SINETRON

Sinetron Anak Muda, Rating Tinggi Karena Bakat Atau Sensasi?

Selasa, 01 November 2016 07:38 Penulis: Arai Amelya

Anak Jalanan - Ganteng Ganteng Serigala

Kapanlagi.com - Dunia entertainment Indonesia selalu berjalan dan berputar. Mereka yang sekarang populer, harus siap kapanpun jika digeser dengan wajah-wajah baru. Yap, bukan tanpa alasan jika pelaku industri selalu memasang para pesinetron muda yang dipandang lebih segar, bayaran tak terlalu tinggi dan memiliki bakat-bakat ciamik. Bahkan sudah jadi rahasia kalau sinetron yang memasang pemain muda, berhasil merebut perhatian para penonton.

Jika dalam beberapa tahun terakhir ini, ada dua sinetron anak muda yang dipandang paling hits yakni Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) dan Anak Jalanan (AJ). Menjadi ngehits karena kedua sinetron itu merajai rating program TV yang mampu membuat para petinggi stasiun TV tersenyum lebar.

Mengedepankan kisah-kasih anak muda yang klise, faktanya penonton Indonesia menyukai jalinan asmara muda yang serba chessy itu. Dan ciri khas sinetron anak muda yang mencuri perhatian ini bukanlah dimulai pada era GGS atau AJ saja. Jauh sebelum itu, sinetron anak muda memang sudah merajai sejak era 90an hingga 2000-an awal.

Lupus Milenia dengan si ganteng Irgy sebagai LupusLupus Milenia dengan si ganteng Irgy sebagai Lupus

Judul-judul seperti Lupus Milenia, Luv, Cinta SMU hingga Di Sini Ada Setan adalah sederet sinetron anak muda yang sempat begitu populer di tahun 2000-an. Dan karena sinetron itu pula, Indonesia akhirnya mengenal Irgy Ahmad Fahrezy, Mona Ratuliu, Dude Harlino, Nabila Syakieb, Zee Zee Shahab, Zaskia Adya Mecca, Thomas Nawilis hingga Nagita Slavina.

Tren sinetron anak muda yang berlatar kehidupan sekolah SMP, SMA atau kuliah pun tetap dipertahankan sampai saat ini. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, sinetron anak muda masih saja ngehits seperti Arti Sahabat, Kepompong, Putih Abu-Abu, GGS, AJ hingga era Mermaid In Love atau Prince Charming. Hanya saja beberapa waktu terakhir ini sinetron anak muda justru menuai cibiran karena dipandang memperlihatkan adegan percintaan yang terlalu berlebihan bagi anak muda. Lantas, apakah memang ini artinya sinetron berlatar kisah kehidupan remaja itu sudah kehilangan jati diri dari segi kualitas jalan cerita?

Sinetron lawas lebih berkualitas

Ada yang bilang kalau musik-musik lama memiliki kualitas yang lebih bagus daripada musik masa kini. Hal itu tampaknya juga terjadi di dunia sinetron. Dibandingkan dengan sinetron remaja masa kini yang melulu bercerita soal cinta, sinetron remaja di akhir 90an-2000an awal masih berani memberikan keberagaman soal cerita.

Tayang pada tahun 2000-2004 di RCTI, Luv merupakan sinetron remaja dengan genre fiksi ilmiah. Melalui Luv, kamu diajak untuk bepergian dan bertualang ke berbagai tempat hanya lewat foto dan berpindah melalui lup (kaca pembesar). Tayang hanya seminggu sekali, Luv mengorbitkan nama-nama selebritis hits saat ini seperti Zee Zee, Lia Waode, Sheza Idris, Shezy Idris, Chika Waode hingga Ingka Noverita. Karena mengusung kisah yang unik, tak heran jika banyak anak muda pada masa itu mendamba punya lup ajaib seperti milik si ganteng Ferry.

Termasuk yang takut nonton Di Sini Ada Setan?Termasuk yang takut nonton Di Sini Ada Setan?



Beda Luv, beda pula Di Sini Ada Setan (DSAD). Tayang pada tahun 2003-2005, DSAD mengisahkan sekelompok anak muda pemburu hantu dan petualangan mereka berjumpa banyak hantu mulai dari pocong, kuntilanak, hantu tanpa kepala, hantu muka rata dan banyak lagi. Meskipun mengusung kisah horor, DSAD mengemasnya dengan drama ala remaja yang ringan dan kocak. Jujurlah saja, kamu pasti berharap bisa menaiki mobil van The Spookybuster yang keren itu.

Popularitas DSAD saat itu bahkan membuat sinetron ini sempat diangkat ke layar lebar dan jelas sukses mempopulerkan nama-nama pemainnya. Lagipula siapa yang tak gemas dengan wajah ganteng Rionaldo Stockhorst, Dude Harlino atau Nagita Slavina remaja?

Karena punya ciri khas cerita yang berani beda, tak heran jika sinetron-sinetron itu memang menjadi ikon budaya generasi muda era 2000an awal. Dan ketika para pemainnya sudah lepas dari perannya masing-masing, mereka pun mampu mempertahankan popularitas tanpa mengurangi kualitas dalam berakting. Itu sinetron di awal era milenium, lantas bagaimana dengan sinetron di era 2010an? Apakah masih mengikuti jejak kualitas senior mereka?

Sinetron kekinian berujung cinta lokasi

Semakin berkembangnya zaman, sinetron mengenal metode stripping alias tayang setiap hari. Atas nama rating semua pun akhirnya dijadikan instan, termasuk segi cerita. Imbasnya, suguhan ceritanya menjadi monoton dan terlalu sederhana. Kisah-kisah sinetron remaja di era 2010-an ke atas mayoritas mengedepankan cinta beberapa tokohnya di sekolah. Kadang kala dibumbui pertentangan keluarga akan cinta mereka yang masih begitu dini itu.

Pemain Arti Sahabat, anak-anak muda berparas rupawanPemain Arti Sahabat, anak-anak muda berparas rupawan

Sebut saja Arti Sahabat (2010). Punya total 247 episode untuk musim pertama, Arti Sahabat (AS) tayang setiap hari saat sore hari dan memasang nama-nama anak muda seperti Stefan William, Yuki Kato, Cut Meyriska, Nina Zatulini dan Kevin Julio. Kisah dalam AS adalah sekelompok remaja SMA dengan tokoh utama Yudha dan Ajeng, dua remaja saling cinta yang berbeda status sosial. Yudha adalah anak orang kaya sementara Ajeng hanyalah anak keluarga miskin.

Namun kekuatan cinta mereka yang layaknya cinta sejati itu justru menarik perhatian penggemar. Dan kisah cinta di layar TV itupun akhirnya membuat kedua pemerannya, Stefan dan Yuki, terjerat cinta lokasi. Cinta lokasi berujung nyata itu sedikit banyak membuat AS mengalami peningkatan rating dan mengelu-elukan mereka berdua sebagai pasangan idola remaja.

Reva dan Boy, berawal dari sepeda motor ke dunia nyata Š Instagram Natasha WilonaReva dan Boy, berawal dari sepeda motor ke dunia nyata Š Instagram Natasha Wilona

Lepas dari AS, 'kutukan' cinta lokasi juga dirasakan dua sinetron yang ngehits banget beberapa tahun ini seperti GGS (2014) dan AJ (2015). Sama seperti di AS, dalam AJ rupanya Stefan juga merasakan indahnya cinlok dengan Natasha Wilona. Peran mereka berdua sebagai Boy dan Reva, dua remaja yang sama-sama suka balap motor inipun dielu-elukan oleh publik. Hanya saja cinta itu kandas dan kini Stefan memilih janda Celine Evangelista menjadi kekasihnya dan sempat membuat fans AJ tak terima. Meskipun tak lagi pasangan kekasih di dunia nyata, Stefan dan Wilona mampu memperlihatkan asmara Boy-Reva yang tetap terjaga di layar TV.

Cerita cinta lokasi juga sempat digosipkan dialami dua pemain pendukung GGS yakni Aliando Syarief dan Prilly Latuconsina. Mengusung cinta vampir-manusia remaja layaknya TWILIGHT, Aliando dan Prilly pun didoakan fans untuk jadian. Hanya saja kedua remaja ini selalu membantah jika mereka adalah pasangan kekasih. Mereka berdalih bahwa kemesraan yang ditampilkan di socmed adalah kepentingan syuting GGS.

Lantaran semakin frontal mengedepankan kisah cinta di kalangan remaja, kini sinetron anak-anak muda itu mulai menuai kritikan dari banyak orang. Apakah memang sinetron remaja kekinian memberikan contoh tak baik pada generasi muda?

(kpl/aia)

Editor: Arai Amelya


REKOMENDASI
TRENDING