in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Mobilnya Mewahnya Dibakar dan Disebut Settingan Oleh Netizen, Via Vallen: Semoga Kalian Bisa Berpikir Positif

Kamis, 02 Juli 2020 15:32

Via Vallen ©instagram.com/viavallen

Kapanlagi.com - Via Vallen baru saja mengalami musibah kebakaran di rumahnya, di Sidoarjo, Jawa Timur. Mobil pribadi yang biasa ia bawa untuk bepergian dan bekerja hangus dibakar oleh orang tak dikenal, Senin (29/6/2020) lalu.

Dan saat ini, pelaku yang diduga mengalami kelainan jiwa itu pun sudah diamankan oleh pihak kepolisian setempat. Beberapa barang bukti pun ditemukan di dalam tas pelaku, seperti botol air mineral berbau bensin, bambu kuning, jenglot, dan beberapa alat perdukunan lainnya.

Namun, rupanya banyak yang mempertanyakan kebenaran dari musibah yang menimpa pedangdut 28 tahun ini. Tak sedikit netizen yang menyebut jika kebakaran mobil ini hanyalah sekadar settingan belaka.

1. Dianggap Settingan

Banyak dari netizen yang menganggap Via Vallen sengaja membakar mobilnya sendiri hanya demi asuransi. Mencoba untuk tenang dengan tuduhan itu, Via pun mengatakan jika asuransi mobilnya itu sudah habis. Jadi tak mungkin lagi ia bisa langsung klaim dan dapat mobil baru.

"Buat yang dari kemarin suudzon bilang ini settingan dan lain-lain, mobil saya sudah sebulan abis asuransinya dan belum diperpanjang lagi. Jadi gak ada namanya tinggal diklaim dapet ganti mobil baru. Semoga kalian yang suka suudzon bisa berpikir lebih positif terhadap musibah orang lain," paparnya.

2. Pemberitaan Banyak yang Tidak Benar

Via Vallen kemudian memberikan komentarnya mengenai beberapa pemberitaan yang seolah menggiring opini bahwa keluarga Via Vallen juga melakukan kesalahan.

"Di media pada nulis judul tentang pelaku sakit hati gara-gara dibilang kotor dan lusuh oleh salah satu keluarga saya? Demi Allah gak ada satu pun anggota keluarga saya pernah bilang gitu," paparnya.

"Si pelaku loh dari awal diinterogasi polisi jawabannya udah mencla-mencle (tidak jelas), ngelantur gitu kok ya dipercaya. Dan motif yang belum tentu kebenarannya malah dibesar-besarkan, dibuat judul berita," tegasnya.

(kpl/dwn)


REKOMENDASI
TRENDING