7 Hiasan 17 Agustus dari Barang Bekas, Modal Rp 50 Ribu Hasilnya Estetik dan Bisa Dijual

7 Hiasan 17 Agustus dari Barang Bekas, Modal Rp 50 Ribu Hasilnya Estetik dan Bisa Dijual
diy hiasan 17 agustus (h)

Kapanlagi.com - Setiap Agustus, gang-gang sempit di Surabaya hingga lorong kos-kosan di Jakarta berubah warna. Merah dan putih membanjiri setiap sudut. Tapi tahukah kamu bahwa hiasan kemerdekaan yang tampak estetik itu bisa dibuat sendiri dari botol plastik, kardus, dan kaleng bekas yang menumpuk di dapur — dengan modal mulai Rp 50 ribu saja?

Bukan sekadar menghemat uang. Membuat hiasan 17 Agustus dengan tangan sendiri ternyata memberikan manfaat kesehatan mental yang nyata, peluang penghasilan tambahan, dan tentu saja, kebanggaan saat melihat hasil karya terpajang di depan rumah. Panduan ini akan membawamu dari nol hingga menghasilkan tujuh jenis hiasan kemerdekaan yang siap dipamerkan — atau dijual.

1. Kenapa DIY Hiasan Kemerdekaan Layak Dicoba Tahun Ini

(c)Ilustrasi AITren kerajinan daur ulang sedang berada di puncaknya. Dilansir dari Shopify yang mengutip Fortune Business Insights, pasar kerajinan tangan global bernilai 1,2 triliun dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 2,9 triliun dolar AS pada 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 10,2%.

Di Indonesia, konten DIY barang bekas di platform seperti TikTok dan Lemon8 secara konsisten meraih ribuan interaksi. Momen menjelang 17 Agustus menjadi puncak permintaan dekorasi merah putih — dan kamu bisa memenuhi permintaan itu sambil menghemat pengeluaran rumah tangga.

Bahan baku tersedia gratis di sekitar rumah: botol plastik, kaleng susu, kardus sepatu, hingga kain perca. Alat pendukung seperti lem tembak dan cat akrilik kini mudah didapat di marketplace lokal dengan harga mulai Rp 10.000. Tidak perlu keahlian khusus — hanya kemauan untuk memulai.

2. Profil Singkat Hobi DIY Hiasan Kemerdekaan

(c)Ilustrasi AIAspekDetail Tingkat Kesulitan★★☆☆☆ (Mudah untuk Pemula) Waktu per Sesi30–90 menit Waktu per Minggu3–5 jam (fleksibel) Modal Awal HematRp 25.000 – Rp 50.000 Modal Awal StandarRp 50.000 – Rp 150.000 Modal Awal PremiumRp 150.000 – Rp 400.000 Cocok untukIndoor, sendiri atau bersama anak, segala usia Catatan Iklim TropisGunakan cat tahan air untuk produk outdoor; simpan bahan di tempat kering agar tidak berjamur di musim hujan

Hobi ini ramah untuk segala kondisi. Tinggal di kontrakan sempit? Cukup meja kecil dan beberapa alat dasar. Punya waktu terbatas setelah kerja? Satu proyek bisa diselesaikan dalam 30 menit.

3. Manfaat yang Didapat dari DIY Hiasan 17 Agustus

(c)Ilustrasi AIKesehatan Mental: Lebih dari Sekadar Hiburan

Membuat kerajinan bukan cuma soal hasil akhir. Mengutip laporan CNN yang merujuk studi Frontiers in Public Health, aktivitas seni dan kerajinan terbukti memberikan manfaat kesehatan mental setara dengan bekerja. Dr. Frank Clark, seorang psikiater di Prisma Health, dikutip dari CNN menyatakan, "Semua bentuk seni bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan mental. Manfaatnya meliputi peningkatan rasa percaya diri, pengurangan kecemasan atau stres, perbaikan komunikasi, dan pengembangan kreativitas."

Saat kamu fokus mengukur, memotong, mengecat, dan merangkai, pikiran tertambat di momen saat ini. Gerakan repetitif seperti menggunting, melipat, mengelem, dan mengecat membantu menurunkan kadar kortisol — hormon stres.

