8 Cara Menanam Pare agar Tidak Banyak Bunga Jantan, Buahnya Lebat
Cara Menanam Pare agar Tidak Banyak Bunga Jantan. Foto: AI Generated
Tanaman pare Anda tumbuh subur dan mengeluarkan banyak bunga, tetapi buah yang dihasilkan sangat sedikit? Masalah ini sering kali membuat bingung para pekebun. Secara alami, pare merupakan tanaman monoecious, yakni jenis tanaman yang memiliki bunga jantan dan betina dalam satu tanaman. Sayangnya, rasio bunga jantan dan betina dari tanaman pare bisa sangat timpang, yakni bisa mencapai 19:1 hingga 25:1. Artinya, dari 25 bunga yang mekar, mayoritas adalah bunga jantan yang tidak bisa menghasilkan buah. Dominasi bunga jantan inilah yang membuat produksi buah pare menjadi tidak maksimal. Untuk mengatasinya, Anda memerlukan teknik khusus agar tanaman lebih rajin membentuk bunga betina dan menghasilkan panen yang melimpah. Berikut adalah 8 cara efektif menanam dan merawat pare agar tidak didominasi bunga jantan. Advertisement
1. Pangkas Tunas Air di Bagian Bawah Tanaman
Buang 6 hingga 8 tunas air atau cabang di bagian bawah tanaman dengan ketinggian sekitar 50 hingga 150 cm dari permukaan tanah. Pemangkasan ini bertujuan agar nutrisi dari akar tidak terbuang pada tunas yang tidak produktif, melainkan berfokus penuh untuk pertumbuhan cabang produktif di bagian atas.
Selain itu, pada musim hujan, pemangkasan bagian bawah sangat krusial untuk mencegah kelembaban tinggi yang memicu serangan penyakit jamur patogen. Sebagai panduan praktis, pertahankan sekitar 5 sulur saja dari bagian bawah ke atas. Berdasarkan pengalaman lapangan, teknik perempelan yang tepat terbukti mampu meningkatkan produktivitas buah hingga 20%.
2. Terapkan Teknik Pemangkasan Batang Primer 21 Ruas
Pengalaman dan riset di lapangan menunjukkan bahwa memangkas batang primer pada kisaran 20 hingga 21 ruas dapat mendongkrak rasio kemunculan bunga betina. Setelah batang primer dipangkas, tanaman akan menumbuhkan cabang-cabang primer baru.
Disarankan untuk mempertahankan 3 cabang primer teratas sebagai cabang produktif utama. Cabang primer yang berada tepat di pangkal bawah tanaman umumnya kurang produktif, sehingga pemusatan energi harus diarahkan ke bagian yang lebih tinggi agar bunga betina lebih rajin bermunculan.
3. Pangkas Tunas di Sekitar Bakal Buah
Ketika Anda mulai menemukan bakal buah (yang merupakan ciri dari bunga betina karena memiliki bakal buah kecil di pangkalnya), segera pangkas tunas air yang berada di sekitar bakal buah tersebut.
Langkah ini memastikan agar suplai nutrisi betul-betul terkonsentrasi untuk membesarkan bakal buah agar tumbuh optimal, tidak terbagi ke tunas-tunas samping yang tidak diperlukan. Lakukan pengecekan rutin dan ulangi pemangkasan kecil ini pada setiap kemunculan bakal buah yang baru.
4. Pastikan Sinar Matahari Penuh Minimal 6 Jam
Pare merupakan tanaman tropis yang sangat membutuhkan pencahayaan maksimal. Menurut data dari National Parks Board Singapore (NParks), pare tumbuh subur dan menghasilkan produktivitas optimal pada lokasi yang menerima minimal 6 jam sinar matahari langsung setiap hari.
Tanaman yang diletakkan di area teduh memang akan tetap berdaun lebat secara vegetatif, namun jumlah bunga dan buahnya akan sangat minim karena proses fotosintesis tidak berjalan sempurna. Pastikan area penanaman bebas dari halangan bangunan tinggi atau naungan pohon besar.
5. Gunakan Pupuk Tinggi Fosfor (P) dan Kalium (K)
Ketika tanaman memasuki fase generatif (mulai berbunga), hentikan penggunaan pupuk nitrogen berlebihan karena zat tersebut hanya akan memicu pertumbuhan daun dan batang. Sebaliknya, gunakan pupuk dengan kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) yang tinggi.
