Cara Membuat Pupuk Hijau dari Daun, Panduan Lengkap Fermentasi hingga Kompos Alami
cara membuat pupuk hijau dari daun (h)
Kapanlagi.com - Daun yang berguguran di halaman sering dianggap sampah, padahal bisa diubah menjadi nutrisi gratis bagi tanaman. Cara membuat pupuk hijau dari daun pada dasarnya hanya mengumpulkan dedaunan, mencacahnya, lalu membiarkan mikroorganisme menguraikannya menjadi bahan penyubur tanah.
Ada beberapa metode yang bisa dipilih, mulai dari fermentasi kilat, pengomposan lambat, larutan cair, sampai membenamkan daun langsung ke tanah. Menguasai cara membuat pupuk hijau dari daun berarti memahami keseimbangan bahan, kelembapan, dan sirkulasi udara agar hasilnya gembur serta kaya hara.
Mengutip Britannica, pupuk hijau adalah tanaman yang ditanam lalu dibenamkan ke tanah demi manfaatnya, yakni menambah nitrogen, meningkatkan kesuburan umum, memperbaiki kondisi fisik tanah, mengurangi erosi, serta menekan kehilangan hara akibat pencucian. Prinsip inilah yang menjadi dasar semua teknik mengolah dedaunan menjadi pupuk.
Advertisement
1. Cara Membuat Pupuk Hijau dari Daun dengan Fermentasi Cepat
Bagi yang ingin hasil cepat, cara membuat pupuk hijau dari daun lewat fermentasi bisa matang hanya dalam hitungan hari. Metode ini memanfaatkan bakteri pengurai yang dipicu gula dan dedak sehingga dedaunan hijau lekas terurai, mirip prinsip fermentasi pupuk organik cair dari limbah rumah tangga.
Stephanie Turner, Agen Hortikultura Clemson Extension, dikutip dari Southern Living, menyatakan, "Daun adalah sumber daya gratis dan cara alam mengembalikan nutrisi ke bumi."
Siapkan bahan: Kumpulkan daun hijau segar, dedak atau bekatul, gula merah, larutan bakteri seperti EM4, dan air secukupnya sebagai pemicu fermentasi.
Cacah daun: Mencacah dan mencampur daun dengan bahan hijau serta cokelat lain akan mempercepat penguraian, jadi potong daun sekecil mungkin agar permukaannya lebih luas.
Larutkan gula dan bakteri: Campur gula merah dengan air, lalu masukkan larutan bakteri dan aduk hingga rata sebagai sumber energi mikroba. Teknik ini serupa dengan membuat MOL atau mikroorganisme lokal.
Campurkan seluruh bahan: Aduk daun cacahan bersama dedak, lalu siramkan larutan gula dan bakteri hingga campuran lembap merata.
Tumpuk dan tutup: Gundukkan campuran setinggi sekitar 15 sampai 20 cm, kemudian tutup rapat agar suhu dan kelembapan terjaga.
Diamkan dan panen: Simpan di tempat teduh sekitar tiga hingga empat hari sampai beraroma seperti tape, tanda pupuk siap dipakai. Untuk menambah unsur hara, campurannya bisa dipadukan dengan racikan pupuk NPK alami dari bahan dapur.
2. Cara Membuat Kompos Daun atau Leaf Mold secara Alami
Metode paling hemat tenaga dalam cara membuat pupuk hijau dari daun adalah membiarkan tumpukan dedaunan terurai sendiri menjadi kompos daun atau leaf mold. Proses ini menyerupai cara membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga yang sederhana.
Dilansir dari Planet Natural, leaf mold sanggup menyerap air hingga lima kali beratnya sendiri, sementara daun sebagian besar tersusun atas karbon dengan rasio sekitar 60 banding 1 terhadap nitrogen sehingga penguraiannya cenderung lambat. Berbeda dengan kompos biasa, leaf mold terbentuk melalui kerja jamur, bukan bakteri.
Dawn Pettinelli, ahli tanah dari University of Connecticut, dikutip dari This Old House, mengatakan, "Leaf mold adalah cara yang bagus untuk menambahkan bahan organik ke kebun tanpa memberi pupuk berlebihan."
Kumpulkan daun: Sapu daun-daun kering maupun basah, sebaiknya dari beragam jenis pohon agar organisme pengurainya lebih lengkap.
Cacah untuk mempercepat: Rakit daun menjadi potongan lebih kecil supaya cepat terurai, karena daun berukuran kecil matang lebih dulu dibanding yang besar.