Manfaat Sosial dan Kognitif

Mengerjakan proyek DIY bersama keluarga atau tetangga membangun kebersamaan yang sulit didapat dari aktivitas lain. Anak-anak melatih koordinasi mata-tangan, kesabaran, dan kemampuan memecahkan masalah. Orang dewasa menemukan outlet kreatif dari rutinitas harian.

Dr. Daisy Fancourt, peneliti di University College London, dikutip dari Crafts Council UK menyatakan, "Aktivitas kultural mendorong gerakan lembut, mengurangi isolasi sosial, dan menurunkan peradangan serta hormon stres seperti kortisol."

Potensi Finansial

Hiasan kemerdekaan handmade memiliki nilai jual yang nyata. Di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, lampion DIY dijual Rp 15.000–50.000 per unit, sementara rangkaian dekorasi merah putih bisa mencapai Rp 75.000–200.000. Dengan modal produksi di bawah Rp 10.000 per item, margin keuntungannya bisa mencapai 70–85%.

4. Panduan Lengkap: 7 Proyek DIY Hiasan 17 Agustus

Panduan Lengkap: 7 Proyek DIY Hiasan 17 Agustus (c) Ilustrasi AI

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Alat/BahanEstimasi Harga (Rp)Sumber Gunting/cutter10.000 – 25.000Tokopedia, toko alat tulis Lem tembak + isi25.000 – 50.000Shopee, toko bangunan Cat akrilik merah & putih15.000 – 35.000Marketplace, toko ATK Kuas set10.000 – 20.000Marketplace Botol/kaleng/kardus bekasGratisRumah, bank sampah Kertas origami merah-putih5.000 – 15.000Toko ATK, marketplace Lampu LED string10.000 – 25.000Shopee, Tokopedia Tali rami/pita5.000 – 10.000Toko perlengkapan kado

Total modal awal tier hemat: sekitar Rp 25.000 – Rp 50.000. Sebagian besar bahan baku sudah tersedia gratis di rumah.

Proyek 1: Lampion Merah Putih dari Botol Plastik

Lampion adalah hiasan klasik yang tidak pernah gagal menciptakan suasana meriah. Saat cahaya LED menyala dari dalam botol bekas yang sudah dicat, efek cahayanya hangat dan cantik — persis seperti lampion mahal yang dijual di toko dekorasi.

Langkah pembuatan:

  1. Bersihkan botol plastik bekas (Aqua, Le Minerale, atau merek lain) hingga label terlepas sempurna.
  2. Belah botol menjadi 6–7 bagian vertikal menggunakan cutter, sisakan bagian leher dan dasar botol tetap utuh.
  3. Cat setiap bagian secara bergantian dengan cat akrilik merah dan putih. Biarkan kering sempurna minimal 2 jam.
  4. Tekuk bagian yang sudah dibelah ke arah luar untuk membentuk kelopak lampion.
  5. Masukkan lampu LED string melalui mulut botol.
  6. Ikat tali di bagian leher botol untuk menggantungnya.

Estimasi biaya per unit: Rp 8.000–12.000. Waktu pengerjaan: 30–45 menit.

Proyek 2: Gantungan Hias dari Kertas Origami

Saat akhirnya deretan gantungan kertas merah putih bergoyang tertiup angin di teras, ada kepuasan tersendiri yang sulit dijelaskan. Ini proyek paling mudah untuk pemula total.

Langkah pembuatan:

  1. Siapkan kertas origami atau HVS berwarna merah dan putih.
  2. Lipat kertas menjadi bentuk kipas, bintang, atau hati sesuai kreativitas.
  3. Lubangi ujung atas setiap origami dengan pembolong kertas.
  4. Rangkai menggunakan tali atau benang wol dengan jarak 5–10 cm antar origami.
  5. Gantung di jendela, pintu, atau sepanjang pagar rumah.

Estimasi biaya: Rp 5.000–10.000 per rangkaian. Waktu pengerjaan: 20–30 menit.

Baca juga: Panduan lengkap cara membuat mahkota dari kertas untuk perayaan kemerdekaan

Proyek 3: Lentera dari Kaleng Bekas

Kaleng susu atau kaleng makanan bekas bisa berubah menjadi lentera yang memukau jika kamu punya palu, paku, dan sedikit kesabaran.

