Sawong Jabo Beri Workshop Khusus Untuk 'Kramat Ansamble'
Kapanlagi.com - Musisi asal Surabaya yang banyak tinggal di Australia, Sawong Jabo memberikan workshop khusus selama satu bulan untuk kelompok musik perkusi etnik kontemporer 'Kramat Ansamble' asal Pamekasan, Madura, Jatim."Workshop yang digelar satu bulan selama Agustus 2007 di Pamekasan itu dipersiapkan untuk penampilan Kramat Ansamble pada konser perkusi di Jakarta, September mendatang," kata salah satu manajer 'Kramat Ansamble', Heri Lentho Prasetyo kepada ANTARA di Surabaya, Senin (25/6).Ia merasa mendapatkan kehormatan, karena kelompok musik binaannya bisa diberi masukan oleh Sawong Jabo, termasuk undangan untuk tampil pada konser perkusi bertema 'Loud Rock' yang digagas Sawong Jabo bersama gitaris Totok Tewel.Kelompok musik yang tampil sebagai pembuka pada 'Surabaya Full Music' (SFM) 2007 di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) dengan komposisi, 'Tong Kosong, Kosong Bunyinya' beberapa waktu lalu itu merupakan peraih piala I Bupati Pamekasan yang di Madura dikenal dengan musik 'Ul Daul'.Selain untuk konser perkusi di Jakarta, kelompok itu juga akan tampil pada festival gamelan di Yogyakarta, Juli mendatang. Kelompok yang mengandalkan suara dari kendang, terompet, terbang, kenong, thuk-thuk itu memang menarik ditonton.Dengan lagu-lagu Madura dan lagu-lagu Islami, kelompok itu membawakan musik-musiknya dengan corak dinamis dan rancak. Apalagi Heri Lentho yang juga koreografer menggarap penampilan mereka dengan suguhan tarian pengiring.Untuk kepentingan olahraga, kelompok ini terpilih menjadi pengiring untuk yel-yel tim Jatim pada PON XVII/2008 di Kalimantan Timur (Kaltim)."Gubernur Imam Utomo selaku Ketua KONI Jatim tertarik dan memilih kami agar menjadi pengiring yel-yel tim PON Jatim," kata Lentho.Menurut dia, Imam Utomo tertarik dengan kelompok yang berasal dari musik patrol dan di Madura dikenal dengan nama 'Ul Daul' itu, karena meskipun dengan peralatan sederhana, namun mampu menghasilkan harmoni bunyi yang mempesona.Karena penunjukan itu, Heri bersama Jono dan Jauhar kemudian membuat lagu yang akan dibawakan saat mereka menjadi tim penyemangat para olahragawan Jatim di ajang kejuaraan tingkat nasional itu."Lagu yang sudah kami ciptakan adalah, 'Jawa Timur Menang'. Musiknya digarap oleh Jono dan Jauhar, sedangkan syairnya digarap saya dengan Jono. Karena sifatnya yel-yel, maka musiknya sangat dinamis untuk menggugah semangat," katanya.Diperkirakan, kelompok pendukung tim Jatim berjumlah sekitar 50 orang, bersama dengan sejumlah penarinya. Saat ini, musik yang dipimpin Busri dan Rismulyadi itu terus berlatih, baik untuk persiapan PON tersebut maupun pementasan-pementasan lainnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/bun)
Advertisement
