Lirik Asyroqol Badru Alaina Latin dan Artinya, Pujian Penuh Cinta untuk Rasulullah
asyroqol badru lirik (h)
Kapanlagi.com - Lirik Asyroqol Badru menjadi salah satu syair pujian yang paling akrab di telinga umat Islam di Indonesia. Bait-baitnya kerap berkumandang syahdu pada peringatan Maulid Nabi maupun majelis sholawat.
Syair ini sejatinya bagian dari rangkaian sholawat Mahalul Qiyam dalam pembacaan kitab maulid. Isinya sarat sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW yang diibaratkan sebagai bulan purnama yang bersinar.
Tidak sedikit orang mencari lirik Asyroqol Badru lengkap dengan tulisan Latin dan terjemahannya agar bisa melantunkannya dengan tepat. Memahami arti setiap baitnya membuat lantunan terasa jauh lebih menyentuh hati.
Advertisement
Mengutip NU Online, mahalul qiyam adalah momentum orang berdiri setelah sebelumnya duduk pada forum pembacaan maulid Barzanji, sebagai bentuk akhlak penghormatan kepada Rasulullah SAW. Pembacaannya biasanya dipimpin oleh satu orang yang dianggap cakap membaca Kitab Barzanji atau Kitab Rawi.
1. Apa Itu Asyroqol Badru dan Kaitannya dengan Mahalul Qiyam
Asyroqol Badru Alaina adalah penggalan syair pujian kepada Rasulullah SAW yang berbunyi "asyroqol badru 'alaina, fakhtafat minhul buduru". Frasa ini secara harfiah bermakna purnama telah terbit menyinari kami sehingga pudarlah purnama-purnama lainnya, sebuah kiasan yang menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai cahaya paling terang di antara semua cahaya.
Bait ini tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dalam bagian Mahalul Qiyam. Dinamai demikian karena pada bagian tersebut para jamaah berdiri, seolah menyambut kehadiran Rasulullah SAW dengan penuh takzim. Karena itulah rangkaian ini juga populer dengan sebutan sholawat Ya Nabi Salam Alaika.
Secara umum, lirik ini terdapat dalam kitab-kitab maulid yang lazim dibaca di Nusantara, seperti Maulid Ad-Diba'i, Barzanji, hingga Simtudduror. Ketiganya sama-sama memuat riwayat hidup dan pujian kepada Nabi, dengan Mahalul Qiyam sebagai puncak penghormatan yang dibacakan sambil berdiri.
Soal dalil berdiri saat melantunkannya, para ulama memandang tradisi ini sebagai sesuatu yang dianjurkan atas dasar istihsan, dan penjelasannya dapat ditemukan dalam kitab I'anatut Thalibin karya Sayyid Bakri Syatha ad-Dimyathi. Bagi yang ingin membandingkan versi lantunannya, tersedia pula rekaman Ya Nabi Salam Alaika dari Haddad Alwi.
2. Lirik Asyroqol Badru Latin dan Artinya
Berikut lirik Asyroqol Badru dalam tulisan Latin beserta terjemahan bahasa Indonesia, disusun bait demi bait agar mudah diikuti saat dilantunkan bersama.
- Ya Nabi salam 'alaika, Ya Rasul salam 'alaika. Artinya: Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu; wahai Rasul, salam sejahtera untukmu.
- Ya Habib salam 'alaika, sholawatullah 'alaika. Artinya: Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu, dan sholawat Allah tercurah untukmu.
- Asyroqol badru 'alaina, fakhtafat minhul buduru. Artinya: Purnama telah terbit menyinari kami, hingga pudarlah purnama-purnama lainnya.
- Mitsla husnik ma ro-aina, qotthu ya wajhas-sururi. Artinya: Belum pernah kami melihat keelokan sepertimu, wahai wajah yang penuh kegembiraan.
- Anta syamsun anta badrun, anta nurun fauqo nurin. Artinya: Engkau bagai matahari, engkau bagai purnama, engkau cahaya di atas cahaya.
- Anta iksirun wa ghali, anta mishbahush-shuduri. Artinya: Engkau bagai emas murni nan mahal, engkaulah pelita hati.
- Ya habibi ya Muhammad, ya 'arusal-khofiqoini. Artinya: Wahai kekasihku Muhammad, wahai pemuka penjuru timur dan barat.
