SELEBRITI

Pembuluh Darah Pecah, Dallas Pratama Seperti Terlahir Kembali - Hanya Ingat Istri Saat Bangun Dari Koma

Jum'at, 17 September 2021 19:30

Dallas Pratama © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Sosok Dallas Pratama sempat menghilang dari peredaran selama beberapa waktu terakhir. Rupanya dua tahun belakangan ia menjalani proses pengobatan setelah terjadi kembali pembengkakan pada pembuluh darah otak kiri.

Sebagaimana diketahui, aktor sejumlah film layar lebar ini sempat koma akibat pembuluh darahnya bengkak kemudian pecah pada 2015 silam. Ketika akhirnya terbangun, ia pun mengalami efek samping berupa hilang ingatan.

Begitu pulih, pada 2018 pembuluh darahnya kembali bengkak sehingga harus menjalani tindakan coiling. Coiling merupakan proses dimasukkannya coil melalui akses pembuluh darah supaya menghalangi masuk ke kantong aneurisma yang pernah pecah.

Ditemui baru-baru ini, Dallas mengungkap rasa syukur bisa sembuh. Ia pun berpesan kepada orang-orang untuk mulai hidup sehat dengan tidak merokok karena itu salah satu penyebabnya.

"Gaya hidup harus sehat. Jaga makanan, jangan merokok dan istirahat cukup. Kalau ada rezeki lebih, kontrol rutin sebelum jadinya seperti saya kemarin," tutur Dallas di RS Pusat Otak Nasional, kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021).

1. Seperti Terlahir Kembali

Dallas Pratama pun berkisah saat dirinya terbangun dari koma setelah pembuluh darahnya pecah pada tahun 2015. Ia merasa seperti terlahir kembali karena tidak mengingat apapun selain istrinya.

"Rasanya kayak terlahir kembali. Karena saya tidak bisa ingat apa-apa. Cuma sedikit yang saya ingat yaitu istri saya doang karena dia ada sebelum kejadian. Saya seperti me-reset semua, seperti bayi terlahir, belajar jalan, mengingat," tutur Dallas.

dr Abrar Arham yang menangani proses penyembuhan Dallas Pratama mengungkap betapa beruntung kondisinya bisa seperti sekarang. Karena jika bukan mukjizat, pecahnya pembuluh darah bisa berakibat fatal yaitu kematian.

"Pecahnya pembuluh darah itu proses recovery-nya nggak mudah. Kalau pecah itu bisa timbulkan kecacatan, kelumpuhan atau kematian. Makanya dengan resiko sebesar itu, harus ditangani sebelum pecah. Faktor pemicu itu hipertensi dan merokok. Untuk mengontrol tekanan darah tinggi, bisa menjaga dengan pola makan dan gaya hidup sehat," tutupnya.

(kpl/abs/phi)


REKOMENDASI
TRENDING