmed - April Jasmine
Kapanlagi.com - Saat usia pernikahannya masih dalam hitungan bulan, keluargaáUstaz Solmedádivonis dokter 'kesulitan memiliki keturunan!'. Alasannya, April Jasmine, istrinya telah menjalani operasi pengangkatan indung telur di saluran rahim.

Kepanikan nampak di wajah Solmedásaat itu. Dia menitikan air mata di depan kamera sejumlah acara infotainment. Dia juga mengaku sering menangis saat membicarakan persoalan itu dengan istrinya. Aprilásedih, merasa menjadi perempuan tidak sempurna (baca; mandul).

"Saya dan dia sama-sama nangis. Saya sebagai laki-laki harus bisa menenangkan dia. Saya bilang sama dia untuk tidak bersedih karena memang ini sudah jalan-Nya. Mudah-mudahan ini yang terbaik. Saya masih menemani dia,ö kata Solmedádengan suara rendah, Sabtu (8/9/2012).

"Saya sebagai manusia biasa hanya bisa berdoa dan berikhtiar. Saran dokter ini harus saya ikuti. Semoga masih ada harapan dari doa dan ikhtiar kami. Semoga bisa mendapat anak yang soleh," sambung Solmedádengan sisa keoptimisannya.

April divonis dokter mengalami pembengkakan indung telur. Indung telur kirinya membengkak sehingga harus diangkat agar tidak membahayakan indung telur kanan dan rahimnya.

dr Anggia, dokter kandungan yang menangani Aprilámengatakan, salah satu indung telur Aprilátelah diangkat. Kemungkinan untuk memiliki anak kecil, walaupun tetap ada.

"Kalau dikatakan masih terbuka ya, tapi otomatis angkanya jadi lebih kecil karena sudah diangkat salah satu saluran telurnya," tegas dr Anggia, Rabu (31/10/2012) di Rumah Sakit Umum Bunda Menteng Jakarta.

Saat itu, dr Anggia tidak mau bicara prosentase kemungkinan keberhasilan Aprilábisa hamil kembali. Dari yang pernah ditanganinya, ada yang berhasil, tapi angka keberhasilannya sangat kecil.

"Angka keberhasilan otomatis jadi lebih kecil sehingga nggak terlalu banyak pasien (yang berhasil). Mungkin akhirnya yang minta bantuan inseminasi atau bayi tabung," ungkap dr Anggia setengah memberikan saran.

"Jadi masih lebih efektif menjalani bayi tabung, tapi tidak tertutup kemungkinan jalani kehamilan alami," tambahnya.

Memang masih ada kemungkinan, meski hanya sejengkal. Bahkan rahim itu akan kembali diangkat jika terimbas oleh infeksi dari operasi pertamanya. Mereka hanya bisa berpasrah, di antara keterbatasan ikhtiar yang bisa dilakukan.

"Saya belum berpikir tentang apa yang terjadi. Tapi yang sekarang kita pikirkan, waktu sekarang. Saya juga minta istri tak berpikir soal rahimnya. Jadi kita hadapi apa yang terjadi, ada Allah yang kasih jalan," ungkap Solmed berusaha tabah, manahan air mata.

"Masih ada waktu yang bisa dimanfaatkan 3 sampai 6 bulan ke depan. Kita berharap sebagai manusia, semua baik, sambil memohon pada Allah," ujar Solmed.

April danáSolmedákomitmen untuk memanfaatkan peluang yang serba terbatas. Kontan, Aprilásaat itu menghentikan semua aktivitasnya di dunia hiburan. Dia tidak mengeluh, waktunya harus digunakan hanya untuk istirahat dan terapi hormon. Dalam benak mereka terbayang, jika selama 3 sampai 6 bulan gagal, maka harapan punya keturunan akan semakin jauh.

Rupanya Allah mendengarkan doa dan mewujudkan ikhtiar hambanya. Akhirnya ketakutan tidak memiliki keturunan pun sirna. Tiga bulan berselang setelah operasi, April Jasmineádinyatakan positif hamil. Perjuangan kerasnya seperti terbayar oleh pernyataan 'positif' dari dokternya. Pertama kali mendengar kabar bahagia tersebut, Aprilámengaku tidak kuasa menahan air mata.

"Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah, pada akhirnya setelah kita cek perkiraan sih sekitar 5 minggu dan kemungkinan akhir bulan ini, kata dokter, menunjukkan pergerakan, jantungnya berdenyut," ujar April Jasminádengan senyum sumringah saat ditemui di kediamannya, di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (7/12/2012).

"Gak terasa air mata menetes, kita cari tempat sholat di mushola, waktu itu Ashar, sujud syukur. Rasanya seneng, apa yang kita nantikan dateng juga. Ini bukan kebahagiaan aku sama Ustad aja, teman-teman juga terharu sampai nangis," tuturnya.

Air mata bahagia telah datang meski belum sepenuhnya aman untuk memiliki momongan. Aprilámasih harus menjaga janinnya hingga persalinannya berjalan lancar. Waktunya saat itu, betul-betul dimanfaatkan untuk menjaga si janin.

Aprilápatuh menjalani hari-harinya, tidak keluar rumah dan tidak makan aneh-aneh. Dia berharap bisa menjalani persalinan secara normal untuk menjadi seorang perempuan yang sempurna. Dia diprediksi akan melahirkan antara 13 Agustus sampai 15 Agustus. Dokter juga sempat memberikan prediksi susulan, yakni pada 30 Juli.

Namun, sesuai takdirnya pada 22 Juli 2013, bayi Sulthan Mahmoed Qusyairi terlahir dengan berat 2,9 Kg dan panjang 49 Cm melalui proses caesar.á Selamat! telah sukses menempuh perjalanan, melawan vonis mandul.

(kpl/dar)


REKOMENDASI
TRENDING