- Ya mu-ayyad ya mumajjad, ya imamal qiblataini. Artinya: Wahai yang dikuatkan dengan wahyu, wahai yang diagungkan, wahai imam dua kiblat.
- Man ro-a wajhaka yas'ad, ya karimal walidaini. Artinya: Siapa pun yang memandang wajahmu berbahagia, wahai yang mulia kedua orang tuanya.
- Haudlukash-shofil mubarrod, wirduna yaumun-nusyuri. Artinya: Telagamu yang jernih dan sejuk, akan kami datangi kelak di hari kebangkitan.
Bait "Ya Nabi salam 'alaika" umumnya diulang sebagai refrain di sela-sela syair, sehingga lantunannya terasa mengalir dan mudah diikuti jamaah. Untuk versi dengan terjemahan berdampingan, kamu bisa menyimak lirik dan arti yang dibawakan Habib Syech.
3. Makna dan Pesan di Balik Lirik Asyroqol Badru
Inti dari lirik Asyroqol Badru adalah pengagungan sosok Nabi Muhammad SAW melalui perumpamaan cahaya. Kata "badr" yang berarti bulan purnama dipilih untuk menggambarkan bahwa keindahan dan keteladanan Rasulullah menyinari umat, bahkan membuat purnama-purnama lain seakan meredup di hadapannya.
Perumpamaan itu diperkuat pada bait "Anta syamsun anta badrun" yang menyandingkan matahari, bulan, dan cahaya berlapis. Ada pula kiasan "iksir" atau emas murni yang mahal serta "mishbahush-shuduri" alias pelita hati, menegaskan betapa berharganya kehadiran beliau bagi kehidupan spiritual manusia. Nuansa cahaya yang sama juga terasa pada Sholawat Jibril yang turut memuat bait "Anta Syamsun Anta Badrun".
Selain memuji, lirik ini juga memuat pengharapan. Sebutan "imam dua kiblat" mengingatkan kedudukan Nabi, sedangkan gambaran telaga yang jernih dan sejuk merujuk pada harapan umat memperoleh siraman air telaga beliau kelak di hari kiamat. Di sinilah pujian berpadu dengan doa dan kerinduan.
Dari sudut pandang redaksi, kekuatan syair ini terletak pada keseimbangan antara sanjungan, kerinduan, dan permohonan syafaat yang dibungkus bahasa puitis. Bagi yang gemar merenungi kalimat-kalimat penuh makna seputar Nabi, tersedia pula kumpulan kata-kata sholawat yang menyejukkan hati sebagai pelengkap renungan.
4. Jejak Sejarah Syair "Badru 'Alaina" untuk Nabi Muhammad
Perumpamaan Nabi sebagai purnama yang terbit ("badru 'alaina") memiliki akar sangat tua dalam tradisi Islam. Dilansir dari SeekersGuidance, nasyid Tala'al Badru Alayna disebut sebagai nasyid tertua yang tercatat dalam tradisi Islam sekaligus "ungkapan cinta dan kerinduan yang indah kepada Nabi Muhammad SAW."
Nasyid tersebut lahir dari sebuah momen bersejarah. Merujuk IslamQA, ketika Nabi tiba di Madinah, kaum perempuan, anak-anak lelaki, dan gadis-gadis kecil melantunkan "Tala'a al-badru 'alayna, min thaniyyatil wada'". Menurut sumber yang sama, lemahnya sanad bait-bait tersebut tidak menghalangi kebolehan menyenandungkannya karena maknanya sahih dan indah, serta sangat masyhur di kalangan umat Islam.
Sebagaimana dilaporkan Islamweb, sambutan gembira atas kedatangan Nabi ke Madinah terdokumentasi dengan baik, termasuk dari penuturan Anas bin Malik, meski sebagian ulama seperti al-Albani menilai lemah rangkaian periwayatan syairnya. Beberapa riwayat menyebut bahwa yang menyenandungkannya adalah gadis-gadis dari Bani Najjar, dan sebagian ahli bahkan berpendapat syair ini pertama kali dilantunkan saat Nabi kembali dari ekspedisi Tabuk berdasarkan letak lembah Wada. Di dunia berbahasa Inggris, terjemahan paling populer digubah oleh Yusuf Islam dengan judul "O the White Moon Rose Over Us".
