Kolaborasi dengan OM PMR, Indro Warkop Inginkan Perbedaan

Rabu, 19 Desember 2018 16:13 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Kolaborasi dengan OM PMR, Indro Warkop Inginkan Perbedaan Indro Warkop & OM PMR © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Indro Warkop kembali menyanyi. Tak banyak yang tahu memang kalau ia pernah 'nyemplung' ke dunia tarik suara. Apalagi bersama OM PMR.

Kolaborasi ini kembali terjadi kemarin Selasa (18/12) di acara Silaturasa yang dihelat di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Pada acara ini mereka berkesempatan untuk membawakan deretan lagu yang pernah dibawakan di Warkop. Seperti Burung Kakak Tua (versi warkop), My Bonnie Lies Over The Ocean, I Don't Wanna Talk About It, dan Ngobrol di Warung Kopi.

Pada kolaborasinya dengan OM PMR kali ini Indro Warkop mengungkap kalau rekan-rekannya itu tidak berubah. Masih tetap OK dan kooperatif. Namun dengan keikutsertaannya, Indro ingin memberikan perbedaaan lain pada OM PMR. Perbedaan seperti apa sih Om Indro?

"Masih OK dan masih kooperatif! Kalau dulu kan aku masih ikut ngulik (lagu) ya, sekarang enggak. 'Aku maunya begini begini'. Sekarang mereka memang musik senang-senang ya, ceria. Tapi sama aku, aku pingin juga ada sesuatu yang beda. Kayak tadi ngobrol di warung kopi kita bawain seperti acapella. Itu kan perlu punya skill musikalitas lah sedikit. Ya hal-hal seperti itu gitu," ujar Indro.

Indro Warkop & OM PMR © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaIndro Warkop & OM PMR © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Dengan kata lain perbedaan yang dimaksud oleh Indro adalah eksplorasi genre musik. Persis dengan yang mereka lakukan kemarin. Indro Warkop dan OM PMR berkreasi menggunakan Gendang khas musik dangdut.

"Jadi kita hanya butuh jalan-jalan (eksplorasi) nanti dari dangdut, yang tadi ada masukin jadi kayak Kendangan Jawa, terus kita masuk ke Latin atau Samba, nggak di satu tempat aja. Kalau dangdut kita nggak terlalu ekspert, kita enggak main cengkok. Jadi kita juga nggak boleh sok tahu, makanya kita gabungin semuanya. Ya kan ada perubahan. Banyak sekali, secara musik kita sesuaikan dengan seperti ini. Kayak terakhir ini kan dangdut. Sebetulnya Kendangannya udah agak gak ke dangdut. Kendangannya kayak tadi tuh, lebih ke Sunda atau ke Jawa. Kalau yang saya lihat sih ya," jelas Indro lagi.

Berkreasi dengan genre musik tidaklah mudah. Beruntungnya usaha mereka untuk memberikan perbedaan ini mendapatkan apresiasi yang baik dari kaum milenial. Seperti apa sih apresiasinya?

"Justru yang menonton saya pertama itu kan kaum milenial. Ternyata milenial itu juga ngikutin Warkop banget. Makanya saya bilang, ketika musik mati, mereka nyanyi terus sampe habis. Jadi saya sih punya keyakinan kalau gaya kita kayak gini oleh milenial diterima," pungkas Indro Warkop dengan percaya diri.

(kpl/pur/ren)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING