7 Cara Menanam Bunga Turi dari Biji Kering, Mudah Dilakukan untuk Pemula
seorang ibu menanam biji kering bunga turi di halaman rumah (AI Generated)
Kapanlagi.com - Cara menanam bunga turi dari biji kering menjadi salah satu metode yang banyak dipilih karena lebih praktis dan ekonomis. Biji bunga turi yang telah matang memiliki daya tumbuh yang baik selama masih disimpan dengan benar dan ditanam menggunakan teknik yang tepat.
Tanaman turi (Sesbania grandiflora) dikenal sebagai tanaman serbaguna. Bunganya kerap dimanfaatkan sebagai bahan masakan, sementara daunnya dapat digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk hijau. Selain itu, pohon turi juga mampu tumbuh cepat sehingga cocok dijadikan tanaman peneduh di pekarangan.
Meski tergolong mudah dibudidayakan, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan agar biji kering dapat berkecambah dengan optimal. Mulai dari memilih benih yang berkualitas hingga merawat bibit setelah dipindahkan ke lahan tanam. Nah, bagaimana caranya? Dilansir KapanLagi dari berbagai sumber, Rabu (15/7), berikut tujuh cara menanam bunga turi dari biji kering yang mudah dilakukan oleh pemula.
Advertisement
1. Pilih Biji Turi Kering yang Berkualitas
Langkah pertama adalah memilih biji yang berasal dari polong tua yang sudah mengering secara alami di pohon. Umumnya, polong yang matang berwarna cokelat tua dan mulai mengering.
Pilih biji yang berukuran penuh, keras, tidak retak, serta bebas dari tanda-tanda jamur atau serangan hama. Biji yang sehat memiliki peluang berkecambah lebih tinggi dibandingkan biji yang keriput atau rusak.
Jika biji telah disimpan cukup lama, pastikan penyimpanannya dilakukan di tempat yang kering dan sejuk agar kualitas benih tetap terjaga.
2. Rendam Biji Sebelum Disemai
Kulit biji turi tergolong cukup keras sehingga membutuhkan perlakuan awal agar proses perkecambahan berlangsung lebih cepat.
Rendam biji menggunakan air hangat selama sekitar 8–12 jam atau semalaman. Perendaman membantu melunakkan kulit biji sehingga air lebih mudah masuk ke dalam embrio.
Setelah direndam, pilih biji yang tenggelam karena umumnya memiliki kualitas lebih baik. Sementara itu, biji yang mengapung bisa dipisahkan karena kemungkinan daya tumbuhnya lebih rendah.
3. Siapkan Media Semai yang Gembur
Media semai yang baik akan mendukung pertumbuhan akar sejak awal. Campurkan tanah gembur, kompos atau pupuk kandang yang telah matang, serta sekam bakar atau pasir dengan perbandingan seimbang.
Pastikan media memiliki drainase yang baik agar tidak menahan terlalu banyak air. Media yang terlalu basah berisiko menyebabkan biji membusuk sebelum berkecambah.
Masukkan media ke dalam polybag kecil, tray semai, atau pot berukuran kecil sesuai kebutuhan.
4. Tanam Biji dengan Kedalaman yang Tepat
Buat lubang tanam sedalam sekitar 1–2 sentimeter, lalu masukkan satu biji pada setiap lubang.
Tutup kembali menggunakan lapisan tanah tipis tanpa dipadatkan terlalu kuat. Penyiraman dapat dilakukan secara perlahan menggunakan semprotan air agar posisi biji tidak bergeser.
Simpan wadah semai di lokasi yang memperoleh cahaya matahari pagi, tetapi tetap terlindung dari terik matahari siang secara langsung.
5. Jaga Kelembapan Media Tanam
Selama masa perkecambahan, media tanam perlu dijaga tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang air.
Lakukan penyiraman satu hingga dua kali sehari sesuai kondisi cuaca. Pada musim hujan, frekuensi penyiraman dapat dikurangi agar media tidak terlalu basah.
Dalam kondisi ideal, biji turi biasanya mulai berkecambah dalam waktu sekitar 7–14 hari.
6. Pindahkan Bibit Setelah Cukup Kuat
Bibit dapat dipindahkan ke lahan atau pot yang lebih besar ketika telah memiliki tinggi sekitar 20–30 sentimeter atau memiliki beberapa helai daun sejati.
Lakukan pemindahan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi risiko tanaman mengalami stres akibat suhu tinggi.
Gunakan media tanam yang subur dan memiliki drainase baik agar akar dapat berkembang dengan optimal.
7. Rawat Tanaman Secara Rutin
Setelah dipindahkan, tanaman memerlukan perawatan sederhana agar tumbuh sehat.
Lakukan penyiraman secara rutin, terutama selama masa awal pertumbuhan. Tambahkan pupuk organik setiap satu hingga dua bulan untuk menjaga kesuburan tanah.
Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak berebut air dan nutrisi. Bila diperlukan, lakukan pemangkasan ringan pada cabang yang terlalu rapat untuk membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih seimbang.
Dengan perawatan yang baik, pohon turi dapat tumbuh relatif cepat dan mulai menghasilkan bunga setelah beberapa waktu, tergantung kondisi lingkungan serta kualitas perawatannya.
8. Pertanyaan Seputar Cara Menanam Bunga Turi dari Biji Kering
1. Berapa lama biji bunga turi berkecambah?
Umumnya biji bunga turi mulai berkecambah dalam waktu sekitar 7–14 hari, tergantung kualitas benih dan kondisi media tanam.
2. Apakah biji turi harus direndam sebelum ditanam?
Ya. Perendaman selama 8–12 jam membantu melunakkan kulit biji sehingga proses perkecambahan berlangsung lebih cepat.
3. Bisakah bunga turi ditanam di dalam pot?
Bisa. Namun, karena tanaman turi dapat tumbuh menjadi pohon, sebaiknya gunakan pot berukuran besar atau pindahkan ke lahan setelah bibit tumbuh kuat.
4. Apakah bunga turi membutuhkan banyak sinar matahari?
Ya. Tanaman turi tumbuh optimal di lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh selama sebagian besar waktu dalam sehari.
5. Kapan tanaman turi mulai berbunga?
Dengan perawatan yang baik, tanaman turi umumnya mulai berbunga dalam waktu sekitar 8–18 bulan, tergantung varietas, kondisi tanah, dan lingkungan tumbuh.
(kpl/mda)
Advertisement