Siapkan wadah beraerasi: Gunakan keranjang kawat, bak berlubang, atau kantong plastik hitam yang dilubangi. Hal terpenting adalah wadah memiliki sirkulasi udara.
Jaga kelembapan: Letakkan wadah di tempat sejuk, lembap, dan tidak terkena sinar matahari langsung, lalu percikkan air bila tumpukan mengering.
Tunggu proses matang: Biarkan terurai selama beberapa bulan; dalam satu hingga dua tahun leaf mold benar-benar siap jika daun tidak dicacah halus.
Panen dan simpan: Kompos daun yang jadi berwarna cokelat tua hingga kehitaman, beraroma tanah yang segar, dan mudah remah di tangan. Simpan hasilnya, cara ini setara dengan membuat kompos dari sampah dapur maupun teknik pupuk kompos sederhana lainnya.
3. Cara Membuat Pupuk Hijau Cair dari Daun
Selain padat, dedaunan hijau bisa diekstrak menjadi larutan siram, dan inilah cara membuat pupuk hijau dari daun yang cocok untuk penghobi tanaman pot. Daun pepaya, gamal, atau daun kacang-kacangan kerap dipilih karena mudah terurai dan kaya nitrogen.
Sebagaimana dilaporkan University of Georgia Extension, limbah lanskap seperti daun dan potongan rumput menyumbang hingga 20 persen sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, sehingga mengolahnya menjadi pupuk cair ikut memangkas beban lingkungan.
Pilih dan haluskan daun: Cincang kecil atau blender dedaunan hijau agar kandungan selnya cepat larut dan mudah difermentasi.
Larutkan gula dan starter: Campurkan gula merah atau molase dengan air, tambahkan EM4 sebagai pemicu mikroba, mirip metode pupuk cair dari kulit pisang.
Campur dalam wadah tertutup: Masukkan daun ke larutan gula, tambahkan air bersih, lalu tutup rapat wadah plastik agar fermentasi berlangsung minim bau.
Fermentasikan: Diamkan sekitar satu hingga dua minggu sambil sesekali membuka tutup untuk membuang gas, sampai larutan beraroma asam seperti tape.
Saring larutan: Pisahkan cairan dari ampasnya; ampas masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk padat seperti pada pengolahan pupuk organik dari bahan dapur.
Encerkan dan aplikasikan: Larutkan satu bagian pupuk cair dengan sekitar sepuluh bagian air sebelum disiram atau disemprotkan, mirip pemanfaatan larutan pupuk dari cangkang telur.
4. Cara Membenamkan Daun Langsung sebagai Pupuk Hijau
Teknik paling tua dalam cara membuat pupuk hijau dari daun adalah membenamkan dedaunan segar langsung ke tanah, yang dikenal sebagai green manuring. Pengaplikasian daun hijau dari berbagai sumber untuk memperbaiki dan menjaga kesuburan tanah disebut green leaf manuring, dengan sumber utama berupa dedaunan pepohonan.
Berdasarkan panduan Rutgers NJAES, daun yang baru gugur bila langsung dibenamkan ke tanah membuat mikroba pengurai bersaing dengan tanaman memperebutkan nitrogen, sehingga pertumbuhan tanaman untuk sementara bisa terhambat. Karena itu, dedaunan sebaiknya dibenamkan jauh sebelum masa tanam.
Anne dan Eric Nordell, petani organik ternama, dikutip dari Soil for Water, menjelaskan bahwa pengolahan tanah yang dangkal mendorong dekomposisi aerobik, menyederhanakan pengelolaan gulma, serta memperbaiki struktur dan retensi kelembapan tanah.
Pilih daun kaya nitrogen: Gunakan dedaunan hijau segar, terutama dari tanaman legum. Kelompok legum mampu bersimbiosis dengan bakteri bintil akar yang mengubah nitrogen udara menjadi nitrat yang tersedia bagi tanaman.
Cacah dedaunan: Potong daun agar cepat terurai dan mudah tercampur dengan lapisan tanah.
Sebar di atas bedengan: Ratakan dedaunan di permukaan lahan yang akan diolah agar penyebaran haranya merata.
Benamkan dangkal: Campurkan daun ke dalam sekitar lima sentimeter tanah lapisan atas, bukan dibenamkan terlalu dalam agar tidak membusuk tanpa oksigen.
Siram dan tunggu: Basahi tanah, lalu beri jeda dua hingga tiga minggu sebelum menanam. Metode ini bisa dilengkapi pupuk kandang yang benar maupun kompos dari sampah dapur agar hara lebih lengkap.
