Sesi Bikini Jadi Soal, Tata Liem Tanyakan Aurat di Ajang Pria

Tata Liem: @KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Salah satu masalah yang dipersoalkan pihak yang menolak ajang kecantikan adalah sesi bikini. Pemakaian bikini tersebut dinilai tak sesuai dengan budaya ketimuran yang dianut masyarakat Indonesia. Sebab ada konsestan dari negara Islam tak mempersoalkan hal ini."Kalau dibilang mengumbar aurat, negara Islam lainnya seperti Arab dan Malaysia selalu mengikuti kontes ini. Nah, di sini hanya negara kita saja yang terlihat beda dari negara lain," kata Tata Liem heran kepada KapanLagi.com®.Padahal, sambungnya, dalam ajang kecantikan tidak melulu mengenakan bikini. Karena justru saat ini para konsestan memakai  pakaian mewah nan glamor."Buat Indonesia ketika berbikini selalu bagian bawahnya agak tertutup. Kontes miss atau pun ratu sejagat saat ini juga lebih banyak mengeksploitasi baju-baju gaun mewah atau houte couture, juga pengetahuan tentang pariwisata negara masing masing. Mungkin ada beberapa pihak di negara kita menantang keras. Herannya kenapa di negara Islam lainnya kok boleh mengikuti ajang seperti ini ?" tutur Tata, Selasa (3/9).

Tata Liem. @KapanLagi.com®Tata Liem. @KapanLagi.com®
Bahkan Tata menilai tidak pas pada pihak yang menolak ajang kecantikan saja. Karena ada pula pemilihan serupa yang dikhususkan untuk kaum pria. "Kalau memang bisa membuat sebuah hal yang positif aku rasa jangan menilai dari paham lama, karena jaman makin berubah dan semua tetap dengan 3B tersebut patokannya, beauty, brain and behavior," ujarnya. "Dan juga kontes ajang Mr alias para pria yang berlaga di ajang serupa gimana? Sepertinya Indonesia juga tuan rumah Mr.International. Nah itu auratnya juga terbuka, kenapa nggak dihebohkan? Syariat Islam batas haram itu dari pusar ke lutut. Nah lho, itu para pria yang ikut kontes serupa kan sama saja mengeksploitasi. Kenapa hanya Miss Universe dan Miss World yang dihebohkan?" papar Tata.

(kpl/dis/rea)

Rekomendasi

Trending