KOREA

Hanbin (B.I) Keluar Dari iKON, Saham YG Entertainment Semakin Menurun

Kamis, 13 Juni 2019 14:08 Penulis: Gogor Subyakto

Hanbin (B.I) - YG Logo. Credit: El Viento - YG Entertainment

Kapanlagi.com - Hanbin (B.I) sampai sekarang memang masih ramai jadi perbincangan. Seperti yang diketahui, Idol ganteng ini disebut-sebut oleh Dispacth terlibat dalam sebuah kasus narkoba.

Salah satu media di Korea Selatan tersebut sempat merilis bukti percakapan antara B.I dengan seorang oknum, saat keduanya tengah membahas soal obat-obatan terlarang jenis LSD dan ganja.

Tak berapa lama dari pemberitaan itu muncul di permukaan, B.I menuliskan surat permintaan maaf dan mengungkapkan keinginan dirinya untuk mundur dari iKON. Sayangnya, hal tersebut membuat stock dari YG Entertainment semakin menurun.

1. B.I Keluar Dari iKON & YG

Pada hari Rabu (12/6) kemarin, Dispacth membuat laporan soal B.I yang diduga mencoba untuk membeli obat-obatan telarang. Tak menunggu waktu lama, Idol tersebut lantas menuliskan surat permintaan maaf.

Dalam surat yang diposting di Instagram tersebut, B.I menyebutkan dirinya ingin mundur dari iKON. Hanya dalam waktu beberapa jam saja, YG Entertainment pun membenarkan kalau B.I keluar dari iKON.

2. Saham Turun

Tak hanya sudah bukan lagi merupakan member dari iKON, YG juga menyebutkan kalau kontrak dengan B.I sudah dihentikan. Ini menandakan kalau B.I sudah tak lagi menjadi bagian dari YG Entertainment.

Di hari yang sama, saham dari YG Entertainment pun semakin menurun karena keluarnya B.I dari iKON. Saham YG berada di angka 31.950 won (sekitar 385 ribu rupiah), yang merupakan penurutan 4,05 persen dari hari sebelumnya.

3. Semakin Anjlok

Agensi YG Entertainment sendiri telah melihat penurunan saham yang sudah sering terjadi semenjak akhir bulan Februari 2019 lalu. Hal ini tentunya dikarenakan berbagai kejadian negatif yang menimpa mereka.

Bahkan pada bulan Maret, saham mereka berada di angka terendah yakni sekitar 30.000 won (sekitar 361 ribu rupiah). Pemasaran secara keseluruhan dari YG turun dari 834 miliar won (sekitar 10 triliun rupiah) menjadi 581 miliar won (sekitar 7 triliun rupiah).


REKOMENDASI
TRENDING