Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar, Langkah demi Langkah
cara membuat makalah (©Ilustrasi dibuat AI)
Kapanlagi.com - Cara membuat makalah pada dasarnya terdiri dari empat tahap: memahami tugas, mengumpulkan bahan, menulis sesuai struktur, lalu merevisi. Kalau urutannya kamu ikuti, makalah akan lebih cepat selesai dan isinya lebih rapi.
Makalah adalah karya tulis ilmiah sederhana yang membahas satu topik berdasarkan kajian pustaka dan pemikiran penulis. Karena itu, cara membuat makalah yang benar selalu bertumpu pada sumber yang jelas dan alur yang runtut.
Soal panjang tulisan, standarnya tidak sama di setiap tempat. Makalah riset umumnya berkisar 4.000-6.000 kata, meski makalah pendek sekitar 2.000 kata atau makalah panjang di atas 10.000 kata juga sering ditemui. Kalau makalahmu untuk tugas sekolah atau kuliah, panjang yang dianjurkan biasanya sudah tertulis dalam ketentuan tugas.
Advertisement
1. 1. Cara Membuat Makalah: Tahap Persiapan
Banyak orang langsung mengetik begitu dapat tugas, padahal cara membuat makalah yang efisien justru dimulai dari persiapan. Di tahap ini kamu memastikan arah tulisan sudah benar sebelum menulis satu paragraf pun.
Baca ketentuan tugas dengan teliti: Langkah pertama dalam memahami tugas makalah adalah membaca instruksinya sampai habis. Menurut Scribbr, kamu perlu mengenali tujuan tugas, tenggat, ketentuan panjang, format, dan cara pengumpulannya. Kalau ada bagian yang membingungkan, tanyakan ke dosen atau guru sejak awal.
Kenali jenis makalah yang diminta: Makalah bisa berupa argumentatif, analitis, atau tinjauan pustaka. Contoh sederhananya, makalah argumentatif menuntut kamu membela satu posisi, sedangkan makalah tinjauan pustaka cukup merangkum dan membandingkan berbagai temuan.
Pilih topik yang kamu minati: Topik yang menarik bagimu akan membuat proses riset terasa lebih ringan. Kalau topiknya ditentukan dosen, cari sudut pandang tertentu yang paling ingin kamu gali.
Persempit topik: Topik makalah yang baik tidak terlalu umum sampai kamu tidak bisa menyampaikan hal baru, tetapi juga tidak terlalu sempit sampai sulit mencari informasi berkualitas. Misalnya, "Pendidikan di Indonesia" terlalu luas, sedangkan "Dampak Pembelajaran Daring terhadap Minat Baca Siswa SMP" jauh lebih fokus.
Cek dulu ketersediaan sumber: Sebelum memutuskan topik, cari sumbernya sebentar di Google Scholar atau katalog perpustakaan. Kalau referensinya terlalu sedikit, sebaiknya ganti atau perluas topikmu.
Rumuskan pertanyaan utama: Tuliskan satu sampai tiga pertanyaan yang ingin dijawab makalahmu. Pertanyaan inilah yang nantinya menjadi rumusan masalah di bab pendahuluan.
Mencatat istilah-istilah penting juga sangat membantu. Saat riset awal, catat kata kunci dan nama penulis yang sering muncul, karena keduanya akan memandu pencarianmu berikutnya.
2. 2. Cara Membuat Makalah: Mengumpulkan Referensi dan Menyusun Kerangka
Setelah topiknya jelas, langkah berikutnya dalam cara membuat makalah adalah mengumpulkan bahan dan menyusunnya menjadi kerangka. Kerangka ibarat peta: dengan peta, kamu tidak mudah tersesat saat menulis.
Kumpulkan sumber terpercaya: Utamakan buku, jurnal ilmiah, dan artikel dari lembaga yang kredibel. Hindari blog anonim atau situs yang tidak jelas penulisnya.
Baca sumber yang pro dan kontra: Jangan hanya mencari sumber yang mendukung pendapatmu. Makalah yang menimbang argumen dari dua sisi akan terlihat lebih matang dan objektif.
Buat catatan yang terorganisasi: Kelompokkan catatan berdasarkan tema atau bagian kerangka. Sertakan juga kutipan langsung dan nomor halaman supaya kamu tidak repot melacaknya lagi saat membuat daftar pustaka.
Gunakan aplikasi pengelola referensi: Aplikasi seperti Zotero atau Mendeley bisa menghemat waktumu mengetik sitasi panjang dan menjaga format daftar pustaka tetap seragam. Keduanya gratis dan mudah dipakai pemula.
Tentukan gagasan utama: Tulis satu kalimat yang merangkum inti argumen makalahmu. Kalimat ini menjadi pegangan agar setiap bab tetap nyambung dengan tujuan penulisan.
