Sinopsis 'ORANG KETIGA' Episode 170-171 Tayang Rabu, 9 Mei 2018

Rabu, 09 Mei 2018 18:13 Penulis: Editor KapanLagi.com
Sinopsis 'ORANG KETIGA' Episode 170-171 Tayang Rabu, 9 Mei 2018 Marcel Chandrawinata (Credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Saat makan siang bersama Afifah, Riris berkomentar tentang Ayahnya Aris yang nggak peduli dengan rumah tangga Aris dan Afifah. Sebelum komentar Riris jauh, Afifah memintanya untuk tidak ikut campur, Ayah Aris samasekali bukan urusan Riris.

Riris tetap melanjutkan, ia bahkan bilang bahwa Ayahnya Aris juga punya wanita idaman lain, sampai-sampai Aris miliki adik tiri. Mengetahui sontak Afifah kaget. Riris juga menambahkan bahwa wanita simpanan Ayahnya Aris situ gila dan masuk Rumah Sakit Jiwa. Ia memungkas ocehannya dengan menyumpahi Yuni agar bernasib sama.

Desi memperingatkan Aris untuk bersiap masuk penjara sebab Putra sudah sembuh dan akan segera beri kesaksian.Desi memperingatkan Aris untuk bersiap masuk penjara sebab Putra sudah sembuh dan akan segera beri kesaksian.

Sementara itu, Desi mendapat telepon dari Singapura yang memberitahu bahwa Putra telah sadar. Kemudian, Desi berpapasan dengan Aris. Ia lantas bilang bahwa Putra telah sadar dan sebentar lagi Putra bakal kasih kesaksian tentang kejahatan Aris, jadi nggak lama lagi Aris pasti masuk penjara.

Yuni yang mendengar itu segera menghampiri Aris saat Desi sudah berlalu. Ia mengungkap kecemasannya, bagaimana kalau Putra menjadikan momen itu untuk membalas dendam pada Aris? Bagaimana kalau Aris betul-betul dipenjara? Mendengar itu Aris menenangkan Yuni dan bilang bahwa ia lebih mencemaskan Yuni.

Akankah Aris masuk penjara dan posisinya digantikan oleh Rangga sebagai ayahnya Kiara?Akankah Aris masuk penjara dan posisinya digantikan oleh Rangga sebagai ayahnya Kiara?

Di tempat lain ada Herman dan Kiara yang tiba di kantor Aris. Herman menyuruh Kiara untuk menunggunya di dalam kantor sebab ia harus mengurus supir dulu. Kiara lantas bertemu dengan Rangga, mereka bercanda bersama. Setelah Rangga berlalu, datanglah Riska. Ia memprovokasi Kiara untuk menganggap Rangga seperti ayahnya. Tentu, Kiara termakan provokasi itu.

Saat Rangga kembali, Kiara senang sekali sebab Rangga membawakannya balon. Ia juga berujar bahwa ia ingin punya ayah seperti Rangga. Mendengar itu hati siapa yang tak kaget? Termasuk Rangga. Ia hanya bisa tertegun. Sementara itu Herman yang kebetulan mendengar perkataan Kiara tadi juga ikutan kaget. Terlebih saat Kiara mengenalkan Rangga pada Herman, gadis cilik itu menyebut Rangga sebagai superheronya.

(kpl/mag)


REKOMENDASI
TRENDING