Pesan Bijak Kabayan Jadi Presiden

Jum'at, 15 Februari 2013 18:56 Penulis:
Pesan Bijak Kabayan Jadi Presiden Ilustrasi
Kapanlagi.com - Pentas "Kabayan Jadi Presiden" dihelat 7 Februari 2013 lalu di Gedung Sasana Budaya Ganesha–Bandung. Pementasan ini merupakan lanjutan dari program INDONESIA KITA yang bekerja dengan seniman–seniman Bandung, seperti Tisna Sanjaya ( sebagai Kabayan ), Aat Soreatin, Didi Petet, Hari Pochang, Peggy Melati Sukma, Joe P-Project, Argo, Oni SOS, Herry Antha, Budi Dalton, Mang Imank, dan Kelompok Musik Karinding Attack, Rumah Musik Harry Roesli dan banyak lagi.

"Ini lakon komedi yang melihat secara kritis perihal kepemimpinan yang kehilangan kedaulatan," imbuh Butet Kartaredjasa yang menjadi salah satu Tim Kreatif INDONESIA KITA bersama Agus Noor dan Djaduk Ferianto.

Pementasan ulang Kabayan Jadi PresidenPementasan ulang Kabayan Jadi Presiden

Karakter Kabayan berhasil melintasi zaman justru karena sikapnya. Karakter lelaki asal sunda ini tetap awet menampilkan karakter manusia yang polos, lugu, dan jujur. Sosok Kabayan mewakili figur manusia yang tetap memegang teguh prinsip tak peduli kondisi eksternal apa pun. Inilah yang juga tergambar di dalam pertunjukan ini.

Ketika perilaku politikus semakin sulit difahami, ketika para pemimpin sibuk dengan kepentingannya sendiri dan partainya, rakyatpun gelisah. Mereka rindu pemimpin yang bisa dipercaya, dalam situasi seperti itu sosok Kabayan muncul. Ini menjadi semacam kerinduan Rakyat pada sosok pemimpin yang benar–benar jujur dan bisa dipercaya. Rakyat ramai–ramai mengusung simpatik rakyat

Kabayan sesungguhnya adalah sebuah cara berfikir alternatif. Dirinya ingin dilihat bukan semata sebagai sosok yang dibutuhkan dunia hiburan, tetapi juga di tingkat gagasan. Sosoknya bisa menjadi ikon bagi “pemikiran alternative” seperti Che Guevara. Ia bisa menjadi inspirasi perubahan melalui jalan kebudayaan.

Dan dalam konteks saat ini, ketika berlangsung proses Pemilihan Gubernur Jawa Barat, lakon yang menghadirkan sosok Kabayan ini menjadi makin relevan: Partai–partai politik adakan berlomba–lomba memburu kandidat yang popular namun mau untuk dikemudikan arah sikapnya kelar jika terpilih.

Kisah yang diangkat di pertunjukkan ini sebenarnya bisa dijadikan rambu–rambu bagi masyarakat menjelang pemilu bahwa kita tak lagi hanya bisa mengandalkan karakter sosok yang dipilih tapi harus semakin cerdik untuk melihat unsur apa yang mendukung di balik itu. Justru kekuatan yang berada di belakang, wajib diwaspadai mengingat merekalah yang memiliki kepentingan besar untuk mendapatkan keuntungan dari rakyat.

Banyak pesan moral didapat dari pentas Kabayan Jadi PresidenBanyak pesan moral didapat dari pentas Kabayan Jadi Presiden

Maka ketika "Kabayan Jadi Presiden" dipentaskan (ulang) di Bandung, ia menjadi sebuah peristiwa budaya yang tak hanya bermakna sebuah pertunjukan. Peristiwa ini menjadi semacam peristiwa “Kabayan pulang kampong”, pulang ke rumah dan jiwa yang membesarkannya, ke jiwa rakyat yang menjadi sumber inspirasi kehidupannya. Kabayan seperti diingatkan: ia harus selalu dekat dan berada dalam jiwa rakyat yang mencintainya. Seperti inilah semestinya seorang pemimpin sejati.

Inilah yang didapatkan oleh penonton lewat pertunjukkan "Kabayan Jadi Presiden". Sebuah hiburan yang tak hanya kental dengan sentilan-sentilan, tapi juga mengingatkan apa yang sebentar lagi akan terjadi. Sekaligus memperlihatkan bahwa mempertahankan kejujuran dan idealisme telah menjadi barang langka di negeri ini, terutama untuk sosok pemimpin.

(kpl/win/aik)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING