11 Barang yang Harus Segera Dibuang dari Dapur agar Ruangan Lebih Rapi dan Fungsional
Barang yang harus segera dibuang dari dapur (AI generated)
Kapanlagi.com - Barang yang harus segera dibuang dari dapur sering kali bukan benda yang terlihat benar-benar rusak. Ada wadah tanpa tutup, bumbu yang sudah lama tersimpan, hingga peralatan yang hanya memenuhi laci karena jarang digunakan. Jika dibiarkan, benda-benda kecil tersebut perlahan membuat dapur terasa penuh dan sulit ditata.
Dapur merupakan salah satu area rumah yang paling sering digunakan sehingga wajar jika berbagai perlengkapan menumpuk. Namun, terlalu banyak barang justru dapat mengurangi ruang kerja, menyulitkan proses memasak, dan membuat kegiatan bersih-bersih terasa lebih berat.
Decluttering tidak selalu berarti membuang semua benda yang jarang terlihat menarik. Prinsipnya adalah menilai kembali fungsi, kondisi, dan frekuensi penggunaan setiap barang. Dengan begitu, dapur dapat diisi benda yang memang berguna sekaligus lebih mudah dirawat. Berikut beberapa benda yang dapat menjadi prioritas ketika ingin merapikan dapur, Kamis (17/9/2026).
Advertisement
1. Barang Dapur yang Rusak dan Berpotensi Membahayakan
Beberapa benda sebaiknya tidak lagi dipertahankan karena kondisinya dapat mengganggu keamanan saat memasak atau makan. Barang seperti ini berbeda dengan sekadar benda yang sudah jarang digunakan karena kerusakannya bisa menimbulkan masalah baru.
Wajan atau Panci Antilengket yang Sudah Terkelupas
Wajan dan panci antilengket memang praktis digunakan sehari-hari. Namun, ketika lapisannya sudah tergores, mengelupas, terkelupas parah, atau rusak, benda tersebut sebaiknya dikeluarkan dari dapur.
Martha Stewart, mengutip pakar kebersihan Katie Berry, menyarankan untuk membuang peralatan antilengket yang lapisannya sudah rusak. Peralatan dengan permukaan yang tergores juga tidak lagi memberikan kondisi penggunaan seperti saat masih baru.
Daripada terus digunakan karena sayang untuk dibuang, pertimbangkan menggantinya dengan peralatan masak yang kondisinya masih baik. Pilihan seperti stainless steel atau cast iron dapat menjadi alternatif, tergantung kebutuhan memasak dan cara perawatannya.
Gelas Retak dan Cangkir yang Sumbing
Cangkir kesayangan yang memiliki retakan kecil mungkin terlihat masih bisa dipakai. Namun, retakan dapat berkembang ketika terkena perubahan suhu, sedangkan bagian gelas atau cangkir yang sumbing berpotensi melukai mulut.
Menurut Katie Berry dalam Martha Stewart, cangkir yang retak dapat pecah ketika digunakan untuk minuman panas. Sementara itu, bagian gelas yang pecah atau sumbing dapat menimbulkan risiko cedera.
Jika masih ingin memanfaatkan benda tersebut, pindahkan untuk kebutuhan nonmakanan, misalnya sebagai wadah alat tulis atau perlengkapan kecil. Namun, jika kerusakannya sudah cukup parah, lebih baik menyingkirkannya sesuai sistem pengelolaan sampah yang tersedia.
Talenan Plastik yang Penuh Goresan
Talenan digunakan hampir setiap hari sehingga permukaannya lama-kelamaan dapat penuh bekas potongan pisau. Goresan yang sangat dalam membuat permukaan semakin sulit dibersihkan secara optimal.
Martha Stewart menyebut talenan plastik yang tergores dapat menjadi tempat terperangkapnya bakteri, sementara talenan yang sudah melengkung juga dapat bergoyang ketika digunakan. Kondisi tersebut membuat aktivitas memotong menjadi kurang aman.
Karena itu, periksa talenan secara berkala. Jika permukaannya sudah terlalu penuh dengan sayatan, berubah bentuk, atau tidak lagi stabil, memasukkannya ke daftar barang yang harus segera dibuang dari dapur merupakan keputusan yang masuk akal.
Peralatan Masak Kayu yang Retak atau Berbulu
Sendok kayu, spatula, dan alat masak berbahan kayu memang dapat bertahan cukup lama jika dirawat dengan baik. Namun, ketika muncul retakan, serpihan, atau serat kayu yang mulai terurai, sebaiknya alat tersebut tidak lagi digunakan untuk memasak.
Martha Stewart mencatat bahwa celah dan serat yang rusak dapat menjadi area yang sulit dibersihkan. Selain mengganggu kebersihan, serpihan kayu juga dapat terlepas saat alat digunakan.
2. Wadah, Kemasan, dan Barang yang Sudah Tidak Berguna
Kelompok berikutnya sering memenuhi laci dan lemari tanpa terasa. Jumlahnya bisa bertambah sedikit demi sedikit sampai akhirnya membuat dapur sulit ditata.
Wadah Makanan yang Tidak Punya Pasangan
Laci berisi wadah makanan sering menjadi salah satu titik paling berantakan di dapur. Ada wadah tanpa tutup, tutup tanpa wadah, plastik yang berubah bentuk, hingga wadah retak yang sudah tidak mampu menutup rapat.
Menurut Mary Gagliardi, pakar kebersihan dari Clorox yang dikutip Martha Stewart, wadah makanan yang retak atau kehilangan bagian penting sebaiknya disingkirkan. The Spruce juga menyarankan mencocokkan setiap wadah dengan tutupnya dan membuang atau mendaur ulang yang sudah tidak dapat digunakan.
Cara sederhana untuk menatanya adalah mengeluarkan seluruh wadah terlebih dahulu. Pasangkan setiap wadah dengan tutupnya, lalu pisahkan benda yang tidak memiliki pasangan atau sudah berubah bentuk.
Stoples Kosong yang Terlalu Banyak
Stoples bekas selai, saus, acar, atau makanan lain sering disimpan karena dianggap mungkin berguna suatu hari nanti. Satu atau dua buah mungkin masih bermanfaat, tetapi puluhan stoples kosong justru membuat lemari penuh.
Martha Stewart menyarankan memanfaatkan kembali stoples yang memang masih dibutuhkan, misalnya sebagai wadah penyimpanan. Namun, stoples yang hanya menumpuk tanpa pernah digunakan sebaiknya didonasikan, digunakan kembali untuk kebutuhan lain, atau didaur ulang sesuai jenis materialnya.
Prinsipnya sederhana: jangan menyimpan satu lemari penuh hanya karena ada kemungkinan suatu saat membutuhkan sebuah stoples.
Kantong Saus dan Bumbu Sekali Pakai yang Menumpuk
The Spruce memasukkan paket saus dan bumbu sekali pakai sebagai salah satu benda yang dapat disingkirkan dari dapur. Kantong-kantong kecil dari makanan pesan antar sering dikumpulkan di laci dengan harapan akan digunakan nanti.
Jika jumlahnya sudah terlalu banyak dan jarang digunakan, keberadaannya hanya menambah kekacauan visual. Pilih beberapa yang memang akan digunakan dalam waktu dekat, kemudian singkirkan sisanya sesuai aturan pembuangan sampah rumah tangga.
Peralatan Dapur yang Hanya Memiliki Satu Fungsi
Alat pemotong khusus alpukat, pemotong telur, gunting bumbu, pemotong stroberi, atau peralatan lain yang hanya digunakan sesekali bisa menjadi sumber clutter jika terlalu banyak.
The Spruce menyebut benda semacam ini sebagai unitasker, yaitu alat yang hanya memiliki satu fungsi tertentu. Jika sudah lebih dari setahun tidak digunakan, pertimbangkan untuk mendonasikan, menjual, atau mendaur ulangnya jika memungkinkan.
Bukan berarti semua alat dengan fungsi tunggal harus dibuang. Pertimbangkan frekuensi pemakaian dan apakah alat tersebut benar-benar membantu aktivitas memasak.
3. Makanan dan Bahan yang Sudah Tidak Layak Disimpan
Decluttering dapur bukan hanya soal benda mati. Isi kulkas dan pantry juga perlu diperiksa karena bahan makanan yang sudah tidak layak dapat memenuhi ruang sekaligus meningkatkan pemborosan.
Makanan Kedaluwarsa atau Sudah Rusak
Kulkas yang terlalu penuh membuat makanan mudah terlupakan. Produk yang sudah berubah bau, warna, tekstur, atau menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya segera dipisahkan.
Martha Stewart menyarankan memeriksa tanggal kedaluwarsa sekaligus kondisi makanan, terutama bahan yang jarang digunakan. Setelah makanan yang tidak layak disingkirkan, bersihkan wadah dan rak sebelum menata kembali isi kulkas.
Pemeriksaan sederhana bisa dilakukan saat membersihkan kulkas. Susun bahan yang masa simpannya lebih pendek di bagian yang mudah terlihat agar lebih cepat digunakan.
Bahan Pantry yang Kedaluwarsa atau Tidak Pernah Dipakai
Rak pantry sering menyimpan tepung, gula, makanan kaleng, saus, bumbu, dan berbagai bahan lain yang dibeli karena promo atau rencana memasak tertentu. Masalahnya, sebagian bahan tersebut akhirnya tidak pernah disentuh.
The Spruce menyarankan memeriksa bahan pantry yang sudah kedaluwarsa dan menilai kembali bahan yang tidak digunakan. Martha Stewart juga menyoroti makanan pantry yang terus didorong ke bagian belakang rak karena tidak disukai keluarga.
Jika kemasan masih layak dan produk memang aman serta sesuai aturan setempat untuk didonasikan, bahan yang tidak dibutuhkan dapat diberikan kepada pihak yang membutuhkan sebelum melewati masa simpannya. Jangan mendonasikan makanan yang sudah rusak atau kedaluwarsa.
Rempah dan Bumbu Kering yang Sudah Kehilangan Aroma
Satu botol rempah mungkin hanya digunakan beberapa kali untuk sebuah resep. Setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun berada di rak, aromanya dapat melemah sehingga penggunaannya tidak lagi memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Katie Berry dalam Martha Stewart menyarankan mengecek aroma rempah. Jika ketika wadah dibuka hampir tidak tercium aroma khasnya, kemungkinan kekuatannya sudah berkurang.
Daripada memenuhi rak dengan puluhan botol bumbu yang tidak lagi efektif, lakukan pemeriksaan satu per satu. Singkirkan yang sudah tidak layak dan pertahankan bumbu yang memang rutin digunakan.
4. Cara Decluttering Dapur agar Tidak Berakhir Menumpuk Lagi
Setelah mengetahui barang yang perlu disingkirkan, tantangan berikutnya adalah memastikan proses decluttering tidak membuat dapur berantakan selama berhari-hari. The Spruce menyarankan memulai dari satu area kecil, bukan langsung membongkar seluruh ruangan.
Mulai dari Satu Laci atau Satu Lemari
Pilih satu tempat yang paling mudah ditangani. Keluarkan seluruh isinya, lalu kelompokkan menjadi empat kategori: simpan, donasikan, gunakan kembali, dan buang.
Cara ini membuat keputusan lebih sederhana karena semua barang terlihat. Setelah satu area selesai, lanjutkan ke area berikutnya.
Gunakan Pertanyaan Sederhana
Saat ragu, tanyakan apakah benda tersebut masih digunakan, masih aman, masih berfungsi, dan apakah ada benda lain yang dapat melakukan fungsi yang sama. Jika jawabannya terus-menerus tidak, benda tersebut kemungkinan tidak perlu kembali ke tempat semula.
Prinsip dari The Spruce juga menekankan pentingnya menentukan prioritas dan memulai dari satu ruang kecil. Dengan demikian, decluttering tidak terasa sebagai pekerjaan besar yang melelahkan.
Jangan Mengganti Clutter dengan Barang Baru
Setelah membuang benda yang tidak diperlukan, hindari langsung membeli banyak wadah organizer tanpa mengukur kebutuhan. Organizer seharusnya membantu menata barang yang memang diperlukan, bukan menjadi tempat baru untuk menyimpan benda yang sebenarnya tidak digunakan.
Dapur yang rapi bukan dapur yang memiliki banyak tempat penyimpanan, melainkan dapur yang setiap barang di dalamnya memiliki fungsi dan tempat yang jelas.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Decluttering Area Dapur
1. Apa barang pertama yang sebaiknya dibuang dari dapur?
Mulailah dari barang yang jelas rusak atau tidak aman digunakan, seperti gelas retak, wadah makanan pecah, talenan yang sudah sangat tergores, serta peralatan masak dengan kerusakan serius. Setelah itu, lanjutkan ke barang yang sudah lama tidak digunakan.
2. Apakah barang dapur yang jarang digunakan harus langsung dibuang?
Tidak selalu. Barang yang masih berfungsi dan sesekali dibutuhkan dapat tetap disimpan. Namun, jika sudah sangat lama tidak digunakan, memiliki fungsi yang tumpang tindih, atau hanya memenuhi ruang, pertimbangkan untuk mendonasikan atau memberikannya kepada orang lain.
3. Bagaimana cara mengatasi terlalu banyak wadah makanan?
Keluarkan seluruh wadah dan pasangkan setiap bagian dengan tutupnya. Singkirkan wadah yang retak, berubah bentuk, atau tidak memiliki pasangan. Setelah itu, tentukan jumlah wadah yang memang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.
4. Seberapa sering dapur perlu decluttering?
Tidak ada jadwal tunggal yang berlaku untuk semua rumah. Pemeriksaan ringan dapat dilakukan setiap beberapa minggu, sedangkan pengecekan lebih menyeluruh bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun. Kulkas dan pantry sebaiknya diperiksa lebih rutin karena menyimpan bahan yang memiliki masa simpan.
5. Ke mana barang dapur yang masih bagus sebaiknya disalurkan?
Barang yang masih layak pakai dapat diberikan kepada keluarga, tetangga, komunitas, atau organisasi yang menerima donasi. Benda tertentu juga dapat digunakan kembali untuk fungsi lain. Untuk kaca, plastik, atau kemasan yang tidak lagi digunakan, ikuti sistem pemilahan dan daur ulang yang tersedia di wilayah Anda.
Sumber Rujukan
Martha Stewart — 11 Things to Toss From Your Kitchen ASAP, According to Cleaning Experts, Melissa Breyer.
The Spruce — 30 Items You Can Get Rid of Right Now, Elizabeth Larkin.
(kpl/yni)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
