Apa Arti Ambigu: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap
apa arti ambigu
Kapanlagi.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan kata atau kalimat yang memiliki makna lebih dari satu. Kondisi ini dikenal dengan istilah ambigu atau ambiguitas.
Pemahaman tentang apa arti ambigu sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Ambiguitas dapat terjadi baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ambigu adalah sesuatu yang bermakna lebih dari satu, sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian, jenis, dan contoh ambiguitas dalam bahasa Indonesia.
Advertisement
1. Pengertian Ambigu dan Definisi Dasar
Ambigu adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin "ambiguus" yang memiliki arti memiliki dua makna atau lebih. Dalam konteks linguistik, ambiguitas merujuk pada fenomena kebahasaan di mana suatu ungkapan bahasa dapat ditafsirkan dengan cara yang berbeda-beda oleh pendengar atau pembacanya.
Secara etimologi, kata ambigu diserap dari bahasa Inggris "ambiguity" yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Kondisi ini terjadi ketika sebuah kata, frasa, atau kalimat mengandung lebih dari satu makna yang dapat menimbulkan kebingungan dalam pemahaman.
Ambiguitas dalam bahasa tidak selalu merupakan hal yang negatif. Dalam karya sastra seperti puisi atau prosa, ambiguitas sering digunakan secara sengaja untuk menciptakan efek artistik atau memberikan ruang interpretasi yang lebih luas bagi pembaca.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Roslina Alam dalam bukunya "Kelelahan Kerja (Burnout) Teori, Perilaku Organisasi, Psikologi, Aplikasi dan Penelitian", ambiguitas peran mengacu pada ketidakmampuan memprediksi konsekuensi kinerja dan defisiensi informasi mengenai perilaku peran yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa ambiguitas tidak hanya terjadi dalam bahasa, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan.
2. Jenis-Jenis Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia
Pemahaman tentang jenis-jenis ambiguitas sangat penting untuk mengenali dan menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi. Berdasarkan satuan gramatikal pembentuknya, ambiguitas dapat dibagi menjadi tiga jenis utama.
- Ambiguitas Fonetik - Jenis ambiguitas ini terjadi karena berbaurnya bunyi-bunyi bahasa yang dilafalkan. Ambiguitas fonetik muncul ketika kata atau kalimat dilafalkan terlalu cepat atau tidak jelas, sehingga mengakibatkan keraguan makna. Contohnya kata "beruang" yang bisa berarti memiliki uang atau nama binatang.
- Ambiguitas Leksikal - Ambiguitas ini meliputi polivalensi, ketidakjelasan batas makna suatu kata, dan penggunaan gaya bahasa. Setiap kata dalam bahasa kadang memiliki makna lebih dari satu, sehingga pendengar atau pembaca sering melakukan kesalahan dalam menafsirkan makna tersebut. Contohnya kata "batu" yang bisa bermakna benda keras atau nama kota.
- Ambiguitas Gramatikal - Jenis ini terjadi pada proses pembentukan di tingkat morfologi dan sintaksis. Dalam morfologi, ambiguitas mengakibatkan perubahan makna, sedangkan dalam sintaksis, ambiguitas muncul pada frasa, klausa, dan kalimat yang memiliki tafsiran lebih dari satu pengertian.
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ambiguitas atau ketaksaan adalah satuan gramatikal dalam bentuk frasa atau kalimat yang bermakna ganda atau mendua arti yang terjadi sebagai akibat dari penafsiran struktur gramatikal yang berbeda.
3. Faktor Penyebab Terbentuknya Kalimat Ambigu
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya kalimat ambigu dalam komunikasi sehari-hari. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini dapat membantu kita menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
- Faktor Morfologi - Kalimat ambigu terbentuk karena adanya kata yang dibentuk secara kurang baik, sehingga menyebabkan kesalahpahaman dalam memahami konteks. Contohnya kalimat "Cokelat buatan ibu tertelan anjing" yang dapat diartikan bahwa anjing sengaja atau tidak sengaja menelan cokelat.
