15 Drama Korea yang Tidak Viral tetapi Wajib Ditonton, Ceritanya Bagus dan Bikin Nagih

15 Drama Korea yang Tidak Viral tetapi Wajib Ditonton, Ceritanya Bagus dan Bikin Nagih
If You Wish Upon Me

Kapanlagi.com - Popularitas sebuah drama Korea sering kali ditentukan oleh perbincangan di media sosial, jumlah penonton, atau viralnya cuplikan adegan di berbagai platform. Namun, tidak semua drama berkualitas berhasil mendapatkan sorotan yang sama. Ada banyak judul yang luput dari perhatian publik meski menawarkan alur cerita yang kuat, akting memukau, serta penyutradaraan yang tak kalah apik dibandingkan drama-drama populer.

Drama Korea yang kurang viral sering kali justru menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda. Beberapa di antaranya memiliki konsep cerita yang segar, karakter yang berkembang dengan baik, hingga plot yang penuh kejutan tanpa terlalu banyak mengikuti formula umum. Karena tidak terlalu banyak dibahas, penonton pun bisa menikmati jalan cerita tanpa terpapar spoiler atau ekspektasi yang berlebihan.

Jika Anda sedang mencari tontonan baru setelah menyelesaikan drama- drama populer, daftar berikut patut dipertimbangkan. Lantas apa saja rekomendasi drama Korea yang tidak viral tetapi wajib ditonton yang ceritanya bagus dan bikin nagih? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (5/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Misaeng: Incomplete Life (2014)

Misaeng: Incomplete Life (IMDb)

Sutradara: Kim Won-seok
Pemain utama: Yim Si-wan, Lee Sung-min, Kang Ha-neul, Kang So-ra, Byun Yo-han
Jumlah episode: 20 episode
Durasi: Sekitar 70–90 menit per episode

Banyak drama Korea menghadirkan kisah cinta sebagai daya tarik utama, tetapi Misaeng: Incomplete Life justru memilih kehidupan kantor sebagai pusat ceritanya. Premis tersebut terdengar sederhana, bahkan kurang menarik bagi sebagian orang. Namun, justru dari rutinitas bekerja, tekanan target, hingga hubungan antarkaryawan, drama ini berhasil membangun emosi yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata. Inilah alasan mengapa Misaeng sering disebut sebagai salah satu drama kantor terbaik sepanjang masa meski tidak pernah menjadi fenomena viral di kalangan penonton internasional.

Ceritanya mengikuti Jang Geu-rae, seorang pemuda yang sejak kecil hanya mengejar impian menjadi pemain baduk profesional. Ketika mimpinya kandas, ia tidak memiliki ijazah maupun pengalaman kerja yang memadai. Berkat bantuan seseorang, Geu-rae memperoleh kesempatan menjadi pegawai magang di sebuah perusahaan perdagangan internasional. Di lingkungan baru tersebut, ia harus beradaptasi dengan budaya kerja yang kompetitif, menghadapi rekan-rekan yang jauh lebih berpengalaman, serta membuktikan bahwa dirinya layak dipertahankan meski berasal dari latar belakang yang berbeda.

Yang membuat drama ini begitu istimewa adalah cara penyajiannya yang sangat manusiawi. Tidak ada tokoh yang benar-benar sempurna atau sepenuhnya jahat. Setiap karakter memiliki tekanan, ambisi, serta luka masing-masing sehingga penonton mudah memahami alasan di balik setiap keputusan mereka. Alih-alih menawarkan konflik yang berlebihan, Misaeng justru menyajikan perjalanan tentang bertahan hidup, menemukan jati diri, dan memahami arti sebuah pekerjaan. Bagi siapa pun yang pernah merasakan kerasnya dunia kerja, drama ini akan terasa relevan bahkan bertahun-tahun setelah penayangannya.

(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)

2. My Mister (2018)

Sutradara: Kim Won-seok
Pemain utama: IU, Lee Sun-kyun
Jumlah episode: 16 episode
Durasi: Sekitar 75–90 menit per episode

Sekilas, My Mister tampak seperti drama yang lambat dan minim kejutan. Padahal, di balik ritmenya yang tenang tersimpan kisah emosional yang mampu meninggalkan kesan mendalam. Drama ini tidak mengandalkan romansa yang manis ataupun konflik besar, melainkan memperlihatkan bagaimana dua orang asing yang sama-sama terluka perlahan menemukan alasan untuk tetap menjalani hidup.

