Kisah Veri-AFI di Senetron-kan

Kapanlagi.com - Proyek Akademi Fantasi Indosiar (AFI) memang sengaja dirancang untuk melahirkan para bintang yang mumpuni disegala ranah hiburan. Setelah menerbitkan album musik keroyokan Menuju Bintang, dan menjadi model iklan, kini mereka dihadapkan dengan proyek besar berikutnya. Yakni membintangi sebuah sinetron bertajuk Menuju Puncak, sebuah nama yang amat lekat dengan acara Akademi Fantasi Indosiar ini.

Setelah melalui tahap pemikiran dan perencanaan, akhirnya tim AFI telah memutuskan untuk mengangkat perjalanan dan perjuangan Veri, jawara AFI I, yang berasal dari kota kecil untuk mewujudkan cita-citanya jadi penyanyi ternama. Sinetron ini didukung oleh 12 finalis AFI I dan 2 perserta AFI II yang tereliminasi, Yudhis dan Bas serta beberapa artis senior seperti Titiek Puspa, Didi Petet, Donny Damara, Feery Maryadi, Devi Permatasari, dan Andre Stinky.

Menurut Hilman Hariwijaya, supervisor produksi sinetron Menuju Puncak, jalan cerita sinetron tersebut bakal mirip dengan perjalanan Veri. Namun ia menegaskan bila ceritanya fiktif belaka. "Meskipun mirip dengan perjalanan Veri dalam menggapai cita-citanya sebagai penyanyi ternama, namun cerita ini fiktif. Tim penulis skenario juga tidak bermaksudmembuat sama antara pemain dan karakter," ujar Hilman.

Veri dan Mawar mengaku sangat senang bisa berperan serta di sinetron perdananya ini. Veri dengan gaya kalemnya, menyatakan bahwa ini adalah kesempatan dan pengalaman baru baginya. "Ini pengalaman baru, dan kami siap melakukannya," papar Veri.

Mawar, lain lagi. Ia tampak antusias dan senang sekali waktu pertama menerima script sinetron. "Saya sempat bingung tapi campur senang waktu pertama kali nerima script sinetron ini. Sampai saat ini kami masih nggak percaya akan main sinetron secepat ini," ujar Mawar dengan bungah.

Menurut Triyandi S, direktur program Indosiar, untuk tahap pertama, sinetron ini akan digarap dalam 15 episode. Bila ratingnya bagus, mereka akan melanjutkan episode berikutnya. "Untuk tahap awal, akan kita produksi 15 episode dulu. Bila ternyata ratingnya bagus, akan kita produksi lagi, dan tidak menutup kemungkinan dapat berkembang ke layar lebar," terang Triyandi.

(isb/erl)

Rekomendasi

Trending