INTERNASIONAL

'THE EYE', Melihat Kematian dari Donor Mata

Jum'at, 25 Juli 2008 15:37  | 

Jessica Alba







KapanLagi.com - Pemain: Jessica Alba, Alessandro Nivola, Parker Posey, Chloe Grace Moretz, Tamlyn Tomita

Sidney Well (Jessica Alba) tak pernah berharap akan kehilangan penglihatannya namun itulah yang terjadi saat Sidney mengalami kecelakaan saat ia berumur 5 tahun. Helen Wells (Parker Posey), adik Sidney, yang merasa bersalah atas kecelakaan itu berusaha keras agar Sidney dapat kembali melihat seperti sedia kala.

20 tahun kemudian, Sidney telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemain biola yang cukup diperhitungkan. Sidney tak pernah menyalahkan Helen atas nasib yang ia alami namun rasa bersalah Helen membuatnya mengupayakan agar Sidney dapat memperoleh donor mata yang akan mengembalikan penglihatan Sidney.

Dari hasil usaha Helen, Sidney akhirnya berhasil memperoleh donor mata. Setelah menjalani operasi mata, penglihatan Sidney berangsur-angsur pulih. Namun seiring dengan pulihnya penglihatan Sidney, ada dampak lain yang mulai mengganggu Sidney. Ia mulai melihat hal-hal yang tak dapat dilihat orang lain. Merasa mulai hilang kewarasan, Sidney pun mencoba berkonsultasi pada Dr. Paul Faulkner (Alessandro Nivola). Dr. Paul menganggap bahwa apa yang dialami Sidney hanyalah dampak psikologis dari transplantasi organ baru pada tubuh Sidney.

Tak puas dengan jawaban Dr. Paul, Sidney mulai mencoba melacak dari mana asal donor mata yang ia terima. Pada titik ini, Sidney mulai merasa bahwa apa yang dilihatnya bukanlah halusinasi melainkan 'kenyataan' yang tak dapat dilihat orang lain. Saat Sidney berhasil menemukan asal donor mata yang ia terima, terbukalah semua tabir yang selama ini menjadi misteri dari penglihatan Sidney. Dan yang lebih dari sekedar membuka misteri itu, Sidney akhirnya sadar bahwa semua orang mendapat kelebihan sendiri-sendiri dari Sang Pencipta walaupun buat beberapa orang itu adalah sebuah kekurangan.

Versi asli dari film ini sebenarnya cukup enak dinikmati. Banyak adegan yang membuat merinding. Sayangnya saat di-remake menjadi film Hollywood, sensasi itu jadi hilang. Entah kenapa, tapi mungkin karena Jessica Alba tak mampu mendalami karakter yang ia perankan.

Berperan menjadi orang buta saja sudah cukup menyulitkan, ditambah lagi kesan keputusasaan dan ketakutan yang harus dibangun Jessica di sepanjang film. Berbeda dengan saat kita menonton film GOTHIKA. Halle Berry tampil mengesankan dalam film yang sama-sama berbasis horor ini.

Atau bisa jadi setting yang berpindah ke Amerika malah merusak suasana mistis yang seharusnya terbentuk. Di Asia bisa saja hal itu terjadi, namun mampukah film ini mengkondisikan suasana mistis yang sama dengan setting dunia barat? Itu yang masih menjadi pertanyaan. Penyesuaian alur cerita yang mungkin dimaksudkan untuk membuat jalan cerita lebih logis pun tak banyak membantu memperkokoh alur cerita. (kpl/roc)