Park Dong-hoon adalah seorang insinyur yang tampak memiliki kehidupan stabil, tetapi diam-diam memikul beban keluarga, tekanan pekerjaan, dan masalah rumah tangga. Di sisi lain ada Lee Ji-an, perempuan muda yang hidup dalam kemiskinan, terlilit utang, serta harus merawat neneknya seorang diri. Pertemuan keduanya bermula dari situasi yang tidak menyenangkan, bahkan dipenuhi rasa curiga. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan mereka berkembang menjadi bentuk kepedulian yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Drama ini memperlihatkan bahwa seseorang tidak selalu membutuhkan solusi besar untuk bangkit. Terkadang, kehadiran orang yang mau mendengarkan dan memahami sudah cukup mengubah hidup. My Mister berhasil menggambarkan kesepian, kelelahan, hingga harapan dengan cara yang sangat realistis. Penonton tidak hanya diajak mengikuti alur cerita, tetapi juga merenungkan berbagai persoalan kehidupan yang mungkin pernah dialami sendiri.

3. Live (2018)

Sutradara: Kim Kyu-tae
Pemain utama: Lee Kwang-soo, Jung Yu-mi, Bae Sung-woo, Bae Jong-ok
Jumlah episode: 18 episode
Durasi: Sekitar 70–85 menit per episode

Jika kebanyakan drama kepolisian menonjolkan aksi kejar-kejaran atau penyelidikan kasus besar, Live memilih sudut pandang yang jauh lebih membumi. Drama ini memperlihatkan kehidupan polisi patroli yang setiap hari berhadapan dengan persoalan masyarakat, mulai dari pertengkaran rumah tangga, kecelakaan, pencurian kecil, hingga kasus-kasus yang menguras emosi.

Cerita berpusat pada para polisi muda yang baru memulai karier. Mereka datang dengan idealisme tinggi, tetapi segera menyadari bahwa menjadi polisi bukan hanya soal menangkap pelaku kejahatan. Mereka juga harus menghadapi tekanan dari atasan, kritik masyarakat, jam kerja yang panjang, hingga rasa takut ketika bertugas di lapangan. Setiap episode menghadirkan kasus berbeda yang membuat karakter-karakternya terus berkembang.

Keunggulan Live terletak pada pendekatannya yang realistis. Drama ini tidak berusaha menjadikan para tokohnya sebagai pahlawan tanpa cela. Mereka bisa lelah, melakukan kesalahan, bahkan kehilangan kepercayaan diri. Justru karena itulah kisahnya terasa begitu dekat dengan kenyataan. Penonton akan melihat sisi lain profesi polisi yang jarang diangkat dalam drama Korea.

4. Hot Stove League (2019)

Hot Stove League (IMDb)

Sutradara: Jung Dong-yoon
Pemain utama: Namkoong Min, Park Eun-bin, Oh Jung-se, Jo Byeong-kyu
Jumlah episode: 16 episode
Durasi: Sekitar 60–70 menit per episode

Meski mengangkat dunia bisbol, Hot Stove League sebenarnya bukan drama yang hanya cocok untuk pencinta olahraga. Fokus utamanya justru berada pada strategi membangun sebuah tim dari titik terendah menuju harapan baru. Karena itu, penonton yang sama sekali tidak memahami aturan bisbol pun tetap dapat menikmati setiap konfliknya.

Kisahnya mengikuti Baek Seung-soo, seorang manajer umum baru yang ditugaskan menyelamatkan klub bisbol profesional yang selalu berada di posisi terbawah klasemen. Ia dikenal sebagai sosok dingin dan tidak banyak bicara, tetapi memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun organisasi. Kedatangannya memicu berbagai konflik karena banyak pihak merasa cara kerjanya terlalu berbeda dengan kebiasaan lama.

Alih-alih dipenuhi adegan pertandingan, sebagian besar cerita berlangsung di ruang rapat, ruang negosiasi, hingga proses pengambilan keputusan yang menentukan masa depan klub. Drama ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah tim sering kali ditentukan oleh orang-orang yang bekerja di balik layar. Alurnya penuh strategi, intrik, dan kejutan sehingga tetap menegangkan meski minim adegan aksi di lapangan.