Langkah pembuatan:

  1. Bersihkan kaleng bekas dan lepaskan semua label.
  2. Isi kaleng dengan air lalu bekukan di freezer selama 6–8 jam. Es menjaga kaleng tetap kokoh saat dilubangi.
  3. Gambar pola bintang, angka "17", atau motif Garuda pada permukaan kaleng menggunakan spidol.
  4. Gunakan paku dan palu untuk melubangi kaleng mengikuti pola. Buat lubang dengan jarak sekitar 0,5 cm.
  5. Cat bagian luar kaleng dengan cat merah atau biarkan warna asli untuk kesan industrial.
  6. Letakkan lilin LED di dalam kaleng. Efek cahaya yang menembus lubang-lubang kecil menciptakan suasana magis.

Estimasi biaya: Rp 5.000–15.000 per unit. Waktu pengerjaan: 45–60 menit (tidak termasuk waktu pembekuan).

Catatan keamanan: Gunakan sarung tangan saat memotong atau memaku kaleng. Tepi kaleng yang tajam bisa menyebabkan luka. Untuk anak-anak, biarkan orang dewasa menangani tahap pemotongan — anak cukup terlibat di proses menghias.

Proyek 4: Vas Bunga Merah Putih dari Botol Kaca

Dekorasi patriotik menggunakan bahan daur ulang tidak hanya hemat biaya tetapi juga personal dan bermakna. Botol kaca bekas selai atau minuman bisa disulap menjadi vas bunga estetik.

Langkah pembuatan:

  1. Cuci botol kaca hingga bersih dan keringkan sempurna.
  2. Tempelkan selotip pada bagian yang ingin tetap transparan untuk menciptakan pola garis.
  3. Cat bagian yang terbuka dengan cat akrilik merah atau putih. Lakukan 2–3 lapisan tipis.
  4. Lepaskan selotip setelah cat benar-benar kering.
  5. Hias leher botol dengan tali rami atau pita merah putih.
  6. Isi dengan bunga segar, bunga kertas, atau ranting kering.

Estimasi biaya: Rp 10.000–20.000 per unit. Waktu pengerjaan: 30–45 menit (tidak termasuk pengeringan).

Baca juga: Cara bikin dekorasi aesthetic ala Pinterest dari barang bekas

Proyek 5: Bendera Mini dari Sedotan dan Kertas

Deretan bendera mini yang ditancapkan di pot tanaman atau di sepanjang pagar memberikan sentuhan meriah yang simpel namun efektif.

Langkah pembuatan:

  1. Potong kertas karton merah menjadi persegi panjang ukuran 5×3 cm.
  2. Tempelkan kertas putih pada setengah bagian atas kertas merah untuk membentuk pola bendera.
  3. Lipat satu sisi kertas mengelilingi sedotan plastik atau stik kayu, lalu rekatkan dengan lem.
  4. Buat 20–30 bendera, lalu susun dalam rangkaian menggunakan tali.

Estimasi biaya: Rp 3.000–8.000 per rangkaian. Waktu pengerjaan: 15–20 menit.

Proyek 6: Gapura Mini dari Kardus Bekas

Gapura adalah simbol kemerdekaan yang khas Indonesia. Versi mininya dari kardus bisa menjadi dekorasi meja atau sudut ruangan yang unik.

Langkah pembuatan:

  1. Gunakan kardus sepatu atau kardus paket untuk membentuk dua tiang dan satu lengkungan atas.
  2. Potong dan rekatkan bagian-bagian menggunakan lem tembak.
  3. Lapisi seluruh permukaan dengan kertas kado atau cat akrilik merah putih.
  4. Tambahkan tulisan "Dirgahayu RI" atau "HUT RI ke-81" dari potongan kertas.
  5. Hias dengan kertas emas, glitter, atau pita untuk sentuhan akhir.

Estimasi biaya: Rp 10.000–25.000. Waktu pengerjaan: 60–90 menit.

Baca juga: 7 langkah memulai DIY craft barang bekas yang bisa jadi cuan

Proyek 7: Mozaik Bendera dari Tutup Botol

Proyek ini membutuhkan waktu lebih lama, tapi hasilnya menakjubkan — mozaik bendera merah putih dari tutup botol yang bisa dipajang selama bertahun-tahun.

Langkah pembuatan:

  1. Kumpulkan 50–100 tutup botol plastik (bisa minta dari warung atau tetangga).
  2. Cat separuh tutup botol dengan warna merah dan separuh lagi putih.
  3. Siapkan papan triplek atau kardus tebal sebagai alas.
  4. Susun tutup botol membentuk pola bendera Indonesia — bagian atas merah, bagian bawah putih.
  5. Rekatkan setiap tutup botol menggunakan lem tembak.
  6. Beri bingkai dari potongan kardus yang sudah dicat hitam atau emas.

Estimasi biaya: Rp 15.000–30.000. Waktu pengerjaan: 90–120 menit.

Psikologi Warna di Balik Merah dan Putih

Ada alasan ilmiah mengapa dekorasi merah putih terasa begitu kuat secara emosional. Menurut teori psikologi warna, merah dipandang sebagai warna yang memberi energi dan menggairahkan, mampu mendorong orang untuk bertindak sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Sementara putih merepresentasikan kemurnian, kebaikan, dan kebersihan, sekaligus menjadi latar yang membuat elemen lain tampil menonjol.

Kombinasi keduanya menciptakan kontras visual yang tajam — energi bertemu ketenangan, semangat berpadu dengan kesucian. Tidak heran jika warna bendera Indonesia memiliki daya tarik visual yang begitu mendalam ketika diaplikasikan dalam dekorasi.

Timeline Realistis untuk Pemula

  • Minggu 1: Coba 1–2 proyek paling sederhana (gantungan origami atau bendera mini). Fokus pada proses, bukan hasil sempurna.
  • Bulan 1: Kuasai 3–4 jenis hiasan. Eksperimen dengan kombinasi bahan dan finishing.
  • Bulan 3: Produk mulai konsisten kualitasnya. Coba jual di marketplace atau terima pesanan dari tetangga.
  • Bulan 6: Punya portofolio, pelanggan tetap, dan bisa menghasilkan Rp 500.000–2.000.000 per bulan dari pesanan musiman.

5 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  1. Tidak membersihkan bahan bekas dengan benar. Sisa makanan, minyak, atau label membuat cat dan lem tidak menempel sempurna.
  2. Menggunakan terlalu banyak lem. Oleskan tipis dan merata, bukan menumpuk berlebihan. Lem berlebih membuat hasil terlihat berantakan.
  3. Terburu-buru saat pengeringan. Biarkan setiap lapisan cat mengering sempurna (minimal 1–2 jam) sebelum melanjutkan tahap berikutnya.
  4. Mengabaikan finishing. Tepi yang tidak dirapikan membuat produk terlihat amatir dan menurunkan nilai jual.
  5. Langsung mengerjakan proyek rumit. Mulai dari yang sederhana untuk membangun kepercayaan diri dan memahami karakter bahan.

Baca juga: Inspirasi kerajinan dari barang bekas yang bernilai jual tinggi

Variasi untuk Berbagai Kondisi

  • Ruang sempit (kos-kosan): Pilih proyek berukuran kecil seperti bendera mini, gantungan origami, atau vas botol. Cukup dikerjakan di meja belajar.
  • Budget sangat terbatas (di bawah Rp 25.000): Fokus pada proyek origami dan bendera kertas yang hanya butuh kertas, gunting, dan lem.
  • Bersama anak-anak: Proyek gantungan origami dan bendera mini aman untuk anak usia 6 tahun ke atas. Hindari proyek yang melibatkan benda tajam atau lem panas.
  • Outdoor di iklim tropis: Lapisi hasil karya dengan clear coat atau vernis tahan air agar tidak mudah rusak terkena hujan atau kelembapan tinggi.

5. Tips dari Praktisi dan Komunitas

Rachel Boyd dari organisasi kesehatan mental Mind, dikutip dari Gathered menyatakan, "Banyak orang menemukan bahwa aktivitas kreatif bersifat terapeutik karena membantu mereka melepaskan diri dari tekanan sehari-hari dan mengubah pikiran atau perasaan negatif menjadi sesuatu yang positif."

Di Indonesia, komunitas DIY dan upcycling terus bertumbuh. Ibu-ibu di berbagai RT secara rutin bergotong royong membuat hiasan kemerdekaan dari limbah rumah tangga — gelas plastik disulap menjadi gantungan bunga, sedotan dirangkai menjadi lampion, dan kain perca menjadi umbul-umbul warna-warni.

Rachael Matthews, penulis buku The Mindfulness in Knitting, dikutip dari Happiful menyatakan, "Ketika kita menjahit, merajut, atau menisik, kita menciptakan ruang tenang untuk refleksi yang jarang ditawarkan kehidupan modern."

Prinsip yang sama berlaku saat kamu duduk di teras sore hari, melipat kertas origami merah putih sambil mendengarkan radio — ada ketenangan yang lahir dari gerakan tangan yang repetitif dan fokus pada satu hal di depan mata.

Baca juga: Caption hari kemerdekaan aesthetic untuk merayakan 17 Agustus

6. Kalkulasi Biaya dan Potensi Hasil

(c)Ilustrasi AIRincian Biaya Bulanan (Produksi Rutin)

KomponenBiaya per Bulan (Rp) Bahan baku (sebagian besar gratis)0 – 30.000 Cat akrilik dan lem20.000 – 50.000 Bahan tambahan (kertas, pita, LED)15.000 – 40.000 Listrik dan air5.000 – 10.000 Total biaya bulanan 40.000 – 130.000

Estimasi Hasil dan Potensi Penghasilan

ParameterEstimasi Biaya produksi per unitRp 3.000 – Rp 15.000 Harga jual per unitRp 15.000 – Rp 75.000 Margin keuntungan70–85% Target produksi/bulan (paruh waktu)30–80 unit Estimasi pendapatan bersih/bulanRp 300.000 – Rp 2.000.000

Angka ini realistis untuk produksi paruh waktu di rumah. Menjelang Agustus, permintaan melonjak dan harga jual bisa dinaikkan 20–30% karena faktor musiman.

Baca juga: Cara bikin lampu tidur DIY dari barang bekas yang bisa dijual ratusan ribu

7. Scaling dan Monetisasi

Naik Level dari Pemula ke Penjual

Setelah menguasai teknik dasar, perluas repertoar dengan mempelajari teknik lanjutan: decoupage pada kaleng, anyaman plastik untuk tas, atau pembuatan bunga krep untuk dekorasi acara. Diversifikasi produk memperluas pasar dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis barang.

Jalur Monetisasi

  • Jual produk di marketplace: Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop. Kategori "Home & Living" dan "Handmade" memiliki basis pembeli loyal.
  • Jual jasa dekorasi kustom: Terima pesanan dekorasi untuk RT/RW, sekolah, atau kantor menjelang 17 Agustus. Paket dekorasi lengkap bisa dihargai Rp 200.000–500.000.
  • Konten kreator: Dokumentasikan proses pembuatan di TikTok atau Instagram Reels. Konten tutorial DIY konsisten mendapat engagement tinggi.
  • Workshop mini: Ajarkan tetangga atau komunitas cara membuat hiasan. Biaya workshop Rp 25.000–50.000 per peserta.
  • Platform internasional: Berdasarkan data Printful, Etsy tetap menjadi salah satu marketplace online terbesar dunia dengan pendapatan kuat yang didorong oleh permintaan produk handmade dan personalisasi. Produk upcycled Indonesia memiliki daya tarik unik bagi pembeli global.

Keberlanjutan menjadi prioritas: pembeli menginginkan produk ramah lingkungan dan buatan tangan. Personalisasi juga sangat diminati. Marketplace digital membuat produk handmade semakin mudah diakses di seluruh dunia.

Estimasi waktu untuk mulai menghasilkan: 1–3 bulan sejak memulai, tergantung konsistensi produksi dan strategi pemasaran.

Baca juga: Panduan lengkap memulai DIY barang bekas yang bisa jadi cuan

8. Komunitas dan Sumber Belajar di Indonesia

Komunitas dan Sumber Belajar di Indonesia (c) Ilustrasi AI

  • Grup Facebook: "DIY Indonesia — Daur Ulang Kreatif", "Kreasi Barang Bekas Indonesia", "Komunitas Craft dan DIY"
  • TikTok & Instagram: Cari hashtag #DIYIndonesia, #Dekorasi17Agustus, #UpcycleIndonesia untuk inspirasi harian dari kreator lokal
  • YouTube: Kanal tutorial berbahasa Indonesia tentang kerajinan barang bekas tersedia dalam jumlah melimpah dan gratis
  • Kursus online: Platform seperti Skill Academy dan Udemy menyediakan kelas kerajinan tangan berbahasa Indonesia dengan sertifikat
  • Bank sampah lokal: Di banyak kota, bank sampah sudah beroperasi dan menerima berbagai jenis sampah terpilah. Kamu bisa menjalin kerja sama untuk mendapatkan pasokan bahan baku rutin.
  • Event offline: Pameran UMKM kreatif dan bazar kerajinan di kota-kota besar menjadi tempat belajar sekaligus berjejaring

