Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan beserta Keutamaan dan Dalilnya
amalan bulan muharram (h)
Kapanlagi.com - Datangnya bulan Muharram menandai pergantian tahun dalam kalender Islam sekaligus menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah. Mengetahui ragam amalan bulan Muharram akan membantu setiap muslim memaksimalkan pahala di periode istimewa ini.
Muharram dikenal sebagai Syahrullah, atau "Bulan Allah", sebuah gelar yang menggarisbawahi signifikansi ilahiahnya. Berbagai amalan bulan Muharram meliputi puasa sunnah, sedekah, memperbanyak dzikir, hingga mempererat silaturahmi.
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dilansir dari Muhammadiyah Official Website, kehadiran bulan ini sepatutnya disambut dengan peningkatan kualitas ibadah dan penguatan akhlak, bukan dengan berbagai ritual yang tidak memiliki dasar dalam syariat.
Advertisement
1. Pengertian Bulan Muharram dan Kedudukannya dalam Islam
Muharram adalah bulan pertama dan termasuk bulan haram (suci) dalam Islam, yang namanya berarti "diharamkan" karena pada masa pra-Islam, peperangan dilarang di bulan ini. Kedalaman signifikansinya tampak jelas dari gelar Syahrullah (Bulan Allah) yang melekat padanya — sebuah penghormatan ilahi yang langsung disandarkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan tidak ada bulan lain sepanjang tahun Islam yang secara eksplisit disandarkan kepada nama Allah kecuali Muharram.
Sebagaimana dikutip dari IslamQA.info, Al-'Izz ibn 'Abd as-Salaam berkata, "Keunggulan waktu dan tempat terbagi dua jenis: yang pertama dari sisi duniawi, yang kedua dari sisi agama atau spiritual, karena apa yang Allah limpahkan kepada hamba-Nya berupa pahala yang lebih besar untuk amal perbuatan."
Sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, Muharram memegang tempat istimewa, menjadi salah satu dari empat bulan suci di mana amal kebaikan diganjar berlimpah dan dosa dianggap lebih berat. Para ulama klasik sepakat bahwa empat bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, di mana pada periode ini bobot dosa diperbesar, sebaliknya pahala amal saleh dilipatgandakan secara signifikan, serta memulai peperangan dan pertumpahan darah dilarang secara ketat.
Mengacu pada Islamic Relief UK, terdapat hari-hari tertentu sepanjang tahun yang lebih mulia dari hari-hari lainnya, dan salah satu hari tersebut adalah tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura, yang jatuh di bulan pertama kalender lunar Islam. Baca juga: Panduan lengkap 12 bulan Hijriah dan makna spiritualnya
2. Keutamaan Bulan Muharram yang Perlu Diketahui
Sebelum membahas ragam amalan bulan Muharram secara terperinci, penting untuk memahami keutamaan yang menjadikan bulan ini begitu istimewa. Berdasarkan Al-Qur'an dan hadis sahih, setidaknya terdapat enam keutamaan utama yang melekat pada Muharram.
- Termasuk Empat Bulan yang Dimuliakan Allah
Islam memiliki empat bulan yang sangat suci, yaitu Dzulhijjah, Rajab, Dzulqa'dah, dan Muharram, di mana kesucian bulan Muharram telah diabadikan dalam Surah At-Taubah ayat 36 dalam Al-Qur'an.
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)
- Disebut Sebagai Bulan Allah (Syahrullah)
Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya berpuasa di bulan ini, dengan menyatakan bahwa puasa terbaik setelah Ramadan terjadi di bulan Muharram. Penyandaran nama Muharram kepada lafaz Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan khusus yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya.
- Puasa Terbaik Setelah Ramadan
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim)
- Pahala Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Sebagai salah satu bulan suci, Muharram menawarkan pahala berlipat untuk setiap amal saleh — setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang lebih besar di sisi Allah SWT selama bulan ini.
- Dosa Juga Berlipat Ganda
Ibnu Abbas menegaskan bahwa amal saleh yang dikerjakan pada bulan-bulan suci membawa pahala yang lebih besar, sementara dosa yang dilakukan pada bulan-bulan itu dinilai lebih serius. Karena itu, setiap muslim perlu ekstra berhati-hati dalam menjaga perilaku.
- Terdapat Hari Asyura yang Penuh Sejarah
Diyakini bahwa Hari Asyura memperingati berbagai peristiwa bersejarah, termasuk hari ketika Nabi Musa dan Bani Israil diselamatkan dari kezaliman Fir'aun di Mesir.
Baca juga: Puasa Muharram keutamaan jadwal niat dan panduan lengkapnya
3. Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan
Setelah memahami keutamaannya, berikut sejumlah amalan bulan Muharram yang dapat diamalkan untuk meraih keberkahan di bulan istimewa ini. Sebagaimana disampaikan situs resmi en.muhammadiyah.or.id, selain puasa, Muharram merupakan waktu yang sangat baik untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan lainnya, termasuk membaca dan merenungkan Al-Qur'an, bersedekah, mempererat ikatan keluarga dan sosial, berdzikir, melaksanakan shalat malam, serta membantu dan merawat sesama.
- Memperbanyak Puasa Sunnah Sepanjang Muharram
Tidak ada batasan jumlah hari untuk melaksanakan puasa di bulan Muharram. Semakin banyak hari puasa yang dijalankan selama Muharram, semakin besar pula pahalanya. Namun, perlu diingat bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadan.
- Puasa Asyura (10 Muharram)
Nabi SAW sangat bersemangat untuk memastikan beliau berpuasa pada hari Asyura karena statusnya yang agung — Ibnu Abbas berkata bahwa ia tidak pernah melihat Nabi begitu bersungguh-sungguh memastikan puasa pada suatu hari dan mengutamakannya melebihi hari lainnya, kecuali Asyura dan bulan Ramadan.
Nabi SAW bersabda, "Puasa hari Asyura (memiliki keutamaan besar), aku berharap kepada Allah agar ia menjadi penghapus dosa tahun sebelumnya." (HR. Muslim)
Mengutip IslamQA.info, ini adalah kemurahan dari Allah, di mana puasa satu hari menghapuskan dosa-dosa sepanjang setahun. Namun, para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa ini berlaku utamanya untuk dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar memerlukan taubat yang khusus dan tulus.
- Puasa Tasu'a (9 Muharram)
Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, "Wahai Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Rasulullah SAW bersabda, "Tahun depan, insya Allah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan." Namun sebelum tahun berikutnya tiba, Rasulullah SAW telah wafat. (HR. Muslim)
Niat puasa Tasu'a: Nawaitu shauma Tasu'a-a lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa Tasu'a karena Allah ta'ala."
- Bersedekah dan Menyantuni Anak Yatim
Sedekah di bulan Muharram memiliki pahala yang berlipat ganda karena statusnya sebagai bulan haram. Menyantuni anak yatim pada 10 Muharram juga menjadi amalan yang diutamakan, mengingat Hari Asyura kerap disebut sebagai momen berbagi bagi anak-anak yatim.
- Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Muharram adalah waktu yang ideal untuk pembersihan dan pembaruan spiritual. Sebagai awal tahun Hijriah, bulan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan memperbanyak permohonan ampun atas dosa-dosa masa lalu.
- Memperbanyak Dzikir dan Shalat Sunnah
Shalat sunnah seperti Tahajud, Dhuha, dan shalat rawatib sangat dianjurkan untuk diperbanyak di bulan Muharram. Setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan ini mendapatkan perhatian dan ganjaran yang lebih besar dari Allah SWT.
- Mempererat Silaturahmi
Menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu amalan yang diajarkan Rasulullah SAW dan sangat dianjurkan di bulan Muharram. Mengunjungi sanak keluarga, kerabat dekat, maupun menjenguk orang yang sakit termasuk cara untuk meraih keberkahan bulan ini.
Baca juga: Pengertian puasa Asyura dan niatnya ibadah sunnah penghapus dosa
4. Tingkatan Puasa Asyura Menurut Para Ulama
Puasa Asyura merupakan amalan bulan Muharram yang paling ditekankan. Berdasarkan pendapat para ulama, terdapat beberapa tingkatan dalam menjalankan puasa Asyura yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim.
Sebagaimana dilaporkan Islamic Relief UK, Nabi SAW menasihati umat Islam untuk berpuasa Asyura baik tiga hari (tanggal 9, 10, dan 11 Muharram), dua hari (tanggal 9 dan 10), atau hanya hari Asyura itu sendiri. Dengan demikian, terdapat tiga pilihan yang fleksibel sesuai kemampuan masing-masing.
Imam An-Nawawi, dikutip dari IslamQA.info, menjelaskan bahwa ada beberapa hikmah di balik anjuran puasa Tasu'a. Pertama, untuk membedakan diri dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10. Kedua, agar puasa Asyura digandengkan dengan hari puasa lain. Ketiga, sebagai kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam pengamatan hilal di awal Muharram.
Imam Syafi'i dalam kitab al-Um dan al-Imla' menegaskan untuk disunnahkan puasa tiga hari, yakni puasa Asyura, Tasu'a, dan puasa hari kesebelas bulan Muharram. Adapun niat puasa Asyura sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa esok hari menunaikan sunnah Asyura karena Allah ta'ala."
Baca juga: Niat puasa Muharram tata cara dan keutamaan yang perlu diketahui
5. 12 Amalan Hari Asyura dalam Catatan Ulama Klasik
Selain amalan-amalan umum sepanjang bulan Muharram, para ulama salaf juga mencatat amalan-amalan khusus pada Hari Asyura (10 Muharram). Merujuk kitab Kanzun Naja was Surur fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur karya Syekh Abdul Hamid, terdapat 12 amalan yang dianjurkan pada hari Asyura.
Dua belas amalan tersebut dirangkum dalam sebuah nadham (syair ilmu) berikut:
فِى يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلَهَا فَضْلٌ نُقِلْ صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالِمًا عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ وَسِّعْ عَلَى الْعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Artinya: "Ada sepuluh amalan di hari Asyura, ditambah dua amalan lagi lebih sempurna. Puasalah, shalatlah, sambung silaturahmi, ziarah orang alim, jenguk orang sakit, dan pakai celak. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi. Tambah nafkah keluarga, potong kuku, dan baca Surat Al-Ikhlas 1000 kali."
Berikut ringkasan ke-12 amalan tersebut:
- Berpuasa sunnah
- Melakukan shalat
- Menyambung silaturahmi
- Berziarah kepada ulama
- Menjenguk orang sakit
- Memakai celak mata
- Mengusap kepala anak yatim
- Bersedekah
- Mandi
- Menambah nafkah keluarga
- Memotong kuku
- Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali
Baca juga: Mengenal 12 nama bulan Hijriyah makna dan keutamaan dalam kalender Islam
6. Hikmah Spiritual dan Momentum Hijrah Diri
Sebagai bulan suci yang didedikasikan kepada Allah, Muharram berfungsi sebagai titik awal yang ideal untuk tahun Islam, mendorong umat beriman untuk merefleksikan diri, memohon ampun, dan meningkatkan ketaatan melalui ibadah yang sungguh-sungguh. Bulan ini bukan sekadar penanda pergantian tahun, melainkan undangan untuk transformasi spiritual yang menyeluruh.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan hikmah di balik susunan tiga bulan haram yang berurutan: "Tiga bulan berurutan (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram) ditetapkan untuk ibadah haji dan umrah — Dzulqa'dah untuk persiapan dan perjalanan, Dzulhijjah untuk pelaksanaan ibadah, dan Muharram untuk menjamin perjalanan pulang yang aman."
Perspektif ini menunjukkan bahwa Muharram memiliki dimensi perlindungan dan keamanan yang melampaui sekadar larangan berperang. Sebagaimana dinyatakan dalam Surah At-Taubah, umat Islam dinasihati untuk tidak "menzalimi diri sendiri" selama bulan-bulan suci — termasuk menjauhi segala bentuk dosa, baik besar maupun kecil.
Saat memasuki tahun baru Hijriah, setiap muslim patut bertanya: Sudahkah kita semakin dekat kepada Allah selama setahun terakhir? Sudahkah amal kebaikan bertambah? Sudahkah akhlak kita membaik? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang semestinya mengiringi datangnya Muharram dan membimbing kita menjadi hamba Allah yang lebih baik di tahun mendatang.
Baca juga: Nama-nama bulan panduan lengkap penanggalan Masehi dan Hijriah
7. FAQ
Apa saja amalan bulan Muharram yang paling utama?
Amalan bulan Muharram yang paling utama adalah memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan Muharram akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, dan puasa Asyura diyakini dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Selain puasa, amalan lain yang dianjurkan meliputi bersedekah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, serta mempererat silaturahmi.
Apakah boleh berpuasa sepanjang bulan Muharram?
Para ulama sepakat bahwa tidak ada dalil khusus yang mengistimewakan puasa tepat pada tanggal 1 Muharram, namun meniatkan puasa sunnah di tanggal tersebut tetap diperbolehkan, selama tidak disertai keyakinan bahwa hari itu lebih utama dibandingkan hari-hari lain di bulan Muharram. Semakin banyak puasa sunnah yang dijalankan di bulan ini, semakin baik. Namun, tidak dianjurkan berpuasa sebulan penuh karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya kecuali di bulan Ramadan.
Mengapa puasa Asyura hanya menghapus dosa setahun sebelumnya saja?
Puasa Asyura menghapus dosa setahun sebelumnya, sebagaimana sabda Nabi SAW yang membedakannya dari puasa Arafah yang menghapus dosa dua tahun (setahun sebelum dan setahun sesudah). Para ulama menjelaskan bahwa penghapusan ini terutama berlaku untuk dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar memerlukan taubat yang khusus dan tulus — meski demikian, kesempatan menghapus dosa kecil selama setahun penuh merupakan rahmat yang luar biasa dari Allah.
Daftar Referensi
- Muhammadiyah Official Website. The Virtues and Recommended Practices of Muharram. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://en.muhammadiyah.or.id/the-virtues-and-recommended-practices-of-muharram/
- IslamQA.info. What Are the Virtues of Muharram? Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://islamqa.info/en/articles/74/what-are-the-virtues-of-muharram
- Islamic Relief UK. Ashura 2026: Virtues of the 10th of Muharram. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/resources/islamic-calendar/muharram/day-of-ashura/
- Fiqh.biz.id. The Virtues of Muharram in the Islamic Calendar. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://fiqh.biz.id/en/virtues-of-muharram/
- IslamCity.org. Fasting the Day of Ashura. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://www.islamicity.org/7914/fasting-the-day-of-ashura/
(kpl/fed)
Advertisement