Kuasa Hukum Bantah Isu Rizal Djibran Jadi Bandar Narkoba

Selasa, 06 Maret 2018 17:30 Penulis: Tyssa Madelina
Kuasa Hukum Bantah Isu Rizal Djibran Jadi Bandar Narkoba Rizal Djibran © KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu, sederet nama publik figur Tanah Air terseret karena kasus penyalahgunaan narkoba. Aktor senior Rizal Djibran adalah salah satunya. Bintang sinetron ANGLING DHARMA tersebut ditangkap pada tanggal 21 Februari 2018 lalu karena mengantongi 0,66 gram sabu.

Sebelumnya Brigjen Pol Drs. Eko Daniyanto selaku Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyebut bahwa Rizal memiliki ruangan khusus untuk memakai narkoba. Dalam pemeriksaan, ia juga mengatakan bahwa aktor laga tersebut bisa mengonsumsi barang haram sampai di luar kota. Dugaan kuat, Rizal mengenal beberapa penyuplai yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Namun, penuturan berbeda justru disampaikan oleh Denny Lubis selaku kuasa hukum Rizal.

"Pertama bersama kuasa hukum menyangkal dia belum pernah ditahan dan ditangkap karena narkoba sebelum kejadian kemarin. Kedua, dia tidak terlibat dengan peredaran dan kejahatan narkoba, yang beredar isunya sekarang ini. Dia menggunakan kurang lebih satu tahun. Dia gunakan dan tidak jor-joran," ungkap Denny Lubis, saat ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jaksel, Selasa (6/3).

Rizal Djibran kini dalam kondisi sehat di balik jeruji besi. © KapanLagi.comRizal Djibran kini dalam kondisi sehat di balik jeruji besi. © KapanLagi.com

Menurut penuturan Denny, kliennya tersebut mengonsumsi narkoba sebagai penambah stamina. Kini, Rizal sendiri sedang dalam kondisi sehat di balik jeruji besi.

"Seperti yang kita katakan, dia bukan depresi atau krisis kepercayaan diri, dia hanya untuk menggunakan itu sebagai doping dan semangat saja. Itu kesalahan Rizal. Saat ini stabil kesehatannya. Kondisi kemarin dia stabil, dia tidak sakau kok," jelasnya.

Lebih lanjut, kini tim Kuasa Hukum Rizal beserta keluarga tengah mengusahakan agar ia tidak mendekam di balik penjara. Denny menilai, kliennya tersebut hanya korban dan berhak untuk mengajukan proses rehabilitasi.

(kpl/pur/tmd)

Reporter:

Mathias Purwanto.

REKOMENDASI
TRENDING