10 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Dalam Freezer, Bisa Rusak Tekstur dan Rasanya
makanan yang sebaiknya tidak disimpan di dalam freezer (AI generated)
Kapanlagi.com - Freezer memang menjadi andalan untuk memperpanjang masa simpan berbagai bahan makanan. Namun, tidak semua makanan cocok dibekukan, sehingga penting mengetahui makanan yang sebaiknya tidak disimpan di dalam freezer agar kualitas bahan tetap terjaga.
Suhu yang sangat rendah dapat membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan mempertahankan keamanan makanan. Meski begitu, proses pembekuan dan pencairan dapat mengubah kandungan air, struktur sel, tekstur, bahkan penampilan makanan tertentu.
Karena itu, kebiasaan memasukkan semua bahan makanan ke freezer bukan selalu pilihan terbaik. Beberapa makanan justru menjadi lembek, berair, pecah, atau berubah rasa setelah dicairkan. Berikut sejumlah makanan yang sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke freezer, Rabu (19/8/2026).
Advertisement
1. Sayuran dan Buah dengan Kandungan Air Tinggi
1. Selada, Mentimun, dan Sayuran Berdaun
Selada, mentimun, seledri, serta beberapa sayuran berdaun memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Ketika dibekukan, air di dalam sel tanaman berubah menjadi kristal es yang dapat merusak struktur sel. Setelah dicairkan, sayuran tersebut cenderung menjadi layu, lembek, berair, bahkan berlendir.
Better Homes & Gardens menjelaskan bahwa sayuran dengan kadar air tinggi, termasuk selada dan mentimun, tidak cocok dibekukan jika nantinya ingin digunakan kembali dalam kondisi segar. Karena itu, bahan-bahan tersebut lebih baik disimpan di dalam laci sayuran kulkas dan digunakan dalam waktu relatif singkat.
Namun, ada pengecualian. Sayuran berdaun yang teksturnya sudah tidak perlu dipertahankan, misalnya untuk sup atau smoothie, masih dapat dibekukan. People juga mencatat bahwa sayuran hijau seperti bayam dan kale bisa digunakan setelah dibekukan apabila memang akan diolah menjadi masakan atau minuman yang tidak membutuhkan tekstur segar.
2. Kentang Mentah
Kentang mentah juga termasuk makanan yang kurang cocok dimasukkan langsung ke freezer. Kandungan air dan struktur selnya membuat kentang dapat berubah menjadi lembek, berair, atau terasa seperti tepung setelah dicairkan.
Southern Living menjelaskan bahwa dinding sel kentang mentah dapat rusak selama proses pembekuan. Akibatnya, kualitas kentang menurun dan hasil akhirnya kurang menyenangkan ketika dimasak.
Jika ingin menyimpan kentang di freezer, sebaiknya kentang dimasak atau direbus sebentar terlebih dahulu. Potato Goodness juga menyebutkan bahwa kentang yang telah dimasak lebih sesuai untuk dibekukan dibandingkan kentang mentah. Sementara itu, kentang mentah sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
3. Mentimun, Tomat, dan Alpukat Utuh
Selain mentimun, buah dan sayuran tertentu seperti tomat serta alpukat utuh juga dapat mengalami perubahan tekstur yang cukup besar setelah dibekukan.
People menjelaskan bahwa tomat mentah dapat menjadi lunak dan berair setelah dicairkan. Kondisi ini membuatnya kurang cocok digunakan kembali sebagai bahan salad atau hidangan segar. Namun, tomat yang sudah dibekukan masih dapat dimanfaatkan untuk sup, saus, atau masakan lain yang memang tidak membutuhkan tekstur tomat segar.
Alpukat utuh juga cenderung berubah warna menjadi kecokelatan dan teksturnya menjadi lembek. Jika memang ingin membekukan alpukat, sebaiknya potong atau haluskan terlebih dahulu, kemudian simpan dalam wadah kedap udara. Penambahan sedikit perasan lemon atau jeruk nipis dapat membantu mempertahankan kualitasnya.
2. Produk Susu, Keju, dan Makanan Berbahan Emulsi
4. Susu, Yogurt, Krim, dan Sour Cream
Produk susu menjadi kelompok makanan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum dimasukkan ke freezer. Susu, yogurt, sour cream, buttermilk, dan produk susu dengan konsistensi tertentu dapat mengalami pemisahan setelah dibekukan dan dicairkan.
Menurut Southern Living, proses tersebut dapat membuat produk susu memiliki tekstur yang berair, berbutir, atau menggumpal. Kondisi serupa juga dapat terjadi pada sup dan saus berbasis krim.
Yogurt secara teknis masih dapat dikonsumsi setelah dicairkan, tetapi teksturnya kemungkinan berubah. People, dengan mengutip Healthline, menyebutkan bahwa yogurt dapat menjadi lebih berair dan berbutir setelah pembekuan. Karena itu, yogurt yang memang ingin dibekukan lebih baik ditujukan untuk smoothie atau olahan lain daripada dimakan langsung dengan tekstur seperti semula.
5. Keju Lunak
Keju lunak seperti mozzarella segar, brie, ricotta, cream cheese, dan goat cheese juga bukan pilihan ideal untuk freezer. Kandungan airnya yang relatif tinggi membuat struktur keju mudah berubah selama proses pembekuan.
Southern Living mencatat bahwa keju lunak dapat menjadi berbutir atau mengalami pemisahan ketika dicairkan. People juga menyebut cream cheese, ricotta, dan goat cheese sebagai jenis keju yang cenderung mengalami perubahan tekstur.
Sebaliknya, keju yang lebih keras seperti cheddar dan Parmesan relatif lebih tahan terhadap pembekuan. Parmesan bahkan dapat dibekukan dalam bentuk parutan untuk digunakan kemudian. Meski demikian, tekstur beberapa keju tetap mungkin menjadi lebih rapuh setelah dibekukan.
6. Mayones, Salad Berbasis Mayones, dan Saus Krim
Mayones merupakan contoh makanan berbasis emulsi yang tidak bekerja dengan baik setelah dibekukan. Ketika dicairkan, komponen dalam emulsi dapat terpisah sehingga menghasilkan tekstur yang berair dan kurang menarik.
Hal yang sama berlaku pada egg salad, chicken salad, tuna salad, potato salad, dan macaroni salad yang menggunakan mayones sebagai salah satu bahan utamanya. Southern Living dan People sama-sama menyoroti masalah pemisahan tekstur pada makanan berbasis mayones.
Jika ingin membuat makanan untuk stok, cara yang lebih baik adalah membekukan bahan utamanya secara terpisah. Misalnya, ayam matang dapat dibekukan terlebih dahulu, sedangkan mayones baru dicampurkan ketika hidangan akan disajikan.
3. Telur, Pasta, dan Makanan yang Mudah Berubah Tekstur
7. Telur dalam Cangkang
Telur mentah atau telur rebus yang masih berada di dalam cangkang sebaiknya tidak dimasukkan langsung ke freezer. Cairan di dalam telur akan mengembang ketika membeku sehingga cangkang berisiko retak.
Better Homes & Gardens menjelaskan bahwa pembekuan telur dalam cangkang juga dapat memengaruhi tekstur kuning telur. Sementara itu, Southern Living menyebut telur yang dibekukan dapat memiliki tekstur lebih kenyal setelah dicairkan.
Jika perlu membekukan telur mentah, keluarkan dari cangkangnya terlebih dahulu. Kocok putih dan kuning telur hingga tercampur, kemudian simpan dalam wadah kedap udara yang aman untuk freezer. Dengan cara tersebut, telur dapat digunakan kembali untuk masakan yang memang membutuhkan telur sebagai bahan campuran.
8. Pasta yang Sudah Dimasak
Pasta rebus buatan sendiri juga tidak selalu menghasilkan kualitas terbaik setelah dibekukan. Kandungan air yang terserap selama perebusan dapat membuat pasta menjadi lebih lunak. Setelah dicairkan dan dipanaskan kembali, teksturnya bisa berubah menjadi lembek atau menggumpal.
People menyarankan bahwa jika memang harus membekukan pasta, masak hingga tingkat al dente dan gunakan sedikit minyak agar helaian pasta tidak terlalu mudah menempel. Pilihan lainnya adalah membekukan saus secara terpisah dan memasak pasta segar ketika akan makan.
Namun, ada beberapa hidangan pasta yang lebih cocok dibekukan. Southern Living memberikan contoh lasagna yang dapat dirakit terlebih dahulu lalu dibekukan untuk dipanggang kemudian.
9. Makanan Goreng Rumahan
Ayam goreng, ikan goreng, tahu goreng, atau makanan berbalut tepung lainnya biasanya memiliki tekstur renyah yang menjadi daya tarik utamanya. Sayangnya, tekstur tersebut mudah hilang ketika makanan dibekukan kemudian dicairkan.
Menurut People dan Better Homes & Gardens, lapisan tepung atau kulit makanan goreng dapat menyerap kelembapan selama proses penyimpanan dan pencairan. Akibatnya, lapisan luar menjadi lembek dan tidak lagi renyah seperti saat baru digoreng.
Makanan goreng buatan sendiri lebih baik disimpan di kulkas apabila akan segera dikonsumsi. Saat dipanaskan kembali, oven atau air fryer dapat digunakan untuk membantu mengembalikan kerenyahan dibandingkan sekadar memanaskannya dengan microwave.
10. Makanan dengan Gelatin
Makanan seperti puding gelatin, jeli, dan hidangan lain yang mengandalkan gelatin untuk menghasilkan tekstur kenyal juga kurang cocok untuk freezer. Better Homes & Gardens menjelaskan bahwa kristal es dapat merusak struktur gelatin.
Setelah dicairkan, makanan tersebut dapat kehilangan konsistensi semula dan berubah menjadi lebih berair atau seperti bubur. Karena karakteristiknya memang bergantung pada struktur gel, menyimpannya di kulkas biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat.
4. Jangan Lupakan Minuman dan Makanan dalam Kemasan
Selain makanan, beberapa jenis minuman dan kemasan juga perlu dijauhkan dari freezer. Minuman bersoda, bir, wine, atau minuman berkarbonasi lainnya dapat mengembang ketika membeku. Tekanan yang meningkat dapat membuat kaleng pecah atau botol retak.
Southern Living memperingatkan bahwa minuman berkarbonasi tidak sebaiknya dimasukkan ke freezer untuk didinginkan secara cepat. Jika membutuhkan minuman dingin, kulkas atau metode pendinginan lain yang tidak membuatnya membeku lebih aman.
Hal serupa berlaku untuk makanan kaleng. Isi kaleng akan mengembang ketika membeku dan dapat meningkatkan tekanan di dalam kemasan. Karena itu, makanan kaleng sebaiknya tidak dimasukkan langsung ke freezer bersama kemasannya.
Wadah kaca sebenarnya dapat digunakan untuk membekukan makanan dalam kondisi tertentu, tetapi harus menyediakan ruang kosong agar makanan yang mengembang tidak menekan wadah. Southern Living menyarankan penggunaan stoples berdinding lurus dan menyisakan ruang kepala yang cukup, bukan memenuhi wadah sampai penuh.
Pada akhirnya, freezer tetap menjadi alat yang sangat berguna untuk memperpanjang masa simpan makanan. Menurut USDA yang dikutip Better Homes & Gardens, makanan yang disimpan secara konstan pada suhu 0°F atau sekitar -18°C tetap aman karena pembekuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan dan penyakit bawaan makanan. Namun, keamanan tidak selalu berarti kualitasnya tetap sama.
Itulah sebabnya memahami makanan yang sebaiknya tidak disimpan di dalam freezer menjadi penting. Tujuannya bukan hanya mencegah makanan terbuang, tetapi juga memastikan bahan yang sudah dicairkan tetap memiliki rasa, aroma, tekstur, dan penampilan yang layak dinikmati.
5. Pertanyaan Seputar Menyimpan Makanan di Freezer
1. Apakah semua makanan aman disimpan di freezer?
Tidak semua makanan memiliki kualitas yang baik setelah dibekukan. Banyak makanan tetap aman secara mikrobiologis jika dibekukan dengan benar, tetapi tekstur dan rasanya dapat menurun setelah dicairkan. Sayuran tinggi air, produk susu tertentu, makanan berbasis mayones, dan beberapa makanan yang mengandung gelatin termasuk bahan yang kurang cocok untuk dibekukan.
2. Mengapa sayuran tinggi air tidak cocok dibekukan?
Air di dalam sel sayuran membentuk kristal es ketika membeku. Kristal tersebut dapat merusak struktur sel sehingga setelah dicairkan sayuran menjadi lembek, layu, atau berair. Karena itu, selada dan mentimun lebih baik disimpan segar di kulkas jika ingin digunakan untuk salad.
3. Apakah telur boleh dimasukkan ke freezer?
Telur tidak sebaiknya dibekukan dalam cangkangnya karena isi telur mengembang dan dapat membuat cangkang retak. Jika perlu membekukan telur, keluarkan dari cangkang, kocok putih dan kuningnya, lalu simpan dalam wadah kedap udara yang aman untuk freezer.
4. Apakah makanan yang tidak cocok dibekukan berarti berbahaya?
Tidak selalu. Sebagian besar masalah berkaitan dengan kualitas, bukan semata-mata keamanan. Pembekuan yang dilakukan dengan benar dapat membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme, tetapi makanan tertentu dapat mengalami perubahan tekstur, rasa, atau penampilan yang membuatnya kurang enak dikonsumsi.
5. Apa aturan sederhana sebelum memasukkan makanan ke freezer?
Perhatikan kandungan air, jenis bahan, kemasan, dan tekstur makanan. Hindari membekukan bahan yang mudah menjadi lembek atau terpisah setelah dicairkan, serta jangan membekukan makanan atau minuman dalam wadah tertutup yang tidak memiliki ruang untuk ekspansi. Untuk bahan yang memang cocok dibekukan, gunakan wadah atau kemasan kedap udara dan beri label tanggal penyimpanan.
Sumber Rujukan
- Southern Living, “10 Surprising Things You Should Never Store In A Deep Freezer”, Brandee Gruener.
- People, “Here Are 15 Foods You Should Never Put in the Freezer”, Toria Sheffield.
- Better Homes & Gardens, “7 Items You Should Never Store in Your Freezer (Unless You Want to Ruin Them)”, Karla Walsh.
- U.S. Department of Agriculture (USDA), Food Safety and Inspection Service (FSIS), panduan keamanan dan penyimpanan makanan beku.
- FoodSafety.gov, Cold Food Storage Charts.
- Potato Goodness, panduan pembekuan dan penyimpanan kentang.
- Healthline, panduan mengenai pembekuan dan penyimpanan yogurt.
- Serious Eats, panduan menyimpan dan membekukan herba segar.
(kpl/yni)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
