Ririn Rinura Prihatin Film Nasional Krisis Ide
Ririn Rinura
Kapanlagi.com - Produser film muda, Ririn Rinura, mengaku sangat prihatin dengan kondisi perfilman nasional yang dinilainya tengah mengalami krisis ide. Hal ini dapat diukur dengan tema yang seragam, horor dan sensualitas. Walau tidak semua film Indonesia seperti itu, tapi jumlahnya terbilang sangat sedikit.
Dan lebih dari itu, menurut Ririn, selain miskin tema, film kita juga kurang menggali karakter, miskin penuturan, miskin estetika dan minim pemahaman terhadap fenomena masyarakat. Untuk itu diperlukan keberanian para insan film untuk membimbing selera pasar agar film Indonesia tidak berparas kembar.
Ririn Rinura
“Di zaman penuh tekanan hidup seperti sekarang, tuntutan hiburan begitu kuat. Orang butuh tertawa. Tetapi di sisi lain seniman harus melakukan kontemplasi budaya. Merenung, berikhtiar secara kreatif. Dituntut bisa melahirkan karya seni yang mencuatkan bentuk komunikasi untuk mengembangkan ide, gagasan dan kebutuhan manusiawi,” ungkap Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Yos Soedarso Surabaya tahun 2010 ini, saat ditemui di bilangan kota Jakarta Pusat, Rabu (16/3).
Untuk itu secara berani Ririn mendirikan Production House (PH) Neo 73, adalah bagian dari komitmen Rinura, untuk menggagas karya film bermutu.
“Melalui Production House (PH) ini kami sudah memproduksi beberapa film dokumenter, film independen dan film iklan. Ke depan kami ingin lebih produktif lagi untuk menguatkan eksistensi. Kami juga tengah mendesain beberapa produksi film cerita. Sebuah karya film yang sebisa mungkin memotret realitas, artistik dan komersil,” papar pemilik Thomas Trumph London itu, yang masih merahasiakan judul dan genre film cerita yang akan diproduksinya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/wwn/bun)
Advertisement
