Fakta Hubungan Ibrahim Dengan Suleiman di Catatan Sejarah Ottoman

Jum'at, 12 Juni 2015 15:38 Penulis: Wulan Noviarina
Fakta Hubungan Ibrahim Dengan Suleiman di Catatan Sejarah Ottoman Okan Yalabik @turkishstarsdaily.com
Kapanlagi.com - Kematian Ibrahim Pasha dalam serial Abad Kejayaan membuat banyak fans bertanya-tanya. Apakah benar ini merupakan sejarah asli dari hubungan Ibrahim dengan Sultan Suleiman? Ataukah hanya sekedar bumbu dalam serial drama sejarah ini?

Dilansir dari Wikipedia, dalam sejarah aslinya hubungan Sultan Suleiman I dengan Ibrahim Pasha memang mengalami masa yang mengerikan. Kemurkaan Suleiman kepada Ibrahim akhirnya membawa mantan orang kepercayaannya itu dijatuhi hukuman mati.

Pada catatan sejarah kerajaan Ottoman, Pargali Ibrahim Pasha adalah Wazir Agung atau menteri tertinggi di kerajaan Ottoman. Ia menggantikan Piri Mehmed Pasha pada tahun 1523 dan menjabat selama 13 tahun.

Bertahun-tahun hubungan Ibrahim Pasha dengan Suleiman berjalan dengan sempurna. Bahkan ia dinikahkan dengan Hatice Sultana alias Khadijah, adik kandung sultan.

Ibrahim Pasha di dunia nyata memang berseteru dengan sultan. @ottomandandy.wordpress.comIbrahim Pasha di dunia nyata memang berseteru dengan sultan. @ottomandandy.wordpress.com

Namun segalanya berubah saat Ibrahim menyebut dirinya sendiri sebagai Sultan saat berkampanye melawan Persia Safawi. Hal ini diketahui oleh Suleiman yang kemudian merasa dihina dengan tindakan Ibrahim ini.

Hubungan Ibrahim Pasha dengan Suleiman makin memburuk saat ia terlibat perselisihan dengan Iskender Celebi. Ia adalah menteri keungan senior di Kerajaan Ottoman, dan merupakan salah satu orang kepercayaan Suleiman.

Dari beberapa kisah yang beredar tentang hancurnya hubungan Ibrahim dan Suleiman, ada satu nama yang banyak disebut oleh para ahli sejarah. Yaitu campur tangan Hurrem Sultan yang sudah lama berselisih dengan Ibrahim, dan membuat sang Wazir harus menerima kematiannya.

Ibrahim Pasha meninggal dunia setelah dihukum mati oleh Sultan di istana Topkapi, Turki. Sebelum meninggal dunia, ia tinggal di istana Sultanahmed yang kini sudah berubah menjadi museum.

(kpl/phi)

Editor:

Wulan Noviarina


REKOMENDASI
TRENDING