Sutradara: Han Dong-hwa
Pemain utama: Park In-hwan, Song Kang, Na Moon-hee, Hong Seung-hee
Jumlah episode: 12 episode
Durasi: Sekitar 65–75 menit per episode

Tidak banyak drama Korea yang berani menjadikan seorang pria berusia 70 tahun sebagai tokoh utama. Navillera membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal batas usia. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh emosi, drama ini mengangkat tema keluarga, persahabatan, serta keberanian mengejar impian yang telah lama dipendam.

Shim Deok-chul adalah pensiunan pegawai yang selama puluhan tahun mengubur keinginannya menjadi penari balet demi memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga. Setelah memasuki masa pensiun, ia memutuskan mengejar mimpi tersebut meski mendapat keraguan dari orang-orang di sekitarnya. Dalam perjalanannya, ia bertemu Lee Chae-rok, penari balet muda berbakat yang mulai kehilangan semangat karena berbagai tekanan hidup.

Hubungan antara kedua tokoh utama berkembang menjadi kisah yang menghangatkan hati. Deok-chul belajar menari dengan penuh kesungguhan, sementara Chae-rok kembali menemukan alasan untuk terus mengejar mimpinya. Tanpa mengandalkan konflik berlebihan, Navillera menghadirkan cerita yang mengingatkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang benar-benar dicintai. Drama ini meninggalkan pesan kuat tentang harapan, keluarga, dan makna hidup yang sering kali terlupakan dalam kesibukan sehari-hari.

6. The Light in Your Eyes (Radiant) (2019)

Sutradara: Kim Seok-yoon
Pemain utama: Han Ji-min, Kim Hye-ja, Nam Joo-hyuk, Son Ho-jun
Jumlah episode: 12 episode
Durasi: Sekitar 60–70 menit per episode

Judul The Light in Your Eyes mungkin tidak sepopuler drama romantis yang ramai dibicarakan di media sosial, tetapi kualitas ceritanya sering dipuji karena mampu memberikan pengalaman menonton yang berbeda. Drama ini memadukan unsur fantasi, keluarga, dan kehidupan sehari-hari menjadi sebuah kisah yang emosional tanpa harus bergantung pada konflik yang dibuat-buat. Alurnya perlahan membangun rasa penasaran hingga menghadirkan salah satu plot twist paling berkesan dalam drama Korea.

Kisahnya berpusat pada Kim Hye-ja, perempuan muda yang memiliki mimpi menjadi penyiar. Suatu hari ia menemukan sebuah jam tangan misterius yang mampu memutar waktu. Namun, setiap kali menggunakan kemampuan tersebut, usianya bertambah semakin tua. Demi menyelamatkan sang ayah dari sebuah kecelakaan, Hye-ja berkali-kali menggunakan jam tersebut hingga akhirnya terbangun dalam tubuh seorang wanita lanjut usia. Di sisi lain ada Lee Joon-ha, pria yang pernah bercita-cita menjadi reporter, tetapi hidupnya justru dipenuhi kegagalan dan rasa putus asa.

Seiring cerita berkembang, penonton diajak memahami bahwa waktu adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Drama ini bukan hanya berbicara tentang penyesalan, melainkan juga tentang menerima hidup apa adanya, menghargai keluarga, dan menikmati setiap momen yang dimiliki. Cara penyampaiannya sangat halus sehingga emosi penonton dibangun sedikit demi sedikit. Ketika seluruh potongan cerita mulai menyatu di penghujung episode, makna sebenarnya dari perjalanan Hye-ja terasa jauh lebih dalam daripada yang dibayangkan pada awal cerita.

7. Diary of a Prosecutor (2019–2020)

Diary of a Prosecutor (IMDb)

Sutradara: Lee Tae-gon
Pemain utama: Lee Sun-kyun, Jung Ryeo-won, Lee Sung-jae, Kim Kwang-kyu
Jumlah episode: 16 episode
Durasi: Sekitar 60 menit per episode

Drama bertema hukum biasanya dipenuhi persidangan besar, perebutan kekuasaan, atau kasus pembunuhan yang rumit. Namun, Diary of a Prosecutor mengambil pendekatan yang jauh lebih sederhana dan realistis. Drama ini memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerjaan jaksa justru berkaitan dengan kasus-kasus yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari penipuan, kekerasan rumah tangga, hingga perselisihan sehari-hari.

Ceritanya mengikuti kehidupan para jaksa di sebuah kantor kejaksaan daerah yang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Lee Sun-woong adalah jaksa senior yang dikenal tenang, rendah hati, dan lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya dengan baik daripada mengejar jabatan. Suasana kantor berubah ketika Cha Myung-joo, jaksa ambisius dari Seoul, dipindahkan ke tempat tersebut. Perbedaan karakter keduanya melahirkan banyak dinamika menarik, baik dalam pekerjaan maupun hubungan antarrekan.

Alih-alih menghadirkan konflik yang berlebihan, drama ini menunjukkan bagaimana para jaksa juga merupakan manusia biasa yang memiliki keluarga, kelelahan, kegagalan, bahkan rasa jenuh terhadap pekerjaan. Humor ringan yang disisipkan di berbagai adegan membuat cerita tetap terasa hangat. Inilah yang menjadikan Diary of a Prosecutor berbeda dari drama hukum pada umumnya dan layak disebut sebagai salah satu hidden gem terbaik.

8. Would You Like a Cup of Coffee? (2021–2022)

Sutradara: Noh Jung-wook dan Park Soo-min
Pemain utama: Ong Seong-wu, Park Ho-san
Jumlah episode: 12 episode
Durasi: Sekitar 25–30 menit per episode

Di tengah tren drama Korea dengan konflik besar dan alur yang cepat, Would You Like a Cup of Coffee? justru menawarkan pengalaman menonton yang tenang. Drama ini tidak berusaha mengejutkan penonton dengan plot twist ataupun romansa yang rumit. Sebaliknya, setiap episodenya menghadirkan kisah-kisah sederhana yang mampu memberikan rasa hangat, layaknya menikmati secangkir kopi di sore hari.

Ceritanya mengikuti Kang Go-bi, seorang pemuda yang tertarik mendalami dunia kopi setelah mencicipi racikan istimewa di sebuah kafe kecil bernama Café 2Dae. Ia kemudian menjadi murid Park Seok, seorang barista senior yang terkenal perfeksionis tetapi memiliki hati yang tulus. Selama belajar, Go-bi tidak hanya mempelajari teknik menyeduh kopi, tetapi juga mengenal berbagai pelanggan dengan cerita hidup yang berbeda-beda.

Setiap cangkir kopi yang disajikan seolah menjadi jembatan bagi berbagai kisah tentang kehilangan, impian, persahabatan, hingga keluarga. Drama ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana. Meski minim konflik besar, penonton akan dibuat betah mengikuti perjalanan para tokohnya karena atmosfer yang nyaman serta dialog-dialog yang penuh makna.

9. If You Wish Upon Me (2022)

Sutradara: Kim Yong-wan
Pemain utama: Ji Chang-wook, Sung Dong-il, Choi Soo-young
Jumlah episode: 16 episode
Durasi: Sekitar 60–70 menit per episode

If You Wish Upon Me merupakan drama yang terinspirasi dari kegiatan organisasi sukarelawan di rumah sakit hospice yang membantu mewujudkan harapan terakhir pasien dengan penyakit terminal. Tema tersebut membuat drama ini tampil berbeda dibandingkan kebanyakan drama Korea yang berfokus pada romansa atau aksi. Meski mengangkat kisah tentang akhir kehidupan, nuansa yang dibangun justru dipenuhi harapan dan kehangatan.

Tokoh utamanya adalah Yoon Gyeo-rye, seorang pria yang sejak kecil hidup dalam lingkungan penuh kekerasan dan penelantaran. Masa lalunya membentuk pribadi yang kasar, sulit mempercayai orang lain, dan kehilangan arah hidup. Karena sebuah insiden, ia harus menjalani kerja sosial di sebuah rumah sakit hospice. Di sanalah ia bertemu tim relawan yang memiliki misi membantu memenuhi keinginan terakhir para pasien sebelum mereka meninggal dunia.

