SELEBRITI

Lee Jeong Hoon Cerita Pengalaman Pertamanya Masuk Masjid, Sempat Takut

Minggu, 27 Januari 2019 12:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Lee Jeong Hoon tertarik pelajari Masjid di Indonesia / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Artis Korea yang kini tengah meniti karir di Indonesia, Lee Jeong Hoon menunjukkan solidaritasnya terhadap keberagaman dengan menghadiri perayaan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-73. Ia diundang secara pribadi oleh Menteri Perhubungan yang juga pembina Masyarakat Cinta Masjid (MCM), Budi Karya Sumadi.

Kepada awak media, Sumadi pun menuturkan alasannya menggandeng Lee yang notabene berbeda keyakinan di acara tersebut. "Mengapa saya ajak Lee? Dia cerita sama saya, 'Pak Budi, masjid itu luar biasa sejuk, indah', makanya dia saya ajak ke sini. Jadi buat umat muslim masjid untuk syiar dan masyarakat untuk cinta masjid dan untuk mengajak mencipatakan suasana yang sejuk. Orang korea aja mau, kenapa kita nggak?" ujar Sumadi, Minggu (27/1/2019).

Di sisi lain, Lee juga punya alasan sendiri kenapa dirinya berkenan menghadiri acara tersebut. Rupanya tinggal di Indonesia membuat suami dari Monique Octaviani itu tertarik untuk mempelajari tentang masjid-masjid yang ada di Indonesia.

"Kita harus mencintai dan menjaga masjid. Kalau di Korea nyari masjid sangat susah, ada muslim, tapi masjid susah. Tapi kalau di sini kan mudah, orang Korea datang ke Indonesia mau mampir ke Masjid dan mereka banyak yang mempelajari soal Islam. Dan saya orang Korea ingin mempelajari juga soal masjid di Indonesia," ujar Lee.

1. Sempat Takut Masuk Masjid

Lebih jauh, Lee menceritakan pengalaman pertamanya masuk sebuah masjid. Sebagai non-muslim, Ia terkejut betapa welcome dan ramah sambutan yang diberikan oleh orang-orang muslim kepada dirinya.

"Saya pernah masuk masjid di Jakarta yang kecil-kecil sama warga-warga, saat membagikan sedikit rezeki, saling berbagi. Awalnya takut, apalagi saya begini, takut nggak diterima. Tapi ternyata mereka welcome, ramah banget, mau agamanya apa ayo duduk bareng, jadi kayak keluarga," kenangnya.

2. Kembalikan Fungsi Masjid

Tak bisa dipungkiri jika dalam beberapa waktu terakhir, masjid sering kali disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang konteksnya di luar agama, seperti dakwah berbau politik. Demi memerangi hal itu, Wisnu Dewanto selaku ketua dari MCM pun tengah berusaha untuk meluruskan fungsi masjid lagi lewat beberapa program.

"MCM sudah berdiri di 14 provinsi. Kita menolak masjid dijadikan tempat untuk melakukan dakwah mengadu domba dan meminta masyarakat mengkritisi politik praktis dan masyarakat untuk peka dan dekat dengan Tuhan dan sesama," pungkas Wisnu Dewanto, Ketua Dewan MCM.


REKOMENDASI
TRENDING