Pakai Metode Lotus Birth, Andien Biarkan Plasenta Puput Sendiri

Rabu, 18 Januari 2017 14:35 Penulis: Wulan Noviarina
Pakai Metode Lotus Birth, Andien Biarkan Plasenta Puput Sendiri Andien ©KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Selain menggunakan metode water birth untuk melahirkan anak pertamanya, Andien ternyata juga memakai metode lotus birth untuk Anaku Aksara Biru. Lewat sebuah foto, Andien menjelaskan metode yang masih belum terlalu populer di Indonesia ini.

Lotus birth adalah membiarkan bayi tetap terhubung dengan plasentanya meski ia sudah lahir ke dunia. Andien dan bidan yang membantu persalinan tak memotong ari-ari bayi. Nantinya, tali plasenta akan terlepas dengan sendirinya, dan dalam kasus Kawa berlangsung selama tiga hari.

"Kawa, bayi lotus-ku. Bersama kakak plasentanya yang setia menemani selama 9 bulan di dalam rahim, hingga puput dengan sendirinya," tulis Andien.

Andien memakai metode lotus birth untuk Kawa ©instagram/andienaisyahAndien memakai metode lotus birth untuk Kawa ©instagram/andienaisyah


"Aku membiarkannya lahir dengan utuh dan tetap menjaganya seperti itu. Lotus birth memperpanjang kedamaian dalam perut ibu. Ini adalah pilihan, kado dari orangtua yang mengetahui betapa pentingnya hal ini," lanjut Andien.

Dalam foto yang diunggah Andien, nampak pusar Kawa masih menempel pada plasenta yang diletakkan di sebelahnya. Plasenta Kawa sendiri terlihat besar, dan karena dipotret dalam warna hitam putih, plasenta yang biasanya berwarna merah darah itu tak terlihat mengerikan.

Pada persalinan lainnya, tali plasenta bayi diputus begitu ia keluar dari rahim. Setelah itu ibu baru mengeluarkan plasenta dan kemudian diletakkan terpisah dari sang bayi. Namun tidak dengan Lotus birth, yang mana plasenta dibiarkan tetap menempel sampai lepas dengan sendirinya.

Sampai saat ini masih ada pro kontra soal metode Lotus birth. Namun Andien termasuk golongan yang pro, dan ia memilih cara ini sebagai metode kelahiran putra pertamanya.

Lotus Birth Jadi Tren, Ini 4 Metode Unik Persalinan Baru

(kpl/phi)

Editor:

Wulan Noviarina


REKOMENDASI
TRENDING