10 Cara Menghentikan Kucing yang Suka Mencakar Barang di Rumah, Ampuh Tanpa Menyakitinya

10 Cara Menghentikan Kucing yang Suka Mencakar Barang di Rumah, Ampuh Tanpa Menyakitinya
Menghentikan Kucing yang Suka Mencakar Barang di Rumah

Kapanlagi.com - Kucing memang memiliki kebiasaan alami untuk mencakar. Namun, ketika kebiasaan tersebut mulai diarahkan ke sofa, karpet, tirai, kasur, kaki meja, atau barang-barang lain di rumah, tentu bisa membuat pemilik kewalahan. Terlebih jika cakaran meninggalkan bekas, merusak permukaan furnitur, atau terjadi berulang kali meskipun sudah pernah ditegur. Kondisi ini sebenarnya tidak selalu berarti kucing sedang nakal, sebab mencakar merupakan salah satu perilaku normal yang memiliki fungsi tertentu bagi kucing.

Mencakar dapat membantu kucing meregangkan tubuh, menjaga kondisi kukunya, menandai wilayah, sekaligus menjadi salah satu cara melepaskan energi dan merespons kondisi tertentu. Karena itu, menghentikan kebiasaan tersebut bukan berarti membuat kucing sama sekali tidak boleh mencakar. Yang lebih penting adalah mengarahkannya agar mencakar pada tempat yang tepat, seperti scratching post atau permukaan khusus yang memang aman untuk digunakan. Cara yang keliru, seperti membentak atau menghukum secara fisik, justru dapat membuat kucing takut dan tidak menyelesaikan penyebab perilakunya.

Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan kucing mencakar barang di rumah tanpa menyakitinya. Mulai dari menyediakan tempat mencakar yang menarik, menempatkannya di lokasi yang tepat, hingga memberikan penghargaan ketika kucing menggunakan tempat tersebut. Lantas bagaimana saja cara menghentikan kucing yang suka mencakar barang di rumah yang ampuh tanpa menyakitinya? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (14/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Sediakan Scratching Post di Tempat yang Strategis

Langkah pertama yang paling penting adalah menyediakan tempat khusus untuk mencakar. Scratching post atau papan garukan memberikan kucing alternatif yang aman dibandingkan sofa, karpet, kaki meja, atau barang lainnya. Pilih produk yang kokoh dan tidak mudah roboh ketika kucing menggunakannya. Kucing biasanya lebih tertarik pada permukaan yang memungkinkan tubuhnya meregang sekaligus memberikan sensasi yang menyenangkan pada cakarnya.

Lokasi scratching post juga sangat menentukan. Jangan sekadar meletakkannya di sudut rumah yang jarang dilewati kucing. Jika kucing terbiasa mencakar sofa di ruang keluarga, letakkan scratching post di dekat sofa tersebut terlebih dahulu. Begitu kucing mulai terbiasa menggunakannya, posisinya dapat digeser secara perlahan ke lokasi yang diinginkan.

Sediakan lebih dari satu scratching post jika rumah memiliki beberapa area yang sering menjadi sasaran cakaran. Jenis permukaannya juga dapat dibuat bervariasi, misalnya sisal, karton bergelombang, atau material lain yang aman untuk kucing. Dengan memberikan pilihan, pemilik dapat mengetahui tekstur dan bentuk mana yang paling disukai kucing.

2. Pilih Scratching Post Sesuai Kebiasaan Kucing

Setiap kucing memiliki preferensi yang berbeda ketika mencakar. Ada kucing yang senang mencakar permukaan vertikal seperti sisi sofa, sedangkan yang lain lebih suka permukaan horizontal seperti karpet atau lantai. Karena itu, jangan langsung menganggap satu jenis scratching post pasti cocok untuk semua kucing.

Perhatikan barang apa yang biasanya menjadi sasaran. Jika kucing sering berdiri dengan kedua kaki depan dan mencakar sisi sofa, scratching post vertikal mungkin lebih sesuai. Sebaliknya, jika ia sering menggaruk karpet atau keset, papan garukan horizontal bisa menjadi pilihan yang lebih menarik. Ukurannya juga harus cukup tinggi atau panjang sehingga kucing dapat meregangkan tubuh dengan nyaman ketika mencakar.

Stabilitas merupakan faktor lain yang sering diabaikan. Scratching post yang bergoyang atau mudah jatuh dapat membuat kucing enggan menggunakannya. Bahkan jika teksturnya disukai, pengalaman tersebut bisa membuat kucing mencari permukaan lain yang terasa lebih aman. Pastikan alasnya kokoh dan ukurannya sesuai dengan tubuh kucing agar ia dapat menggunakannya dengan nyaman.

3. Letakkan Tempat Cakar di Dekat Barang yang Sering Dicakar

Jika kucing sudah memiliki kebiasaan mencakar suatu benda, jangan langsung memindahkan scratching post jauh dari area tersebut. Kucing cenderung memiliki pola tertentu dalam memilih lokasi mencakar. Karena itu, menempatkan tempat cakar tepat di dekat barang yang menjadi sasaran dapat memudahkan proses pengalihan kebiasaan.

Misalnya, jika kaki sofa sering dicakar, tempatkan scratching post di samping sofa tersebut. Ketika kucing mulai menggunakan scratching post, berikan respons positif. Setelah kebiasaan baru mulai terbentuk, lokasi scratching post dapat dipindahkan sedikit demi sedikit ke tempat yang lebih sesuai dengan tata letak rumah.

Pendekatan bertahap biasanya lebih masuk akal daripada mengharapkan perubahan dalam satu atau dua hari. Kucing membutuhkan waktu untuk menghubungkan tempat baru tersebut dengan aktivitas mencakar. Konsistensi juga penting, terutama jika ada beberapa anggota keluarga yang tinggal di rumah. Semua orang sebaiknya menggunakan pendekatan yang sama agar kucing tidak menerima sinyal yang berbeda-beda.

4. Buat Barang yang Sering Dicakar Menjadi Kurang Menarik

Selain menyediakan tempat mencakar, pemilik juga dapat membuat barang yang menjadi sasaran cakaran terasa kurang menarik untuk sementara. Tujuannya bukan menakut-nakuti kucing, melainkan mengurangi daya tarik permukaan tersebut sambil membiasakan kucing menggunakan scratching post.

Permukaan tertentu dapat ditutupi dengan bahan yang aman dan tidak nyaman untuk dicakar, misalnya pelindung khusus furnitur. Pada sofa, bagian yang sering dicakar dapat ditutup sementara sehingga akses langsung ke permukaannya berkurang. Pastikan bahan yang digunakan tidak memiliki bagian yang mudah tertelan, tidak tajam, dan tidak berisiko melukai kucing.

Metode ini sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemberian alternatif, bukan hanya melarang. Jika sofa ditutup tetapi kucing tidak diberikan tempat lain untuk mencakar, ia mungkin akan mencari benda baru sebagai penggantinya. Jadi, prinsipnya adalah kurangi daya tarik barang yang salah sambil meningkatkan daya tarik tempat yang benar.

5. Berikan Pujian atau Hadiah Ketika Kucing Menggunakan Tempat yang Benar

Penguatan positif dapat membantu kucing memahami perilaku apa yang diharapkan. Ketika kucing menggunakan scratching post dengan benar, berikan respons positif seperti pujian dengan suara lembut, belaian jika kucing menyukainya, atau camilan dalam jumlah yang sesuai. Dengan begitu, kucing dapat mengasosiasikan penggunaan tempat tersebut dengan pengalaman yang menyenangkan.

Waktu pemberian penghargaan juga penting. Sebaiknya diberikan tidak terlalu lama setelah perilaku yang diinginkan terjadi sehingga hubungan antara aktivitas dan penghargaan lebih mudah dipahami. Jika kucing sedang mencakar scratching post, misalnya, pemilik dapat memberikan pujian segera setelah ia selesai atau saat ia menunjukkan ketertarikan pada tempat tersebut.

Jangan menggunakan hadiah secara berlebihan. Tujuannya adalah membantu membentuk kebiasaan, bukan membuat kucing hanya mau menggunakan scratching post ketika ada makanan. Seiring waktu, ketika perilaku tersebut sudah menjadi kebiasaan, penghargaan dapat dikurangi secara bertahap. Konsistensi dan kesabaran tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

6. Ajak Kucing Bermain untuk Menyalurkan Energinya

Kucing yang memiliki banyak energi dan kurang mendapatkan stimulasi dapat menunjukkan berbagai perilaku yang tidak diinginkan, termasuk mencakar barang secara berlebihan. Aktivitas bermain yang teratur dapat membantu memberikan rangsangan fisik dan mental sehingga kucing memiliki cara yang lebih tepat untuk menyalurkan energinya.