Dari akar itulah tradisi memuji Nabi sebagai purnama terus hidup. Bait "asyroqol badru 'alaina, fakhtafat minhul buduru" dalam Mahalul Qiyam meneruskan warisan tersebut, bahkan pada sejumlah versi kedua syair sering dilantunkan berdampingan. Hal ini menegaskan betapa lekatnya bulan Rabiul Awal dan momen kelahiran Nabi dengan syair-syair cinta semacam ini, seperti diulas dalam pembahasan nama bulan Islam dan makna spiritualnya serta penelusuran silsilah Nabi Muhammad SAW.
5. Keutamaan dan Waktu Melantunkan Sholawat Asyroqol Badru
Melantunkan lirik Asyroqol Badru bukan sekadar bernostalgia dengan lagu religi, melainkan bentuk sholawat yang bernilai ibadah. Berikut beberapa keutamaan dan momen yang lazim dipilih untuk membacanya.
- Puncak peringatan Maulid Nabi. Syair ini menjadi bagian istimewa dalam amalan Maulid Nabi yang biasa digelar umat Islam.
- Bagian dari Mahalul Qiyam. Dibaca sambil berdiri sebagai penghormatan, sehingga suasana majelis terasa lebih khusyuk dan penuh takzim.
- Sering dilantunkan di majelis sholawat. Populer dibawakan bersama sholawat lain seperti Sidnan Nabi dan Shalawat Badar.
- Menyambut malam Jumat. Banyak yang menjadikannya bacaan rutin untuk memperbanyak sholawat pada malam yang dimuliakan.
- Menumbuhkan cinta kepada Rasulullah. Meresapi maknanya menautkan hati pada keteladanan Nabi, senada dengan pesan pada Sholawat Manusia Idolaku dan Isyfa'lana.
- Ganjaran berlipat dari sholawat. Nabi SAW bersabda bahwa siapa bersholawat kepadanya satu kali, Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh keburukan, dan mengangkat sepuluh derajatnya (HR. an-Nasa'i).
Ragam sholawat lain dengan keutamaannya masing-masing juga menarik dipelajari, mulai dari Sholawat Nariyah, keutamaan memperbanyak sholawat, hingga Sholawat Haji dan Ya Ayyuhannabi. Bagi panitia acara, panduan teks MC Maulid di masjid, kumpulan ucapan Maulid Nabi, dan aneka kata-kata Maulid Nabi bisa menjadi pelengkap perayaan.
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lirik Asyroqol Badru
Apa arti Asyroqol Badru Alaina?
Secara harfiah, Asyroqol Badru Alaina berarti "bulan purnama telah terbit menyinari kami". Kalimat lengkapnya, "asyroqol badru 'alaina, fakhtafat minhul buduru", menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai purnama yang cahayanya membuat purnama lain tampak pudar, sebuah kiasan pujian atas keindahan dan keagungan beliau.
Asyroqol Badru termasuk sholawat apa?
Asyroqol Badru merupakan penggalan dari sholawat Mahalul Qiyam yang terdapat dalam kitab maulid seperti Ad-Diba'i, Barzanji, dan Simtudduror. Bagian ini dilantunkan sambil berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW, dan sering pula disebut sholawat Ya Nabi Salam Alaika.
Kapan lirik Asyroqol Badru biasa dibaca?
Lirik ini paling sering dibaca saat peringatan Maulid Nabi, dalam majelis sholawat dan hadrah, serta ketika menyambut malam Jumat. Selain momen-momen tersebut, syair ini juga kerap dilantunkan pada pengajian atau acara keagamaan sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Daftar Referensi
- SeekersGuidance. Nasheed Hub: Tala al Badru Alayna. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://seekersguidance.org/articles/audio/nasheed-hub-talaal-badru-alayna/
- IslamQA. The nasheed "Tala'a al-Badru 'alayna". Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/119722/the-nasheed-talaa-al-badru-alayna
- Islamweb. Whether Ansaar beat Dhuff and sang Tala'a al-badru 'alayna. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://www.islamweb.net/en/fatwa/331825/whether-ansaar-beat-dhuff-and-sang-talaa-al-badru-alayna
- NU Online. Bacaan Mahalul Qiyam Lengkap Arab, Latin dan Terjemah. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://jatim.nu.or.id/keislaman/bacaan-mahalul-qiyam-lengkap-arab-latin-dan-terjemah-jhaK0
(kpl/cel)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8