
"Tapi dia tidak tahu tahun depannya kapan dan sama siapa. Tapi yang terpenting bagi saya, dia adalah sosok yang penuh dengan wish, pengharapan. Energi itulah yang menular pada saya," tutur Tamara saat disambangi di Pasific Palace, Rabu (21/10).
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Sebaliknya Maia memuji kesetiaan Tamara sebagai sahabat yang dianggap seperti malaikat yang berani melakukan apa pun untuk membela yang benar walau harus kena teror.
"Tapi yang aku gedhek sama dia (Maia), orangnya tidak bisa dibilangin, dia sosok yang terlalu mencintai baik untuk seni maupun yang lainnya, dia mempertaruhkan semuanya 100%. Sempat aku bilang 'Kalau loe capek bilang,' tapi dia tidak. Banyak energi positif yang aku dapat dari dia. Dan saya bahagia pertemanan kami banyak menimbulkan inspirasi," celoteh Tamara.
Sejatinya sebelum akrab dengan Maia, Tamara kenal duluan sama Ahmad Dhani. Mungkin karena habitatnya sebagai perempuan lebih klik dengan perempuan. Pun begitu, konflik bukan tak pernah ada di antara mereka. "Kami ini tipenya terbuka, kalau ada apa-apa ngomong, terus mental, tapi kita tak pernah goyang karena konflik," pungkasnya. (kpl/wwn/erl)
putu (Kamis, 22 Oktober 2009 10:43)