Gunakan mainan yang sesuai dan aman, seperti mainan berbentuk tongkat dengan objek yang dapat dikejar, bola khusus kucing, atau mainan interaktif. Sesi bermain dapat dibuat singkat tetapi dilakukan secara rutin. Perhatikan respons kucing karena tidak semua kucing menyukai jenis permainan yang sama. Ada yang senang mengejar, sementara lainnya lebih tertarik pada objek yang bergerak perlahan.

Bermain juga dapat menjadi kesempatan untuk mengarahkan kucing menuju scratching post. Setelah sesi bermain, misalnya, letakkan mainan di dekat tempat mencakar atau berikan kesempatan kepada kucing untuk menggunakan scratching post. Dengan cara tersebut, aktivitas mencakar dapat menjadi bagian dari rutinitas yang lebih sehat dan terarah.

7. Potong Kuku Kucing Secara Teratur dan Hati-Hati

Memotong kuku tidak akan menghilangkan kebutuhan kucing untuk mencakar, tetapi dapat membantu mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh cakaran. Kuku yang terlalu panjang atau tajam dapat membuat goresan pada sofa, karpet, atau permukaan lainnya menjadi lebih dalam. Pemotongan kuku secara rutin dapat membantu menjaga kuku tetap pada panjang yang lebih terkendali.

Namun, proses ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kuku kucing memiliki bagian yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Jangan memotong terlalu dalam. Gunakan gunting kuku khusus hewan dan potong hanya bagian ujung kuku yang aman. Jika kucing sangat gelisah atau pemilik belum terbiasa melakukannya, meminta bantuan dokter hewan atau groomer profesional dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

Perlu diingat bahwa pemotongan kuku hanya merupakan tindakan pendukung. Kucing tetap membutuhkan aktivitas mencakar karena perilaku tersebut memiliki fungsi alami. Jadi, jangan mengganti scratching post dengan sekadar memotong kuku. Keduanya memiliki tujuan berbeda dan dapat dilakukan secara berdampingan untuk membantu menjaga kucing serta barang-barang di rumah.

8. Jangan Memarahi atau Menghukum Kucing Saat Mencakar

Ketika melihat kucing mencakar sofa yang baru dibeli, reaksi spontan pemilik mungkin ingin membentak atau mengusirnya. Namun, hukuman seperti berteriak, memukul, menyemprotkan air, atau menakut-nakuti kucing bukanlah cara terbaik untuk mengajarkan perilaku yang diinginkan. Kucing mungkin hanya belajar menghindari pemilik, bukan memahami bahwa ada tempat khusus yang seharusnya digunakan untuk mencakar.

Jika kucing sedang mencakar barang yang tidak seharusnya, arahkan perhatiannya dengan tenang. Pemilik dapat menggunakan mainan untuk mengalihkannya atau memindahkan fokusnya ke scratching post. Begitu ia menggunakan tempat yang tepat, berikan pujian atau penghargaan. Dengan demikian, kucing mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai perilaku yang diharapkan.

Pendekatan yang tenang juga membantu menjaga hubungan antara kucing dan pemilik. Kucing yang terus-menerus mendapatkan pengalaman menakutkan ketika melakukan aktivitas alami dapat menjadi lebih waspada atau stres. Mengajarkan perilaku alternatif dengan penguatan positif membutuhkan kesabaran, tetapi umumnya lebih sesuai dengan tujuan untuk mengubah kebiasaan tanpa menyakiti atau menakut-nakuti hewan.

9. Perhatikan Perubahan Perilaku yang Muncul Tiba-Tiba

Jika kucing yang sebelumnya tidak pernah mencakar barang tiba-tiba melakukannya secara berlebihan, jangan hanya berfokus pada furnitur yang rusak. Perubahan perilaku dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang berubah dalam lingkungan atau rutinitasnya. Misalnya, perpindahan rumah, kehadiran hewan baru, perubahan jadwal pemilik, atau lingkungan yang lebih ramai dapat memengaruhi perilaku kucing.

Mencakar juga dapat berkaitan dengan kebutuhan kucing untuk menandai wilayah. Cakaran meninggalkan tanda visual sekaligus aroma dari kelenjar yang terdapat pada telapak kaki. Karena itu, peningkatan perilaku mencakar di lokasi tertentu dapat terjadi ketika kucing merasa perlu memperkuat tanda wilayahnya. Memahami penyebabnya akan membantu pemilik menentukan pendekatan yang lebih tepat.

Jika perubahan perilaku sangat mencolok, berlangsung terus-menerus, atau disertai tanda lain seperti perubahan nafsu makan, kebiasaan buang air, penurunan aktivitas, agresivitas, atau tanda-tanda ketidaknyamanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan. Dengan begitu, kemungkinan masalah kesehatan atau stres yang mendasari perilaku tersebut dapat dipertimbangkan, bukan sekadar menganggap kucing sedang nakal.

10. Konsisten dan Beri Waktu hingga Kebiasaan Baru Terbentuk

Mengubah kebiasaan mencakar tidak selalu berhasil dalam satu malam. Kucing yang sudah bertahun-tahun mencakar sisi sofa tentu membutuhkan waktu untuk mempelajari bahwa ada tempat lain yang lebih tepat. Karena itu, pemilik perlu konsisten menyediakan scratching post, mengarahkan kucing ketika salah sasaran, serta memberikan penghargaan ketika ia menggunakan tempat yang benar.

Hindari mengganti strategi setiap kali kucing belum menunjukkan perubahan dalam beberapa hari. Justru perhatikan responsnya dan lakukan penyesuaian secara bertahap. Jika scratching post tidak digunakan, coba ubah lokasi, bentuk, tinggi, atau teksturnya. Bisa jadi bukan perilaku mencakarnya yang bermasalah, melainkan tempat yang disediakan memang belum sesuai dengan preferensi kucing.

Pada akhirnya, tujuan dari latihan ini bukan menghilangkan perilaku mencakar karena aktivitas tersebut merupakan bagian alami dari kehidupan kucing. Yang ingin dibentuk adalah kebiasaan mencakar di tempat yang tepat. Dengan menyediakan alternatif yang menarik, melindungi barang untuk sementara, memberikan penguatan positif, menjaga kuku, memenuhi kebutuhan bermain, dan menghindari hukuman, pemilik dapat membantu kucing beradaptasi tanpa harus menyakitinya.

11. Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menghentikan Kucing yang Suka Mencakar Barang di Rumah

1. Mengapa kucing suka mencakar barang di rumah?

Mencakar merupakan perilaku alami kucing yang memiliki beberapa fungsi, seperti meregangkan tubuh, membantu menjaga kondisi kuku, menandai wilayah, dan menyalurkan energi. Karena itu, kucing yang mencakar sofa, karpet, kaki meja, atau barang lain belum tentu sedang berusaha merusaknya.

2. Bagaimana cara menghentikan kucing agar tidak mencakar sofa?

Cara yang paling efektif adalah mengalihkan kebiasaannya, bukan melarang kucing mencakar sama sekali. Letakkan scratching post atau papan garukan di dekat sofa yang sering dicakar, kemudian berikan pujian atau hadiah ketika kucing menggunakannya. Bagian sofa yang menjadi sasaran juga dapat ditutup sementara agar kurang menarik untuk dicakar.

3. Apakah boleh memarahi kucing yang suka mencakar barang?

Sebaiknya jangan. Membentak, memukul, menyemprot air, atau menakut-nakuti kucing tidak mengajarkannya tempat yang benar untuk mencakar. Cara tersebut juga dapat membuat kucing takut terhadap pemilik. Lebih baik alihkan perhatiannya ke scratching post dan berikan penguatan positif ketika ia menggunakannya.

4. Apakah scratching post benar-benar bisa membuat kucing berhenti mencakar furnitur?

Scratching post dapat membantu mengalihkan perilaku mencakar ke tempat yang sesuai, tetapi hasilnya sangat bergantung pada jenis, lokasi, dan tekstur yang disukai kucing. Letakkan scratching post di area yang sering digunakan kucing atau dekat barang yang biasanya menjadi sasaran cakaran.

5. Di mana sebaiknya meletakkan scratching post?

Tempatkan scratching post di lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan area kucing biasa mencakar. Jika kucing sering mencakar sofa di ruang keluarga, misalnya, letakkan scratching post di dekat sofa terlebih dahulu. Setelah kucing terbiasa, posisinya dapat dipindahkan secara perlahan jika diperlukan.

(kpl/iya)

Rekomendasi

Trending