5. Manfaat dan Tips Memaksimalkan Pupuk Hijau dari Daun
Selain menyuburkan, pupuk hijau dari daun memberi banyak keuntungan lain bagi tanah dan lingkungan. Mengacu pada Royal Horticultural Society, pupuk hijau ditanam untuk memperkaya tanah, menekan gulma, dan memperbaiki struktur demi kebun yang lebih sehat serta produktif.
Memperbaiki struktur tanah: Bahan ini mengubah struktur tanah, membantu menahan kelembapan sekaligus menjaga tanah tetap ringan; tanah liat menjadi lebih gembur dan tanah berpasir mampu menyimpan air.
Meningkatkan daya simpan air: Sifatnya yang seperti spons membuat tanah lebih tahan kekeringan dan hemat penyiraman.
Melepas hara secara perlahan: Kompos menjadi sumber makanan bagi organisme tanah, dan aktivitas mereka melepaskan nutrisi secara bertahap dari waktu ke waktu.
Menghidupkan mikroba tanah: Dedaunan yang terurai mengundang jamur, cacing, dan bakteri baik yang menopang kesehatan akar.
Mengurangi sampah dan pupuk kimia: Mengolah daun berarti memangkas limbah sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk pabrikan. Terapkan sejak dini dengan membiasakan keluarga memilah sampah organik.
Mendukung kebun rumahan: Cocok untuk pot maupun bedengan, sejalan dengan upaya menyuburkan tanaman sayur di rumah dan membuat tanaman hias tumbuh subur.
Soal kelembapan, David Trinklein, ahli hortikultura University of Missouri, dikutip dari University of Missouri Extension, menyatakan, "Tumpukan kompos yang dibangun dengan benar harus terasa lembap saat disentuh, tetapi tidak basah."
Bila proses terasa lambat, tak perlu cemas. Robert Pavlis, penulis Compost Science for Gardeners, dikutip dari joegardener, mengatakan, "Alam membuat kompos secara otomatis. Kita bahkan tidak perlu melakukan apa pun." Untuk mempercepat, jaga keseimbangan bahan cokelat dan hijau seperti anjuran dalam rasio karbon-nitrogen yang seimbang.
Setelah matang, pupuk hijau dari daun bisa dicampur ke media tanam untuk memacu tanaman tomat berbuah lebat atau menopang cara menanam cabai agar subur. Racik bersama tanah dan sekam untuk mendapatkan media tanam yang subur, dan kebun pun terus produktif tanpa biaya besar.
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk Hijau dari Daun
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat pupuk hijau dari daun?
Lamanya tergantung metode yang dipakai. Fermentasi cepat dengan bakteri dan gula bisa matang dalam tiga hingga empat hari, pupuk cair sekitar satu hingga dua minggu, sedangkan kompos daun atau leaf mold membutuhkan beberapa bulan sampai satu hingga dua tahun karena bekerja lewat penguraian alami yang lambat.
Jenis daun apa yang sebaiknya tidak dijadikan pupuk?
Hindari daun yang berpenyakit atau berjamur karena sporanya bisa bertahan dan menulari tanaman kembali, serta daun beracun seperti daun kenari yang mengandung juglone. Daun yang sangat keras seperti daun ek dan daun jarum konifer juga sebaiknya dibatasi atau dicacah dulu karena sangat lambat terurai.
Apa perbedaan pupuk hijau dan kompos daun?
Pupuk hijau umumnya berasal dari dedaunan atau tanaman segar yang masih hijau lalu dibenamkan langsung ke tanah untuk menambah nitrogen, sedangkan kompos daun adalah dedaunan yang sudah terurai matang menjadi bahan gembur seperti tanah. Keduanya sama-sama memperbaiki kesuburan, hanya berbeda pada tingkat kematangan dan cara pemakaiannya.
Daftar Referensi
- Britannica. Green manure - Cover Crops, Soil Fertility and Composting. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://www.britannica.com/topic/green-manure
- Royal Horticultural Society. Green manures - RHS Advice. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://www.rhs.org.uk/soil-composts-mulches/green-manures
- Planet Natural. Composting Leaves (Leaf Mold, Mulch and Compost). Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://www.planetnatural.com/leaf-mold/
- Rutgers NJAES. Using Leaf Compost (FS117). Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://njaes.rutgers.edu/fs117/
- University of Georgia Extension. Composting and Mulching. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://fieldreport.caes.uga.edu/publications/C816/composting-and-mulching/
(kpl/rsp)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila, Tasya, dan April di Result Top 12 DA8, Gaya Mereka Kontras
-
Event Dangdut Murama Raih Tiga SO di Dangdut Academy 8 Top 12 Result
