Kapanlagi.com -
Banyak orang mengira bahwa membersihkan bagian dalam telinga adalah rutinitas wajib untuk menjaga kebersihan tubuh. Padahal, kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi penting sebagai lapisan pelindung, zat anti-mikroba, serta agen pencegah infeksi luar pada saluran telinga. Organ telinga manusia pada dasarnya sudah dirancang memiliki sistem pembersihan mandiri secara alami.
Dari sudut pandang evolusi, jika alam memang mendesain telinga agar harus dibersihkan secara manual dari dalam, maka hal tersebut tentu menjadi rancangan yang kurang tepat. Saluran telinga digambarkan bekerja seperti ban berjalan, di mana sel kulit mati bergerak keluar dari gendang telinga dan bercampur dengan kelenjar minyak. Gerakan alami seperti saat kita mengunyah dan berbicara juga membantu mendorong kotoran tersebut keluar dengan sendirinya.
Oleh karena itu, memahami cara aman membersihkan telinga sangat penting agar tidak merusak mekanisme alami tubuh. Artikel ini akan membahas poin-poin penting serta langkah yang disarankan oleh para ahli kesehatan untuk merawat kebersihan telinga secara tepat dan menghindari risiko cedera.
1. Hindari Penggunaan Cotton Bud atau Q-Tip di Dalam Saluran Telinga
Menggunakan cotton bud untuk membersihkan liang telinga adalah kebiasaan yang sangat umum tetapi keliru. Alih-alih membersihkan, penggunaan kapas lidi ini justru berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam dan bertindak sebagai pendorong yang memadatkan kotoran di dalam saluran telinga.
Dr. Lawrence R. Lustig, Ketua Departemen Otolaryngology-Head & Neck Surgery di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, menjelaskan bahwa diameter cotton bud yang tidak sesuai dengan saluran telinga sering kali memperburuk keadaan.
“Jika Anda tidak bisa melihat apa yang Anda lakukan, Anda bisa saja mendapati semua kotoran itu terdorong ke dalam dengan cotton bud. Sering kali alat ini bertindak sebagai alat pendorong. Ketika seseorang datang kepada saya karena infeksi kotoran telinga, separuh waktunya disebabkan karena mereka menggunakan cotton bud,” katanya seperti dikutip dari HuffPost. Selain itu, kebiasaan ini dapat mengikis lapisan pelindung kulit dan memicu rasa gatal berulang.
2. Cukup Bersihkan Bagian Luar Telinga Saja
Jika Anda tetap ingin membersihkan telinga, fokuslah hanya pada area luar dan kotoran yang sudah mencapai titik pintu masuk saluran telinga. Biarkan tubuh melakukan tugas alaminya melalui migrasi kulit dan bantuan aktivitas harian seperti mandi.
Dr. Bradley B. Block, seorang dokter spesialis THT dan pemandu siniar Physician’s Guide to Doctoring, memberikan anjuran praktis, “Cukup usap bagian luar dengan jari yang diberi sabun atau kain lap.”
Anda cukup menggunakan waslap basah untuk membersihkan sisa kotoran yang keluar secara alami di area luar tanpa harus memasukkan benda apa pun ke dalam liang telinga.
3. Gunakan Cairan Pelunak Khusus Apabila Diperlukan
Apabila terjadi penumpukan kotoran yang keras, penggunaan produk tetes telinga khusus seperti Debrox yang mengandung carbamide peroxide atau hidrogen peroksida dapat menjadi alternatif. Cairan ini berfungsi untuk membantu melunakkan sumbatan kotoran telinga secara aman.
Berkaitan dengan hal ini, Dr. Lawrence R. Lustig menyatakan, “Hidrogen peroksida melunakkan sumbatan yang lebih keras. Cairan ini aman digunakan asalkan Anda tidak memiliki lubang pada gendang telinga, yang mana sebagian besar orang tidak memilikinya.”
Proses penggunaannya umumnya melibatkan posisi berbaring miring, meneteskan cairan selama beberapa menit, lalu menyekanya dengan lembut.
4. Segera Konsultasi ke Dokter Jika Terjadi Gangguan Pendengaran
Apabila Anda merasakan gejala seperti telinga terasa tersumbat seperti memakai penyumbat telinga, kesulitan mendengarkan, atau suara yang bergeming saat berbicara, segera cari bantuan profesional medis. Jangan mencoba mengatasi sumbatan parah tersebut secara mandiri di rumah.
Dr. Lawrence R. Lustig memperingatkan bahwa masalah pada pendengaran tidak selalu disebabkan oleh kotoran telinga. “Saya pernah mendapati pasien datang dengan kehilangan pendengaran secara tiba-tiba, dan ketika saya periksa, telinganya bersih tanpa masalah pada gendang telinga. Ternyata ada virus yang masuk ke telinga bagian dalam dan menyebabkan kerusakan.” Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter sangat krusial untuk mendeteksi kondisi berbahaya yang memiliki jendela waktu pengobatan terbatas.
Pertanyaan Seputar Cara Aman Membersihkan Telinga Menurut Ahli Medis
Q: Apakah telinga benar-benar bisa membersihkan dirinya sendiri?
A: Ya, telinga memiliki mekanisme alami berupa migrasi sel kulit mati dan gerakan rahang saat mengunyah atau berbicara yang bertindak seperti ban berjalan untuk mendorong kotoran keluar secara mandiri.
Q: Apakah aman membersihkan telinga menggunakan cotton bud?
A: Tidak aman. Menggunakan cotton bud di dalam saluran telinga dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam, memadatkannya, menggores dinding saluran, hingga berisiko merusak gendang telinga.
Q: Bagaimana cara yang benar untuk membersihkan telinga sehari-hari?
A: Anda cukup membersihkan bagian luar telinga menggunakan jari bersabun atau waslap basah saat mandi, serta membiarkan proses alami tubuh membersihkan bagian dalamnya.
Q: Kapan saya harus memeriksakan diri ke dokter THT terkait kotoran telinga?
Anda sebaiknya segera menemui dokter jika merasakan telinga tersumbat terus-menerus, mengalami penurunan pendengaran secara tiba-tiba, nyeri, atau merasa suara bergema saat berbicara.