Susun kerangka berdasarkan struktur baku: Isi kerangka dengan poin-poin utama untuk pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Sebagaimana dikutip dari Indeed, kerangka sebaiknya dimulai dengan gagasan utama, diikuti setiap poin pendukungnya, lalu beberapa detail untuk masing-masing poin.
Riset dan kerangka sering dianggap tahap yang paling menyenangkan. Novelis Ken Follett, dikutip dari Bang2write, menyatakan, "Riset adalah bagian paling mudah. Kerangka adalah bagian paling menyenangkan."
Membaca juga bagian tak terpisahkan dari menulis. Stephen King, penulis asal Amerika Serikat, dikutip dari Reedsy mengatakan, "Jika kamu tidak punya waktu untuk membaca, kamu tidak punya waktu (atau alat) untuk menulis."
3. 3. Cara Membuat Makalah Sesuai Struktur yang Benar
Bagian ini adalah inti dari cara membuat makalah, yaitu menuangkan kerangka ke dalam struktur yang lazim dipakai di sekolah dan kampus. Urutannya bisa kamu jadikan checklist saat menulis.
Halaman judul (cover): Berisi judul makalah, logo institusi, nama penulis, NIM atau nomor induk, program studi, nama institusi, dan tahun. Tips praktisnya, bagian ini bisa kamu kerjakan paling akhir saat isi makalah sudah selesai.
Kata pengantar: Berisi ucapan syukur, tujuan penulisan, ucapan terima kasih, dan harapan penulis. Gunakan bahasa formal yang tetap sederhana, cukup satu halaman.
Daftar isi: Memudahkan pembaca menemukan bab dan subbab. Penomoran halamannya harus konsisten dengan isi makalah.
Bab I Pendahuluan: Terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penulisan, kadang ditambah manfaat dan batasan masalah. Latar belakang yang baik bergerak dari masalah umum menuju masalah khusus. Kalau masih bingung, kamu bisa mempelajari cara membuat latar belakang makalah secara lebih rinci.
Bab II Pembahasan: Bagian terpenting yang berisi landasan teori, analisis, dan argumen. Setiap poin wajib didukung data atau referensi. Jelaskan juga istilah yang mungkin belum dikenal pembaca.
Bab III Penutup: Berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan harus menjawab rumusan masalah dan tidak boleh memuat data baru, sedangkan saran berisi rekomendasi yang realistis.
Daftar pustaka: Cantumkan semua sumber yang kamu kutip dengan satu gaya sitasi yang konsisten, misalnya APA atau MLA. Urutkan berdasarkan abjad nama penulis.
Lampiran (jika perlu): Berisi tabel data lengkap, foto, transkrip wawancara, atau dokumen pendukung lain. Beri nomor dan judul yang jelas pada setiap lampiran.
Untuk tampilan dokumen, banyak institusi memakai kertas A4 dengan margin atas 3 cm, bawah 3 cm, kiri 4 cm, dan kanan 3 cm. Margin kiri dibuat lebih lebar untuk keperluan jilid, dan detailnya bisa kamu lihat di panduan mengatur margin halaman makalah. Tetap utamakan ketentuan dari kampus atau sekolahmu jika berbeda.
4. 4. Cara Membuat Makalah: Menulis Draf hingga Revisi Akhir
Kerangka sudah siap, kini saatnya menulis. Tahap ini sering membuat orang macet, padahal kunci cara membuat makalah tanpa stres adalah memisahkan proses menulis dan proses menyunting.
Tulis draf pertama tanpa takut salah: Abaikan dorongan untuk menyensor pikiran atau memperbaiki kalimat, dan fokuslah menuangkan ide. Draf pertama memang tidak harus sempurna.
Mulai dari bagian yang paling mudah: Kamu tidak harus memulai dari pendahuluan; mulailah dari bagian yang paling membuatmu bersemangat, lalu rapikan alurnya setelah semua bagian selesai. Banyak penulis justru menulis pendahuluan paling akhir.
Menulis dalam sesi pendek: Mengacu pada panduan Researcher.Life, menulislah dalam sesi fokus 25-45 menit dengan notifikasi dimatikan; dua sesi sehari lebih efektif daripada maraton sesekali di akhir pekan. Target 300-500 kata per sesi sudah cukup realistis.
Tulis kesimpulan yang ringkas: Kesimpulan dimulai dengan menegaskan kembali gagasan utama, lalu merangkum hasil kajian dan bagaimana hasil itu mendukung gagasan tersebut.
Lakukan revisi bertahap: Periksa dulu struktur dan alur, baru kemudian tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Revisi yang dipisah seperti ini jauh lebih teliti daripada sekali baca langsung.
Cek sitasi dan plagiarisme: Pastikan setiap kutipan tercantum di daftar pustaka, begitu juga sebaliknya. Parafrasekan informasi dengan bahasamu sendiri dan tetap cantumkan sumbernya.
