Cara Mengusir Lalat di Rumah yang Ampuh, Alami, dan Terbukti Efektif

Cara Mengusir Lalat di Rumah yang Ampuh, Alami, dan Terbukti Efektif
cara mengusir lalat (h)

Kapanlagi.com - Cara mengusir lalat bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di dapur, seperti cuka apel, minyak esensial, hingga irisan jeruk yang aromanya tidak disukai serangga ini. Selain aman bagi penghuni rumah, metode alami juga lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan kimia sintetis.

Mempraktikkan cara mengusir lalat secara rutin sangat penting karena serangga ini bukan sekadar pengganggu, melainkan pembawa berbagai penyakit serius. Kombinasi menjaga kebersihan, memasang penghalang fisik, dan menggunakan perangkap sederhana merupakan strategi paling efektif untuk membuat rumah bebas lalat.

Dilansir dari EBSCO Research, lalat mampu menularkan lebih dari 65 jenis penyakit menular kepada manusia dan dapat membawa lebih dari 100 spesies patogen. Lalat menyebarkan penyakit melalui transmisi mekanis, yakni dengan membawa agen penyebab penyakit pada kaki, mulut, dan tubuh mereka, lalu mengontaminasi permukaan yang dihinggapi.

1. Cara Mengusir Lalat dengan Bahan Alami yang Ada di Rumah

Cara Mengusir Lalat dengan Bahan Alami yang Ada di Rumah (c) Ilustrasi AI

Memanfaatkan bahan-bahan alami merupakan cara mengusir lalat yang paling mudah karena sebagian besar bahannya sudah tersedia di dapur. Aroma tertentu dari rempah, buah, maupun tanaman herbal terbukti mengacaukan sistem penciuman lalat sehingga mereka enggan mendekat.

Sebagaimana dikutip dari Healthline, solusi alami untuk membantu mengusir lalat di rumah meliputi penggunaan herba dan bunga, campuran cuka dan sabun cuci piring, tanaman venus flytrap, serta umpan perangkap alami.

  1. Semprotkan campuran minyak esensial: Minyak serai, lavender, dan peppermint memiliki aroma kuat yang sangat dibenci lalat. Campurkan 20-25 tetes minyak esensial ke dalam setengah gelas air, tuang ke botol semprot, lalu semprotkan ke area pintu, jendela, dan tempat yang sering dihinggapi lalat. Cara mengusir lalat dengan minyak esensial ini juga memberikan efek aromaterapi yang menyegarkan ruangan.

  2. Letakkan irisan lemon yang ditancapi cengkih: Belah satu buah lemon menjadi dua bagian, lalu tancapkan 5-7 butir cengkih kering pada masing-masing potongan. Tempatkan di atas meja makan atau area dapur. Kombinasi aroma sitrus dan eugenol dari cengkih menciptakan penghalang alami yang sangat tidak disukai lalat.

  3. Manfaatkan kulit jeruk segar: Setelah mengonsumsi jeruk, simpan kulitnya dan letakkan di area terbuka seperti dekat pintu atau jendela rumah. Gosokkan permukaan kulit jeruk terlebih dahulu agar wangi citrus-nya lebih tajam dan tahan lama, lalu ganti dengan kulit baru sebelum mulai membusuk.

  4. Taburkan garam di area yang sering dihinggapi lalat: Garam dapur ternyata bisa digunakan untuk menjauhkan lalat. Taburkan secukupnya di sekitar tudung saji, tempat sampah, dan sudut-sudut rumah yang rawan. Metode ini sangat sederhana dan tidak memerlukan persiapan khusus.

  5. Semprotkan air jahe ke sudut ruangan: Campurkan satu sendok teh jahe bubuk dengan air secukupnya, lalu pindahkan ke botol semprot. Semprotkan cairan ini ke area yang sering didatangi lalat. Aroma pedas jahe efektif membuat lalat enggan kembali.

Baca juga: Cara Menanam Kemangi agar Tumbuh Rimbun di Halaman Rumah

2. Cara Mengusir Lalat Menggunakan Perangkap Buatan Sendiri

Cara Mengusir Lalat Menggunakan Perangkap Buatan Sendiri (c) Ilustrasi AI

Selain bahan pengusir, membuat perangkap sederhana juga merupakan cara mengusir lalat yang terbukti ampuh untuk mengurangi populasi serangga ini di dalam rumah. Perangkap bekerja dengan memanfaatkan aroma yang menarik lalat mendekat, lalu menjebak mereka agar tidak bisa lolos.

Michael F. Potter, entomolog dari University of Kentucky, dikutip dari Terminix menyatakan, "Setelah sebuah bangunan terinfestasi lalat buah, semua area perkembangbiakan potensial harus ditemukan dan dieliminasi. Kecuali sumber perkembangbiakan dibersihkan, masalah akan terus berlanjut tak peduli seberapa sering insektisida diaplikasikan untuk mengendalikan lalat dewasa."