Fosfor berperan aktif dalam merangsang pembentukan bunga.
Kalium berfungsi untuk memperbesar ukuran, memperbaiki kualitas, serta menambah bobot buah pare.
Anda bisa memanfaatkan pupuk NPK dengan rasio P dan K tinggi, pupuk organik cair kaya enzim metabolit, atau suplemen tambahan seperti Gandasil B untuk menyempurnakan metabolisme tanaman.
6. Tanam Minimal 3 Tanaman dalam Satu Area
Keberhasilan pembuahan pare sangat bergantung pada kelancaran proses penyerbukan silang antara bunga jantan dan betina. Menanam setidaknya 3 tanaman pare dalam satu area kebun terbukti mampu meningkatkan peluang penyerbukan secara signifikan.
Dengan populasi tanaman yang lebih rapat, probabilitas bunga jantan dan betina mekar secara bersamaan menjadi lebih tinggi. Cara sederhana ini sangat membantu pekebun rumahan yang sering menghadapi kendala bunga rontok tanpa sempat menjadi buah.
7. Undang Serangga Penyerbuk ke Kebun
Kehadiran serangga seperti lebah, kupu-kupu, dan kumbang memegang peranan vital dalam memindahkan serbuk sari dari benang sari bunga jantan ke putik bunga betina. Tanpa bantuan serangga ini, bunga betina tidak akan bisa dibuahi dan akhirnya layu.
Untuk menarik minat serangga penyerbuk datang ke pekarangan rumah, Anda bisa menanam tanaman berbunga kaya nektar di sekitar kebun pare, seperti bunga matahari, kenikir, zinnia, atau tahi ayam (marigold).
8. Panen Secara Rutin untuk Merangsang Buah Baru
Pemanenan yang teratur ternyata berdampak langsung pada siklus produktivitas tanaman pare. Buah pare sebaiknya dipetik saat masih muda, berwarna hijau segar, dan ukurannya sudah maksimal (sekitar 25 hingga 35 cm tergantung varietas).
Jika buah dibiarkan menempel di pohon hingga terlalu tua atau matang sempurna, tanaman akan mengalihkan seluruh energinya untuk pembentukan biji. Akibatnya, produksi tunas dan bunga baru akan terhenti. Memanen secara berkala akan memicu tanaman untuk terus memunculkan bakal buah baru sepanjang musim.
9. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pare agar Tidak Banyak Bunga Jantan
Q: Mengapa tanaman pare saya berbunga banyak tetapi tidak berbuah?
A: Penyebab utamanya adalah kegagalan penyerbukan atau tidak seimbangnya rasio bunga jantan dan betina. Minimnya serangga penyerbuk juga membuat bunga betina gagal dibuahi. Solusinya adalah dengan menerapkan pemangkasan terarah serta mengundang serangga penyerbuk ke area kebun.
Q: Berapa perbandingan normal bunga jantan dan betina pada pare?
A: Secara alami, rasio bunga jantan banding bunga betina pada tanaman pare berkisar antara 19:1 hingga 25:1. Artinya, dari 25 bunga yang tumbuh, umumnya hanya ada 1 bunga betina. Perawatan seperti pemangkasan dan pemupukan bertujuan untuk menaikkan rasio bunga betina agar semakin banyak buah yang terbentuk.
Q: Kapan waktu terbaik melakukan pemangkasan pare?
A: Pemangkasan dapat dimulai sejak tanaman masih berada di fase vegetatif (tanaman masih kecil) dengan membatasi ruas batang utamanya, lalu dilanjutkan dengan pemangkasan tunas air bagian bawah secara rutin saat tanaman mulai memasuki fase generatif atau berbuah.
Q: Pupuk apa yang paling bagus untuk merangsang buah pare?
A: Gunakan pupuk yang kaya akan unsur hara makro dan mikro, khususnya yang memiliki kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) tinggi, serta tambahan asam amino atau hormon tumbuh untuk menyempurnakan metabolisme tanaman pare.
Q: Berapa lama pare mulai bisa dipanen setelah ditanam?
A: Tanaman pare umumnya sudah dapat mulai dipanen buah pertamanya sekitar 4 bulan setelah benih disemai, tergantung pada varietas yang digunakan serta kondisi lingkungan tempat penanaman.
(kpl/mab)
Advertisement
D Academy 8
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut
-
Dangdut Indonesia Fahri Labuan Batu Tersenggol dari Top 31 Group 5, Tetap Tegar