Diamkan sebentar, lalu baca ulang: Beri jeda beberapa jam atau sehari sebelum membaca ulang. Kesalahan yang tadinya terlewat biasanya akan lebih mudah terlihat.
Rasa ragu saat menulis draf itu wajar. Penulis Jodi Picoult, dikutip dari Medium, mengatakan, "Kamu selalu bisa menyunting halaman yang buruk. Kamu tidak bisa menyunting halaman yang kosong."
Senada dengan itu, penulis Will Shetterly, dikutip dari Lindsay Elizabeth, menyatakan, "Lebih baik menulis draf pertama yang buruk daripada tidak menulis draf pertama sama sekali."
Menulis juga cara untuk memahami pikiranmu sendiri. Penulis Joan Didion, dikutip dari Barnes and Noble, mengatakan, "Saya menulis semata-mata untuk mengetahui apa yang saya pikirkan, apa yang saya lihat, dan apa artinya."
5. Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Membuat Makalah
Struktur yang lengkap saja belum menjamin makalahmu bagus. Banyak pelajar dan mahasiswa kehilangan nilai karena kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Berikut kesalahan yang paling sering muncul dan cara menghindarinya.
Tidak membaca ketentuan tugas: Format, gaya sitasi, atau batas halaman yang meleset bisa langsung mengurangi nilai. Buat daftar poin ketentuan, lalu centang satu per satu saat menulis.
Langsung menulis tanpa kerangka: Tanpa kerangka, pembahasan mudah melebar ke mana-mana. Luangkan 30 menit untuk menyusun poin-poin utama sebelum mulai menulis.
Topik terlalu luas: Topik yang terlalu umum membuat pembahasan dangkal. Persempit dengan menambahkan batasan waktu, tempat, atau kelompok subjek tertentu.
Memakai sumber yang tidak kredibel: Forum anonim atau situs tanpa penulis jelas melemahkan argumenmu. Utamakan jurnal, buku, dan publikasi lembaga resmi.
Latar belakang terlalu panjang: Latar belakang yang berlembar-lembar tanpa fokus membuat pembaca bosan. Cukup satu sampai dua halaman yang mengerucut ke rumusan masalah.
Kesimpulan memuat informasi baru: Kesimpulan hanya merangkum dan menjawab rumusan masalah. Kalau ada data baru, pindahkan ke bab pembahasan.
Daftar pustaka tidak konsisten: Mencampur gaya APA dan MLA terlihat tidak rapi. Pilih satu gaya dan terapkan ke semua sumber.
Menyalin tanpa menyebut sumber: Ini termasuk plagiarisme dan bisa berakibat serius. Biasakan memparafrasekan sekaligus mencantumkan sitasi.
Melewatkan proofreading: Salah ketik dan kalimat rancu menurunkan kesan profesional makalahmu. Baca ulang dengan suara keras atau minta teman ikut membaca.
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makalah
Berapa jumlah halaman makalah yang ideal?
Tidak ada angka baku karena setiap dosen atau sekolah punya ketentuan sendiri. Untuk tugas kuliah, makalah umumnya berkisar 10-20 halaman di luar cover dan daftar pustaka, tapi yang terpenting adalah mengikuti instruksi tugas dan menjaga kualitas isi.
Bagian makalah mana yang sebaiknya ditulis lebih dulu?
Kamu bebas memulai dari bagian yang paling mudah, misalnya pembahasan. Pendahuluan, kata pengantar, dan cover sering lebih mudah ditulis terakhir karena saat itu kamu sudah tahu isi makalah secara utuh.
Apa beda makalah dengan skripsi?
Makalah biasanya lebih singkat, berbasis kajian pustaka, dan dibuat untuk tugas mata kuliah. Skripsi adalah karya ilmiah yang jauh lebih panjang, melibatkan penelitian dengan metode tertentu, dan menjadi syarat kelulusan sarjana.
Daftar Referensi
- Grammarly. How to Write a Research Paper: A Step-By-Step Guide. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://www.grammarly.com/blog/academic-writing/how-to-write-a-research-paper/
- Scribbr. How to Write a Research Paper: A Beginner's Guide. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://www.scribbr.com/category/research-paper/
- Indeed. How to Write a Research Paper Step by Step. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://www.indeed.com/career-advice/career-development/how-to-write-a-research-paper
- Researcher.Life. How to Start Writing a Research Paper: 10 Steps You Should Not Skip. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://researcher.life/blog/article/how-to-start-writing-a-research-paper-10-steps-you-should-not-skip/
- Reedsy. 170 Writing Quotes by Famous Authors for Every Occasion. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://blog.reedsy.com/writing-quotes/
(kpl/pit)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Sederet Peserta Dangdut Academy 8 Tersenggol, Rekan Ikut Sedih
-
Dangdut Academy Mimpi Sederhana Peserta DA, Pingin Fotonya Diedit Netizen
