Tya Ariestya Pilih Ponsel Jadul untuk Anak, Bukan Smartphone

Tya Ariestya dan anak-anak © instagram.com/tya_ariestya
Tya Ariestya memilih langkah berbeda di tengah tren anak-anak menggunakan smartphone. Putranya, Kanaka, dibekali ponsel jadul yang fungsinya terbatas untuk menelepon dan mengirim pesan singkat.
"Jadi Kanaka itu dia tuh agak penakut banget lah. Misalnya kalau pipis pup toiletnya harus buka. Gitu jadi kayak dia ngerasa kayak pengen takut sendirian," ujar Tya Ariestya saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (11/08/2026).
"Terus kalau di bioskop misalnya 'Kanaka bentar ya Ayah mau beli makanan dulu ke bawah' atau 'Ayah mau ke toilet dulu'. Dia tuh ikut. Enggak mau ditinggal sendiri," sambungnya.
Advertisement
1. Alasan Tya Ariestya Pilih HP Jadul untuk Kanaka

Tya menuturkan, keputusan memberikan perangkat sederhana ini berangkat dari kebutuhan Kanaka untuk merasa aman dan bisa menghubungi orang tua saat terpisah di tempat umum.
"Akhirnya suamiku nanya alasannya kenapa? Salah satu alasannya adalah karena dia itu takut dan bingung kalau seandainya dia sendiri dan dia mau nyari Ayah Bundanya ke mana," katanya.
Ia dan suami bersepakat untuk menunda pemberian gawai yang memiliki akses internet bebas. Fokus mereka adalah menyediakan alat komunikasi yang mudah dipakai saat diperlukan.
"Nah artinya kan memang butuh alat untuk komunikasi kan. Sementara aku dan suami masih belum mau ngasih handphone yang memang gadget gitu yang bisa internet dan lain-lain," sambung Tya Ariestya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Hanya untuk Komunikasi, Tanpa Internet
Ponsel jadul itu diposisikan sebagai alat komunikasi darurat ketika Kanaka berada di ruang publik atau terpisah dari orang tua. Fungsinya sebatas telepon dan SMS, sehingga penggunaannya terarah.
"Jadi akhirnya ya sudahlah kita beli handphone jadul aja pakai pulsa. 150 ribu pulsanya juga 150 ribu. Ya sudah lah kayak gitu. Jadi dia sekarang pede kalau di bioskop nih 'Bentar ya Kanaka ya Ayah ke toilet dulu'. Ikut dong kan udah ada handphone nanti kalau butuh apa-apa tinggal telepon gitu," kata Tya Ariestya.
Tya menyampaikan, keberadaan ponsel membuat Kanaka lebih percaya diri saat berada di bioskop karena dapat segera menghubungi orang tua bila diperlukan.
3. Harga Terjangkau, Anak Tetap Percaya Diri
Tya mengungkapkan ponsel yang dibeli harganya terjangkau, demikian pula biaya pulsanya. Bagi mereka, fungsi utama sebagai alat komunikasi sudah tercapai tanpa harus memberikan perangkat mewah.
"Alhamdulillah anak-anak aku enggak pernah minder dengan barang yang biasa-biasa aja. Jadi dia punya barang 150 ribu itu dia bangga. Dia bangganya gimana? Di belakangnya itu dicat sama dia, dikreasiin jadi menurut dia juga beda dari yang lain gitu," pungkas Tya Ariestya.
Kanaka bahkan menghias bagian belakang ponselnya dengan cat pilox. Menurut Tya, hal tersebut membuat Kanaka merasa ponselnya berbeda dan menumbuhkan rasa bangga meski bukan smartphone.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/phi)
Advertisement












































