Ricky Martin Menjanjikan Sekolah Bagi Korban Tsunami di Thailand
Kapanlagi.com - Mahabintang dari Amerika Latin Ricky Martin hari Jumat (14/1) menyatakan lembaga karitasnya akan membangun kembali sekolah pada satu desa yang dilanda tsunami di Thailand, setelah mengunjungi rumah seorang guru yang bagian halaman belakangnya dimanfaatkan sebagai sekolah darurat.
Sebanyak 123 siswa duduk di kursi kayu menghadapi meja-meja panjang yang menyebar di halaman tersebut. Lima di antara para pelajar itu meninggal disapu tsunami 26 Desember lalu. Bencana gelombang raksasa itu menewaskan lebih dari 5.300 di Thailand.
"Untuk saat ini, pendidikan mereka aman, karena ada guru yang mengajar mereka. Guru tersebut melakukan tugasnya 100 persen, dan itu sempurna, tapi mereka memerlukan gedung sekolah," kata Martin kepada wartawan.
Dia menyatakan harapannya dapat membangunkan gedung sekolah baru bagi para pelajar tersebut melalui lembaga karitas pribadinya, Yayasan Ricky Martin.
Advertisement
"Kami berupaya membangun gedung sekolah mereka sesegera mungkin," katanya.
Penyanyi Puerto Roko itu juga mengunjungi satu kamp pengungsi di desa nelayan yang porak poranda, Baan Nam Khem, yang di tempat itu sebanyak 3.400 orang tinggal di tempat-tempat penampungan sementara setelah gelombang raksasa meluluhlantakkan rumah mereka.
Dia mengunjungi pusat perawatan anak pada tempat penampungan sementara itu dan berbicara kepada relawan dan para ibu menyangkut penderitaan yang mereka alami.
James Garwood, relawan berusia 29 tahun dari Kalifornia memberitahu Ricky Martin bahwa 78 kelompok menjadi relawan di kamp itu saat ini dan bantuan juga telah mencapai lokasi tersebut, namun bantuan tersebut perlu ditindaklanjuti.
"Dalam waktu satu, dua atau tiga bulan, setiap orang di sini masih belum akan memiliki tempat tinggal. Ada kenangan soal kehebohan dan kerusakan. Saya hanya bertanya mengenai kerajinan dan meneruskan pekerjaan dengan tindak lanjut berikutnya," kata Garwood.
"Itu merupakan kelanjutan kerja bagi masyarakat di Baan Nam Khem, khususnya anak-anak. Yang paling diperlukan di sini adalah cinta kasih".
Kemudian Martin mengunjungi kuil Buddha Yanyao yang telah berubah menjadi kamar jenasah sementara besar-besaran yang menjadi lokasi upaya forensik internasional untuk mengidentifikasi 1.800 mayat yang disimpan di tempat tersebut.
Ditanya mengenai perasaannya setelah menyaksikan secara langsung hasil terjangan tsunami yang mematikan, Martin mengatakan "kadang-kadang diam itu lebih baik".
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