Awalnya Gyeo-rye hanya ingin menyelesaikan kewajibannya, tetapi perlahan ia mulai memahami arti empati dan kasih sayang. Setiap pasien membawa cerita yang berbeda, mulai dari penyesalan, harapan, hingga impian sederhana yang belum sempat diwujudkan. Drama ini menyampaikan pesan bahwa hidup bukan hanya soal berapa lama seseorang hidup, tetapi bagaimana setiap momen dijalani bersama orang-orang yang berarti.

10. The Midnight Romance in Hagwon (2024)

The Midnight Romance in Hagwon (IMDb)

Sutradara: Ahn Pan-seok
Pemain utama: Jung Ryeo-won, Wi Ha-joon
Jumlah episode: 16 episode
Durasi: Sekitar 70 menit per episode

Meski dibintangi aktor dan aktris ternama, The Midnight Romance in Hagwon tidak mendapat gaung sebesar beberapa drama romantis lain pada tahun penayangannya. Padahal, drama ini menawarkan kisah cinta yang lebih dewasa dengan latar dunia bimbingan belajar atau hagwon, sebuah industri pendidikan yang sangat kompetitif di Korea Selatan. Penonton tidak hanya disuguhkan romansa, tetapi juga gambaran tentang tekanan para pengajar dalam mempertahankan reputasi mereka.

Seo Hye-jin adalah guru bahasa Korea yang telah mengajar selama bertahun-tahun dan dikenal berkat dedikasinya kepada para murid. Kehidupannya berubah ketika Lee Joon-ho, mantan murid yang dulu berhasil masuk universitas impiannya berkat bimbingan Hye-jin, kembali sebagai pengajar di tempat yang sama. Pertemuan tersebut membangkitkan berbagai kenangan lama sekaligus memunculkan perasaan yang selama ini tidak pernah mereka sadari.

Di balik hubungan keduanya, drama ini juga mengangkat persaingan antarlembaga pendidikan, tekanan target akademik, serta dilema antara idealisme dan kepentingan bisnis. Alurnya berkembang perlahan dengan dialog yang matang dan emosional, sehingga cocok bagi penonton yang menyukai kisah romantis realistis. Alih-alih mengandalkan konflik berlebihan, drama ini lebih menonjolkan perkembangan karakter serta hubungan antarmanusia yang terasa alami dan menyentuh.

11. One Day Off (2023)

Sutradara: Lee Jong-pil
Pemain utama: Lee Na-young
Jumlah episode: 8 episode
Durasi: Sekitar 25–30 menit per episode

Di antara banyak drama Korea yang dipenuhi konflik rumit, One Day Off hadir sebagai tontonan yang sangat tenang. Drama ini tidak mengejar ketegangan atau romansa yang dramatis, melainkan mengajak penonton menikmati perjalanan singkat yang penuh makna. Dengan durasi yang relatif pendek, setiap episodenya mampu menghadirkan pengalaman emosional yang berbeda tanpa terasa terburu-buru.

Cerita mengikuti Park Ha-kyung, seorang guru sastra di sebuah sekolah menengah pada era 1990-an. Rutinitas mengajar yang monoton membuatnya memanfaatkan setiap hari Sabtu untuk melakukan perjalanan singkat ke berbagai kota di Korea Selatan. Dalam perjalanan tersebut, ia mencicipi makanan khas, mengunjungi tempat-tempat sederhana, dan bertemu orang-orang dengan latar belakang kehidupan yang berbeda. Setiap pertemuan memberikan sudut pandang baru mengenai kebahagiaan, kehilangan, hingga cara manusia menghadapi perubahan hidup.

Yang membuat One Day Off begitu istimewa adalah kemampuannya mengubah momen-momen sederhana menjadi sesuatu yang berkesan. Drama ini tidak terburu-buru menyampaikan pesan, tetapi membiarkan penonton meresapi setiap percakapan, pemandangan, dan keheningan yang muncul. Hasilnya adalah sebuah drama yang terasa hangat, reflektif, dan cocok dinikmati ketika ingin beristirahat sejenak dari tontonan dengan alur yang berat.

12. Call It Love (2023)

Sutradara: Lee Kwang-young
Pemain utama: Lee Sung-kyung, Kim Young-kwang, Sung Joon
Jumlah episode: 16 episode
Durasi: Sekitar 65–70 menit per episode

Sekilas, Call It Love tampak seperti kisah balas dendam yang dipadukan dengan romansa. Namun, semakin jauh cerita berjalan, drama ini justru memperlihatkan bagaimana kebencian perlahan berubah menjadi empati. Alurnya berkembang perlahan, memberi ruang bagi penonton untuk memahami emosi setiap karakter sebelum konflik mencapai puncaknya.

Shim Woo-joo kehilangan tempat tinggal setelah ayahnya meninggal dunia dan rumah keluarganya dikuasai oleh perempuan yang pernah menjadi selingkuhan sang ayah. Dalam upaya membalas perlakuan tersebut, Woo-joo mendekati Han Dong-jin, putra dari perempuan yang dianggap menghancurkan keluarganya. Akan tetapi, rencana itu mulai goyah ketika ia menyadari bahwa Dong-jin juga menjalani hidup yang penuh kesepian dan tekanan.

Alih-alih menyajikan kisah cinta yang penuh adegan romantis, drama ini lebih menekankan proses penyembuhan batin dua orang yang sama-sama terluka. Dialog-dialognya sederhana tetapi menyimpan makna yang dalam, sementara sinematografinya berhasil memperkuat suasana melankolis sepanjang cerita. Bagi penonton yang menyukai drama emosional dengan perkembangan karakter yang kuat, Call It Love merupakan pilihan yang sangat layak.

13. The Kidnapping Day (2023)

The Kidnapping Day (IMDb)

Sutradara: Park Yoo-young
Pemain utama: Yoon Kye-sang, Yuna, Park Sung-hoon, Kim Shin-rock
Jumlah episode: 12 episode
Durasi: Sekitar 60 menit per episode

Meski mendapat banyak pujian dari kritikus, The Kidnapping Day tidak seramai drama thriller lain di media sosial. Padahal, drama ini menawarkan kombinasi misteri, komedi, dan emosi keluarga yang diramu dengan sangat baik. Ceritanya terus berkembang tanpa mudah ditebak sehingga mampu menjaga rasa penasaran hingga episode terakhir.

Kim Myung-joon adalah pria biasa yang terlilit masalah ekonomi dan terpaksa menculik seorang anak perempuan demi biaya pengobatan putrinya. Namun, rencananya berubah total ketika anak yang diculik, Choi Ro-hee, mengalami amnesia dan mengira Myung-joon adalah ayahnya. Situasi menjadi semakin rumit setelah orang tua Ro-hee ditemukan meninggal dunia, membuat keduanya tanpa sadar menjadi buronan sekaligus target berbagai pihak.

Keunikan drama ini terletak pada hubungan antara penculik dan korban yang berkembang secara alami. Myung-joon bukanlah sosok kriminal profesional, sementara Ro-hee merupakan anak jenius yang perlahan mulai mengungkap fakta tentang dirinya sendiri. Ketegangan, humor, dan momen emosional hadir secara seimbang sehingga membuat drama ini terasa segar dibandingkan thriller Korea pada umumnya.

14. Love All Play (2022)

Sutradara: Jo Woong
Pemain utama: Park Ju-hyun, Chae Jong-hyeop, Park Ji-hyun, Kim Mu-joon
Jumlah episode: 16 episode
Durasi: Sekitar 60–70 menit per episode

Drama bertema olahraga sering kali berpusat pada pertandingan dan kemenangan. Berbeda dengan itu, Love All Play lebih menyoroti perjuangan para atlet menghadapi tekanan mental, persaingan, cedera, dan harapan yang datang dari orang-orang di sekitar mereka. Latar dunia bulu tangkis menjadi media untuk menceritakan mimpi, kegagalan, dan hubungan antarmanusia.

Park Tae-yang adalah mantan atlet nasional yang sempat menghilang dari dunia bulu tangkis selama beberapa tahun akibat sebuah insiden. Ketika memutuskan kembali bertanding, ia harus menghadapi pandangan sinis dari banyak orang sekaligus membangun kembali kepercayaan dirinya. Dalam proses tersebut, ia bertemu Park Tae-joon, atlet berbakat yang awalnya menganggap bulu tangkis hanya sebagai pekerjaan, bukan impian hidup.

Perjalanan keduanya menghadirkan kisah yang hangat sekaligus inspiratif. Drama ini memperlihatkan bahwa kemenangan tidak selalu diukur dari medali, tetapi juga dari keberanian bangkit setelah mengalami kegagalan. Chemistry antarpemain terasa alami, sementara konflik yang dihadirkan lebih banyak berfokus pada perkembangan karakter daripada sekadar persaingan olahraga.

15. A Bloody Lucky Day (2023)

Sutradara: Pil Gam-sung
Pemain utama: Lee Sung-min, Yoo Yeon-seok, Lee Jung-eun
Jumlah episode: 10 episode
Durasi: Sekitar 55–65 menit per episode

Bagi pencinta thriller psikologis, A Bloody Lucky Day merupakan salah satu drama yang layak masuk daftar tontonan. Meski tidak menjadi fenomena global, drama ini mendapat banyak apresiasi karena berhasil membangun ketegangan sejak episode pertama. Ceritanya sederhana, tetapi mampu berkembang menjadi permainan psikologis yang intens dan sulit ditebak.

Oh Taek adalah sopir taksi yang menjalani kehidupan biasa hingga suatu hari bermimpi melihat banyak babi, sebuah pertanda keberuntungan menurut kepercayaan Korea. Hari itu ia mendapatkan penumpang yang menawarkan bayaran sangat besar untuk diantar ke kota lain. Tanpa mengetahui identitas sebenarnya, Oh Taek menerima tawaran tersebut. Dalam perjalanan, ia mulai menyadari bahwa penumpangnya, Geum Hyuk-soo, menyimpan rahasia mengerikan sebagai seorang pembunuh berantai yang sedang melarikan diri.

Sebagian besar cerita berlangsung di dalam mobil, tetapi justru ruang yang terbatas tersebut membuat ketegangan terasa semakin kuat. Percakapan sederhana berubah menjadi duel psikologis yang menegangkan, sementara setiap keputusan yang diambil tokoh utama dapat menentukan hidup atau mati. Dengan akting luar biasa dari para pemerannya dan alur yang penuh kejutan, A Bloody Lucky Day menjadi salah satu hidden gem thriller Korea yang sayang jika dilewatkan.

16. Pertanyaan & Jawaban Seputar Drama Korea yang Tidak Viral tetapi Wajib Ditonton yang Ceritanya Bagus dan Bikin Nagih

1. Apa yang dimaksud drama Korea yang tidak viral?

Drama Korea yang tidak viral adalah drama yang tidak banyak diperbincangkan di media sosial atau tidak mencatat popularitas global sebesar judul-judul seperti Crash Landing on You, Goblin, atau Queen of Tears. Namun, kualitas cerita, akting, penyutradaraan, dan produksinya tetap sangat baik sehingga layak ditonton.

2. Apakah drama yang tidak viral berarti memiliki kualitas buruk?

Tidak. Banyak drama Korea underrated justru memperoleh pujian tinggi dari kritikus maupun penonton karena menghadirkan cerita yang lebih realistis, karakter yang kuat, dan penyampaian yang lebih matang. Beberapa bahkan memenangkan penghargaan meski tidak terlalu ramai dibicarakan.

3. Genre apa yang paling banyak muncul dalam daftar ini?

Daftar ini mencakup berbagai genre, mulai dari slice of life, drama keluarga, romansa, thriller, misteri, hukum, olahraga, hingga drama psikologis. Variasi tersebut membuat penonton dapat memilih tontonan sesuai selera tanpa terpaku pada satu jenis cerita.

4. Drama mana yang paling cocok untuk penonton yang baru mulai menonton drama Korea?

Jika baru mengenal drama Korea, Navillera, Hot Stove League, Call It Love, dan The Kidnapping Day merupakan pilihan yang mudah diikuti karena memiliki alur yang kuat, karakter menarik, serta konflik yang tidak terlalu rumit.

5. Di mana bisa menonton drama-drama Korea tersebut?

Sebagian besar drama dalam daftar ini tersedia di berbagai platform streaming resmi, tergantung wilayah lisensi, seperti Netflix, Viki, Disney+, Prime Video, atau layanan streaming lain yang memiliki hak penayangan di negara masing-masing. Menggunakan platform resmi akan memberikan kualitas tayangan terbaik sekaligus mendukung industri perfilman Korea.

(kpl/iya)

Rekomendasi

Trending