Baca juga: Cara membuat tempat pensil dari botol bekas yang bisa dijual

9. FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah membuat hiasan 17 Agustus dari barang bekas butuh keahlian khusus?

Tidak sama sekali. Sebagian besar proyek hanya membutuhkan keterampilan dasar seperti menggunting, mengelem, dan mengecat. Proyek-proyek di panduan ini dirancang khusus untuk pemula total yang belum punya pengalaman kerajinan tangan. Mulai dari proyek paling sederhana seperti gantungan origami, lalu tingkatkan kompleksitas secara bertahap.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu set dekorasi lengkap?

Untuk mendekorasi satu rumah atau satu RT secara sederhana, kamu membutuhkan sekitar 3–5 jam total yang bisa dikerjakan dalam 2–3 sesi akhir pekan. Satu rangkaian lampion (5 unit) butuh sekitar 2,5 jam, satu rangkaian bendera mini butuh 20 menit, dan sisanya bisa disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Kunci utamanya adalah memulai lebih awal — idealnya 2–3 minggu sebelum 17 Agustus.

Bisakah hiasan buatan tangan ini dijual untuk mendapat penghasilan tambahan?

Sangat bisa. Produk upcycled memiliki nilai jual karena keunikannya. Lampion handmade bisa dijual Rp 15.000–50.000 per unit, rangkaian dekorasi lengkap Rp 75.000–200.000, dan paket dekorasi untuk RT/sekolah bisa mencapai Rp 500.000. Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop adalah platform yang tepat untuk memulai. Kamu juga bisa menerima pesanan langsung dari tetangga dan komunitas sekitar.

Baca juga: Ide gantungan kunci dari barang bekas yang cocok untuk pemula

Baca juga: Kata-kata 17 Agustus keren untuk inspirasi semangat kemerdekaan

Baca juga: Ucapan hari kemerdekaan 17 Agustus yang inspiratif

Baca juga: Kata-kata karnaval lucu untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus

Baca juga: Panduan caption IG tentang 17 Agustus yang menarik

Baca juga: Cara membuat buket bunga dari snack untuk momen spesial

Baca juga: Kumpulan kata-kata 17 Agustus terbaik untuk HUT RI

Baca juga: 7 langkah memulai DIY barang bekas modal Rp 100 ribu

Saat akhirnya lampion buatanmu menyala di teras dan gantungan origami bergoyang diterpa angin sore, ada sesuatu yang berbeda. Bukan hanya soal dekorasi. Ini tentang tangan yang berkarya, sampah yang berubah jadi seni, dan semangat kemerdekaan yang terasa lebih nyata karena kamu ikut membangunnya — satu lipatan kertas, satu olesan cat, satu botol bekas pada satu waktu.

Daftar Referensi

  1. Frontiers in Public Health. Arts and crafts improves your mental health as much as having a job, scientists find. Diakses pada 24 Juni 2026, dari https://www.frontiersin.org/news/2024/08/16/arts-and-crafts-improves-mental-health-frontiers-public-health
  2. CNN. Making arts and crafts improves your mental health as much as having a job, scientists find. Diakses pada 24 Juni 2026, dari https://www.cnn.com/2024/09/15/health/arts-and-crafts-increase-mental-health-wellness
  3. Crafts Council UK. 4 reasons craft is good for your mental health. Diakses pada 24 Juni 2026, dari https://www.craftscouncil.org.uk/stories/4-reasons-craft-good-your-mental-health
  4. Gathered. Why crafting is good for your mental health. Diakses pada 24 Juni 2026, dari https://www.gathered.how/news/why-crafting-is-good-for-your-mental-healthand-wellbeing
  5. Printful. Etsy statistics for 2026: Sellers, buyers, sales, and trends. Diakses pada 24 Juni 2026, dari https://www.printful.com/blog/etsy-statistics

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending