'Sinta Obong' Menuai Kecaman, WHYO Turun Tangan
Kapanlagi.com - Sutradara film SINTA OBONG, Garin Nugroho terancam. Ancaman ini dikatakan oleh penasehat World Hindu Youth Organization (WHYO), Mohan MS, dalam pertemuan saat jumpa pers di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Jalan Cikini Raya, Jakarta, Jumat (9/12) tadi malam.
Menurutnya, selain akan menempuh jalur hukum karena merasa tidak puas, Mohan juga mengingatkan akan kekecewaan umat Hindu diseluruh dunia. " Garin, saya pernah menulis artikel dan menyebut anda adalah orang yang bodoh. Kenapa saya menyebut anda bodoh, karena anda lupa kalau di dunia ini, umat Hindu juga memiliki umat yang militan atau beraliran garis keras. Saya takut kalau nanti mereka marah dan nggak bisa saya bayangkan," kata Mohan disela-sela konfrensi pers dengan nada lantang.
Mohan menambahkan, kalau protes yang dilakukan olehnya adalah soal penggunaan lambang yang menurutnya dianggap sebagai Tuhan oleh umat Hindu. "Yang diprotes adalah figur-figur yang ada di kitab suci Ramayana seperti, Rama, Laksamana, Shinta, Rahwana, dan Hanoman divisualisasikan melenceng dari naskah teks aslinya. Siapa yang tidak sedih melihat Tuhan-nya divisualisasikan bersenggama, ini sangat menyedihkan," tambah Mohan lagi.
Menanggapi hal itu, sutradara muda ini menolak tuduhan telah melecehkan umat Hindu. Pasalnya, film yang belum selesai dibuat ini, diambil berdasarkan cerita dari kebudayaan Jawa. Lagipula, kata Garin, penentangan film itu jelas bertolak belakang dengan demokratisasi di Indonesia. Untuk itu, Garin malah meminta WHYO menarik sikap pernyataannya.
Advertisement
"Saya menghimbau agar organisasi ini menarik kembali pernyataan dan sikapnya. Karena apa yang telah dilakukan mereka, telah merugikan film ini. Banyak, teman-teman yang menelpon saya dan menarik dukungan sponsor yang akan mereka berikan lantaran gugatan mereka," ujar Garin dengan nada sedih.
Garin, yang didampingi oleh pemeran utama film ini, Artika Sari Devi, menganggap penghinaan terhadap umat Hindu itu tidak ada sama sekali. Bahkan, akibat adanya protes ini, bisa merusak toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin baik selama ini.
"Reaksi publik terhadap pernyataan WHYO justru semakin memperburuk suasana dialog antar umat beragama. Padahal film ini belum selesai dibuat, dan jalan ceritanya diambil dari cerita wayang Jawa," bantah Garin. Sampai selesainya konferensi pers, tidak ada titik temu yang didapat. Bahkan, keduanya tetap pada keputusannya masing-masing.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kl/zee/bun)
Advertisement