  1. Buat jebakan cuka apel dan sabun cuci piring: Campurkan beberapa sendok makan cuka apel, satu sendok makan gula, dan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam mangkuk kecil. Aroma fermentasi cuka apel akan menarik lalat mendekat, sementara sabun memecah tegangan permukaan cairan sehingga lalat yang hinggap langsung tenggelam. Letakkan mangkuk ini di area yang banyak dikerubungi lalat.

  2. Gunakan perangkap buah busuk: Masukkan buah yang sudah terlalu matang atau mulai membusuk ke dalam wadah tertutup plastic wrap yang telah dilubangi kecil. Aroma buah busuk akan mengundang lalat untuk masuk melalui lubang, tetapi mereka tidak akan bisa keluar lagi. Cara mengusir lalat ini sangat efektif untuk menangkap lalat buah yang sering muncul di dapur.

  3. Pasang kertas perekat di tempat strategis: Kertas atau pita lengket dapat digantung di dekat tempat sampah, area dapur, atau jendela yang sering dimasuki lalat. Lalat yang mendarat di permukaannya langsung menempel dan tidak bisa terbang lagi. Pilih kertas perekat berwarna kuning karena warna ini terbukti lebih menarik perhatian serangga terbang.

  4. Gantung kantong plastik berisi air: Isi kantong plastik bening dengan air hingga dua pertiga penuh, ikat rapat, lalu gantung di depan pintu atau jendela yang terbuka. Pantulan cahaya melalui air akan membingungkan sistem penglihatan lalat yang memiliki ribuan lensa pada matanya. Metode ini paling efektif pada siang hari saat cahaya matahari cukup terang.

Baca juga: Tips Menjaga Kebersihan Rumah agar Terhindar dari Penyakit

3. Cara Mengusir Lalat dengan Alat Modern dan Metode Pencegahan

Cara Mengusir Lalat dengan Alat Modern dan Metode Pencegahan (c) Ilustrasi AI

Apabila bahan alami dan perangkap sederhana belum cukup, menggabungkan alat modern dengan strategi pencegahan jangka panjang bisa menjadi cara mengusir lalat yang lebih menyeluruh. Pendekatan ini berfokus pada memutus siklus hidup lalat sekaligus memblokir akses masuk serangga ke dalam rumah.

W.S. Cranshaw dan F.B. Peairs, peneliti dari Colorado State University Extension, dikutip dari Terminix menyatakan, "Pemasangan kasa dan teknik eksklusi lainnya bisa menjadi alat manajemen penting untuk beberapa jenis masalah lalat dalam ruangan. Tutup semua celah masuk ke rumah untuk mencegah lalat masuk."

  1. Pasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi: Kawat kasa berukuran 14-mesh dapat mencegah lalat rumah masuk, tetapi disarankan menggunakan ukuran 18-mesh agar serangga yang lebih kecil seperti nyamuk juga terhalang. Periksa secara rutin apakah ada lubang atau kerusakan pada kasa yang bisa menjadi jalan masuk.

  2. Nyalakan kipas angin di area makan: Hembusan angin dari kipas membuat lalat sulit terbang dan bergerak stabil di udara, sehingga mereka terdorong keluar ruangan. Letakkan kipas angin kecil di meja makan atau area dapur, terutama saat menyajikan makanan terbuka.

  3. Gunakan lampu perangkap UV: Lampu ultraviolet menarik perhatian lalat karena serangga ini memiliki ketertarikan alami terhadap cahaya. Setelah mendekat, lalat akan tersengat listrik atau menempel pada lem perekat di dalam perangkap. Pasang alat ini di dapur atau area yang sering dilalui lalat.

  4. Tanam kemangi, rosemary, dan marigold di dekat pintu masuk: Tanaman ini mengeluarkan zat alami yang tidak disukai lalat dan serangga terbang lainnya. Letakkan pot tanaman di area jendela, teras, atau dekat ventilasi agar aromanya menyebar secara alami ke dalam rumah. Cara mengusir lalat dengan tanaman ini juga sekaligus menambah estetika hunian.

  5. Matikan lampu luar ruangan di malam hari: Matikan lampu luar saat malam hari jika memungkinkan, karena lalat tertarik pada cahaya. Mengurangi sumber cahaya di area terbuka akan meminimalkan lalat yang berkumpul di sekitar pintu masuk rumah, terutama pada musim panas.

Baca juga: Kemangi untuk Mengusir Serangga di Kebun Vertikal

4. Bahaya Lalat bagi Kesehatan yang Wajib Diketahui

Bahaya Lalat bagi Kesehatan yang Wajib Diketahui (c) Ilustrasi AI

Memahami ancaman kesehatan yang dibawa lalat menjadi motivasi kuat untuk serius menerapkan cara mengusir lalat dari lingkungan rumah. Serangga ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi berperan sebagai vektor penularan penyakit yang sangat efisien.

Mengacu pada riset yang dipublikasikan Gavi, lalat membawa agen penyebab penyakit pada permukaan tubuh dan di dalam saluran pencernaan mereka. Habitat yang beragam, kemampuan terbang jarak jauh, serta ketertarikan pada material organik yang membusuk membuat lalat secara signifikan memperbesar risiko paparan mikroorganisme berbahaya bagi manusia.

  • Diare dan keracunan makanan: Lalat yang hinggap di sampah atau kotoran lalu berpindah ke makanan akan meninggalkan bakteri seperti E. coli dan Salmonella yang memicu gangguan pencernaan akut.

  • Demam tifoid: Bakteri Salmonella typhi dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi lalat, menyebabkan demam tinggi yang berkepanjangan dan memerlukan penanganan medis serius.

  • Kolera dan disentri: Seekor lalat rumah tunggal dapat membawa cukup patogen untuk menyebabkan diare pada bayi, kolera, disentri basiler, tuberkulosis, dan antraks.

  • Infeksi mata dan kulit: Lalat yang hinggap di area mata atau luka terbuka dapat menularkan bakteri penyebab konjungtivitis serta infeksi kulit lainnya.

  • Myiasis: Kondisi berbahaya ini terjadi ketika larva lalat masuk ke dalam jaringan tubuh manusia melalui luka terbuka, menyebabkan pembengkakan, gatal ekstrem, dan nyeri di area yang terinfeksi.

  • Resistensi antibiotik: Penelitian terbaru mengidentifikasi risiko kesehatan tambahan, yakni beberapa mikroba yang dibawa lalat di dalam saluran pencernaan mereka mungkin resisten terhadap antibiotik. Temuan ini menjadikan pengendalian lalat semakin penting di lingkungan tempat tinggal.

W.S. Cranshaw dan F.B. Peairs juga menegaskan, dikutip dari Terminix, "Gunakan insektisida hanya sebagai pelengkap pengendalian lainnya. Masalah serius terjadi dengan lalat yang resisten terhadap insektisida, dan banyak populasi lalat kini sulit dikendalikan hanya dengan insektisida." Oleh karena itu, pendekatan terpadu yang menggabungkan sanitasi, eksklusi, dan pengendalian alami jauh lebih disarankan.

Baca juga: Minyak Esensial Lavender dan Sifat Antibakterinya

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengusir Lalat

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengusir Lalat (c) Ilustrasi AI

Apakah menyalakan lilin efektif untuk mengusir lalat saat makan?

Menyalakan lilin di meja makan merupakan salah satu metode tradisional yang cukup efektif. Asap dan panas dari lilin mengganggu lalat sehingga mereka enggan mendekat ke area sekitar. Untuk hasil lebih optimal, gunakan lilin biasa di dekat makanan agar tidak memengaruhi cita rasa hidangan, dan lilin aromaterapi lavender atau serai di ruangan lain.

Mengapa lalat tetap berdatangan padahal rumah sudah bersih?

Lalat terutama tertarik oleh material tempat mereka bisa bertelur, termasuk material organik yang membusuk dan sampah lainnya. Meskipun rumah tampak bersih, faktor luar seperti kedekatan dengan pasar, tempat pembuangan sampah, atau selokan yang kotor bisa terus mengundang lalat masuk. Pastikan semua celah pada jendela dan ventilasi tertutup rapat.

Kapan sebaiknya memanggil jasa pengendalian hama profesional?

Jika berbagai cara mengusir lalat secara mandiri sudah dicoba tetapi populasi lalat tidak berkurang signifikan, kemungkinan ada sumber perkembangbiakan tersembunyi yang belum ditemukan. Seekor lalat betina dapat bertelur ratusan butir dalam beberapa hari, dan telur tersebut bisa menetas menjadi lalat dewasa dalam waktu kurang dari seminggu. Dalam kondisi seperti ini, tenaga profesional pest control dapat membantu menemukan dan menghilangkan sumber masalah secara menyeluruh.

Baca juga: Tokek sebagai Pengendali Hama Alami di Rumah

Daftar Referensi

  1. EBSCO Research. Flies and Infectious Disease. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.ebsco.com/research-starters/life-sciences/flies-and-infectious-disease
  2. Healthline. How to Get Rid of Flies Naturally and Safely. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-house-flies
  3. Terminix. Entomologists' Tips on How to Get Rid of Flies Inside. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.terminix.com/blog/diy/how-to-keep-flies-under-control/
  4. Gavi. Flies Carry Bacteria – and Some of Those Are Resistant to Antibiotics. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.gavi.org/vaccineswork/flies-carry-bacteria-and-some-those-are-resistant-antibiotics-what-we-found-three

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending