Yon Koeswoyo: Demokrasi Sekarang Sudah Kebablasan
Kapanlagi.com - Personel grup musik legendaris Koes Plus, Yon Koeswoyo berpendapat demokrasi saat ini sudah terlalu kebablasan. Menurutnya jaman Presiden Ir. Soekarno lebih terkendali, karena jumlah partai peserta Pemilu sangat tersaring, sehingga jumlahnya tidak begitu banyak."Demokrasi sekarang sudah kebablasan, saya justru setuju dengan jamannya Soekarno, partai itu cuma sedikit, kalau sekarang masing-masing ingin menyuarakan hatinya," tegas pria yang pernah dipenjara di jaman Soekarno itu. "Bangsa barat itu justru menginginkan kita hancur dengan banyaknya partai, jadi bikin bingung masyarakat untuk milih, nah itu yang akan bikin kita terus jadi kacung," tegasnya bersemangat.Keadaan sekarang ini membuatnya untuk memilih langkah Golput (Golongan Putih) pada pemilu mendatang, karena menurutnya Pemilu tidak berdampak bagi kehidupan pribadinya. Justru, menurutnya dengan banyaknya partai saat ini membuat bangsa semakin terpecah-belah."Ya kalau saya males saya Golput, partai banyak untuk apa sih? Saya akan memilih partai yang mendukung kehidupan saya, partai banyak ini sebenarnya karangan siapa justru bangsa asing gembira dengan kondisi ini. Bukannnya kita bersatu malah terpecah-pecah," tegasnya.Bersama dengan grupnya, Koes Plus Pembaruan, Yon Koeswoyo menghibur peserta kampanye PDP (Partai Demokrasi Pembaruan) di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Jumat (3/4). Meski demikian dirinya mengaku bukan pendukung partai pecahan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.Sementara ditanya soal ketertarikannya untuk terjun ke dunia politik, pria yang tetap eksis sebagai musisi itu mengaku tidak lagi tertarik menjadi Calon Legislatif (Caleg) atau pun sebagai Presiden sekali pun."Gak mau udah lanjut usia, jadi Presiden itu susah karena harus selalu wibawa kalau kita tak wibawa di depan orang banyak, nasibnya akan seperti Gus Dur," pungkasnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
Berita Foto
(kpl/hen/dar)
Advertisement
