Tengku Firmansyah Terispirasi Sutradara Besar

Kapanlagi.com - Kelar sudah proyek film pertama Tengku Firmansyah. Proses penggarapan film bertajuk d’GIRLZ BEGINS itu hanya membutuhkan waktu dua bulan. Bahkan, waktu syuting film yang mengetengahkan tiga pemain baru, Sabrina, Dhena dan Disa, tersebut hanya berlangsung 15 hari. Film itu mulai tayang di bioskop hari ini. "Waktu saya memang terbatas, Desember membuat konsep, 27 April sudah harus tayang," jelas Tengku Firmansyah saat memberikan keterangan pers di Hard Rock Café, Jakarta, Selasa malam lalu.

Kesulitan terbesar Firman sebagai sutradara baru terletak pada teknis film itu sendiri. Suami Cindy Fatikasari tersebut mengaku baru kali ini menggunakan format film 35 mm dan teknik negatif cutting. Dengan demikian, adegan slow dan fast motion harus diatur dengan kamera saat itu juga, bukan ketika editing. "Hari pertama sempat kesusahan, tapi hari berikutnya sudah lumayan lancar," kenang pria yang pernah membuat klip video untuk istrinya sendiri itu.

Soal mengarahkan para pemain, Firman mengaku tak banyak menemui hambatan. Meski, mereka notabene pemain baru. Bekal workshop pemain selama satu bulan banyak membantu. Film bergenre drama action yang dibungkus dengan komedi itu menceritakan perjalanan Alexa (Sabrina), agen polisi baru, yang ditugasi menyamar ke dalam kampus. Di sini, Alexa bertemu dengan Nicky (Disa) dan Amanda (Dhena) yang membantunya menjalankan tugas tersebut.

Khusus untuk film perdananya itu, Firman berguru secara nonformal kepada 40 orang sutradara. Di antaranya Indrayanto Kurniawan, Sam Sarumpaet, hingga Kaunawan Sumiro. Film-film garapan luar negeri pun tak luput ditontonnya. Terutama, hasil karya sutradara favoritnya, Mel Gibson dan Clint Eastwood.

Terinspirasi dari mereka, Firman pun mengikuti jejak mereka dengan berlakon sendiri dalam film yang tengah dibidaninya itu. Hampir di setiap adegan, Firman yang berperan sebagai Sam Sunyi muncul. "Aku nggak merasa repot, malah ini tantangan. Bagaimana aktingku fokus dan filmku juga fokus," imbuhnya.

Walau mengadaptasi beberapa film luar negeri, Firman menolak jika filmnya disamakan dengan CHARLIE’S ANGEL. "Nggaklah, beda kok. Coba deh tonton saja," ungkapnya. Meski puas, Firman tak rela filmnya dibandingkan dengan film-film garapan Hollywood. Bahkan, sang istri pun sudah diwanti-wanti agar membandingkan filmnya dengan film garapan dalam negeri saja.

"Pertama dia memang banyak kritik waktu nonton filmku, tapi setelah dibandingkan dengan film Indonesia, dia bilang kamu oke," ujarnya lantas tersenyum lebar.

Ke depan, Firman berancang-ancang untuk membuat sebuah film lagi, kali ini filmnya bakal berkisah tentang perang. "Sejak TJOET NYAK DIEN, kita tidak pernah lagi punya film perang," ujarnya. Karena itu, Firman ingin memotret perang Indonesia yang ada di zaman ini. Misalnya, pemberontakan yang terjadi di beberapa daerah. Lagi-lagi, Firman bakal mencampur semua genre film ke dalam proyek barunya tersebut, drama, thriller, komedi, hingga action. "Saya nggak suka film yang cuma satu genre, kurang lengkap," katanya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/zee/dar)

Rekomendasi
Trending