- Faktor Sintaksis - Sintaksis berkaitan dengan susunan kata dalam kalimat. Kesalahan dalam susunan kata dapat menyebabkan perubahan makna yang signifikan. Contohnya perbedaan antara "langit biru" dan "biru langit" yang memiliki makna berbeda.
- Faktor Struktural - Faktor ini berkaitan dengan gramatikal dan susunan kata. Perbedaan dalam meletakkan tanda baca atau penggunaan awalan dan akhiran yang berbeda dapat menyebabkan perubahan makna.
- Tidak Hadirnya Konjungsi atau Preposisi - Ketiadaan kata penghubung dapat menimbulkan ambiguitas dalam kalimat.
- Penggunaan Kata yang Bersifat Polisemi - Kata-kata yang memiliki banyak makna dapat menimbulkan kebingungan jika tidak dijelaskan konteksnya.
4. Contoh Kalimat Ambigu dalam Berbagai Konteks
Untuk memahami konsep ambiguitas dengan lebih baik, berikut adalah berbagai contoh kalimat ambigu berdasarkan jenisnya. Contoh-contoh ini dapat membantu kita mengenali dan menghindari ambiguitas dalam komunikasi sehari-hari.
Contoh Ambiguitas Fonetik
- "Peristiwa tersebut sudah digoreng oleh media" - Kata "digoreng" bisa berarti memasak atau membahas secara terus-menerus.
- "Proposal ini sudah dibungkus oleh pihak kampus" - Kata "dibungkus" bisa berarti ditutup atau dirampungkan.
- "Tadi dia merasa gondok dengan ibunya" - Kata "gondok" bisa berarti penyakit atau perasaan kesal.
Contoh Ambiguitas Leksikal
- "Daun tersebut berwarna hijau" vs "Adik tingkat masih hijau soal dunia kampus" - Kata "hijau" memiliki makna warna dan pengalaman yang minim.
- "Orang di foto ini terlihat buram" vs "Masa depanku masih buram" - Kata "buram" berarti tidak jelas secara visual atau tidak pasti.
- "Kapak tersebut terbuat dari batu" vs "Dia memang agak batu soal jam istirahatnya" - Kata "batu" berarti material dan sifat keras kepala.
Contoh Ambiguitas Gramatikal
- "Nenek membelikan cucu baju baru" - Tidak jelas siapa yang dibelikan baju.
- "Polisi menembak pencuri dengan pistol" - Tidak jelas siapa yang memegang pistol.
- "Pintu rumah baru saya dicat" - Tidak jelas apa yang baru, pintu atau rumah.
5. Ciri-Ciri dan Karakteristik Kalimat Ambigu
Mengenali ciri-ciri kalimat ambigu sangat penting untuk meningkatkan kualitas komunikasi. Satuan gramatikal yang mengalami ambiguitas memiliki karakteristik khusus yang dapat diidentifikasi.
- Penggunaan Kata Secara Berlebihan - Kalimat ambigu sering mengandung penggunaan kata yang berlebihan atau penggunaan dua jenis kata yang memiliki makna jamak sehingga menjadi ganda.
- Tidak Mudah Dipahami - Kalimat ambigu sulit atau bahkan tidak bisa dipahami karena memiliki makna ganda yang membuat pembaca atau pendengar kesulitan menangkap maksud yang sebenarnya.
- Makna Kalimat Tidak Jelas - Makna suatu kalimat menjadi tidak jelas bisa disebabkan oleh kesalahan dalam memilih kosakata, penggunaan tanda baca, atau pemilihan kata dengan makna ambigu.
- Memunculkan Efek Keraguan - Kalimat ambigu akan memunculkan keraguan bagi pembaca karena memiliki makna ganda atau lebih dari satu, sehingga menyulitkan untuk menentukan makna yang tepat.
- Kata yang Digunakan Memiliki Makna Ganda - Kata-kata dalam kalimat ambigu umumnya memiliki lebih dari satu makna yang dapat menimbulkan kebingungan.
Menurut Dr. Roslina Alam, ambiguitas peran dapat menyebabkan kebingungan karena banyak harapan-harapan dari tanggung jawab kerja yang diemban, yang pada akhirnya dapat menimbulkan stres dan kelelahan kerja.
6. Cara Menghindari Ambiguitas dalam Komunikasi
Untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan menghindari kesalahpahaman, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pemahaman tentang cara menghindari ambiguitas sangat penting dalam berbagai konteks komunikasi.
- Gunakan Kata-kata yang Spesifik dan Jelas - Pilih kata-kata yang memiliki makna tunggal dan mudah dipahami. Hindari penggunaan kata-kata yang memiliki banyak arti jika memungkinkan.
- Lengkapi Konteks Pernyataan - Berikan informasi konteks yang cukup agar pembaca atau pendengar dapat memahami maksud yang sebenarnya.
- Gunakan Struktur Kalimat yang Tepat - Susun kalimat dengan struktur yang jelas dan mengikuti kaidah tata bahasa yang benar.
- Perhatikan Penggunaan Tanda Baca - Gunakan tanda baca dengan tepat untuk memperjelas makna kalimat.
- Tambahkan Informasi Penjelas - Jika diperlukan, berikan informasi tambahan untuk memperjelas maksud yang ingin disampaikan.
- Hindari Penggunaan Konjungsi yang Ambigu - Pilih kata penghubung yang tepat untuk menghindari kesalahpahaman.
Komunikasi yang jelas dan tidak ambigu akan membantu kita terhindar dari kesalahpahaman dan miskomunikasi dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa yang dimaksud dengan ambigu?
Ambigu adalah kondisi di mana suatu kata, frasa, atau kalimat memiliki makna lebih dari satu atau dapat ditafsirkan dengan cara yang berbeda-beda. Menurut KBBI, ambigu berarti bermakna lebih dari satu sehingga menimbulkan keraguan, kekaburan, atau ketidakjelasan.
Mengapa ambiguitas perlu dihindari dalam komunikasi?
Ambiguitas perlu dihindari karena dapat menimbulkan kesalahpahaman, kebingungan, dan miskomunikasi. Dalam konteks profesional atau akademis, ambiguitas dapat menurunkan kualitas komunikasi dan menghambat penyampaian informasi yang efektif.
Apa perbedaan antara ambiguitas leksikal dan gramatikal?
Ambiguitas leksikal terjadi ketika sebuah kata memiliki lebih dari satu makna, sedangkan ambiguitas gramatikal terjadi karena struktur kalimat yang dapat ditafsirkan dengan cara berbeda. Ambiguitas leksikal berkaitan dengan makna kata, sementara gramatikal berkaitan dengan susunan kalimat.
Bisakah ambiguitas digunakan secara positif?
Ya, ambiguitas dapat digunakan secara positif dalam karya sastra seperti puisi, prosa, atau karya seni lainnya. Dalam konteks ini, ambiguitas sengaja diciptakan untuk memberikan ruang interpretasi yang lebih luas dan menciptakan efek artistik yang menarik.
Bagaimana cara mengenali kalimat yang ambigu?
Kalimat ambigu dapat dikenali dari ciri-cirinya seperti sulit dipahami, memiliki makna ganda, menimbulkan keraguan, atau menggunakan kata-kata yang memiliki banyak arti. Kalimat ambigu juga sering kali membuat pembaca atau pendengar bingung dalam menentukan maksud yang sebenarnya.
Apakah semua bahasa memiliki fenomena ambiguitas?
Ya, ambiguitas merupakan fenomena universal yang ditemukan dalam semua bahasa di dunia. Setiap bahasa memiliki kata-kata atau struktur kalimat yang dapat menimbulkan ambiguitas, meskipun bentuk dan tingkat ambiguitasnya mungkin berbeda-beda.
Bagaimana peran konteks dalam mengatasi ambiguitas?
Konteks memainkan peran yang sangat penting dalam mengatasi ambiguitas. Informasi kontekstual yang lengkap dapat membantu pembaca atau pendengar memahami makna yang dimaksud dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman akibat ambiguitas dalam komunikasi.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba