FILM INDONESIA

Kontroversi Petisi Film 'DUA GARIS BIRU', Begini Reaksi Produser Chand Parwez

Rabu, 01 Mei 2019 13:25 Penulis: Rahmi Safitri

Film DUA GARIS BIRU © instagram.com/duagarisbirufilm

Kapanlagi.com - Film DUA GARIS BIRU yang dibintangi Zara JKT48 dan Angga Aldi Yunanda telah merilis teaser trailer sebagai materi promosi. Tak lama berselang, muncul petisi digagas Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (GaraGaraGuru) agar drama remaja yang masih dalam tahap editing ini dikritisi ulang sebelum diloloskan sensor.

Menurut mereka, ditinjau dari beberapa adegan dalam teaser, ada pesan implisit yang ingin diberikan kepada penonton dan dinilai bisa merusak generasi muda. Seperti penggambaran sepasang remaja berduaan di dalam kamar.

Saat dihubungi KapanLagi.com® melalui sambungan telepon pada Rabu (1/5/2019), Chand Parwez selaku produser menghormati petisi yang ditujukan untuk filmnya. Ke depan ia berniat mengajak pihak terkait untuk melakukan dialog.

"Sebaiknya memberikan komentar setelah melihat materi filmnya, tapi saya menghormati perbedaan pendapat, ya silahkan saja berpendapat, tapi kan ada prosedurnya juga. Dan kita juga akan jadikan pertimbangkan untuk ajak mereka berdialog," kata Parwez.

 

1. Kesimpulan Dini

Menurut Chand Parwez, ketakutan yang termuat dalam petisi itu masih terlalu dini disimpulkan. Ia pun enggan menanggapi terlalu berlebih karena takut malah akan memberi citra buruk untuk film yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Gina S Noer tersebut.

"Film Indonesia sedang tumbuh sehat dan baik, saya menghindari hal-hal yang jadi pencitraan buruk untuk film saya. Tentang tema film saya dijadikan kekhawatiran-kekhawatiran semacam itu menurut saya disimpulkan terlalu dini. Saya nggak bisa ngomong apa-apa, orang menyampaikan pendapat silakan saja," sambung Parwez.

2. Bukan Pertama Kali

Mendapat kontra dari masyarakat bukan pertama kali dialami Chand Parwez bersama rumah produksinya, Starvision. Pada tahun 2004 film VIRGIN sempat menjadi polemik bahkan dilarang tayang karena mengekspos gaya hidup negatif seperti seks bebas, alkohol, tato serta makian kasar menggunakan bahasa Inggris.

Berlanjut pada tahun 2009 saat film PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN besutan Hanung Bramantyo dirilis. Meski mendapat banyak penonton, film ini dianggap menyesatkan dan fitnah terhadap agama Islam.

(kpl/abs/pit)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING